Depok Walking Tour – Part 1

Kota Depok, kota kecil yang terdapat di provinsi Jawa Barat ini ternyata memiliki jalan sejarah yang unik di masa lalu. Bagaimana tidak, Depok pernah menjadi daerah mandiri “gemeente” (setingkat kotamadya) yang memiliki otonomi untuk mengurus administrasi tata wilayah dan ekonominya sendiri terlepas dari VOC maupun pemerintah Belanda saat itu. Setelah melakukan research mengenai kota Depok, dari mulai mencari tau sejarah kota Depok, hingga menemukan berbagai peninggalan sejarah yang ternyata lokasinya dekat dengan tempat tinggalku.

Berbagai peninggalan sejarah yang ada di Depok sangat menarik jika di telusuri lebih dalam. Malah ternyata sudah ada komunitas yang melakukan Depok Walking Tour ke tempat-tempat bersejarah ini, seperti komunitas backpackerjakarta. Namun pada akhirnya, aku bersama temanku melakukan perjalanan walking tour ini sendiri. Dengan bermodalkan maps, dan kaki yang kuat. Karena menyusuri kawasan Depok Lama hingga ke Jl. Pemuda cukup membutuhkan energi.

Lalu kemana saja yang rute perjalanan Depok Walking Tour?

Ternyata banyak sekali dan beraneka ragam jenis peninggalan sejarahnya. Dari mulai stasiun, kantor pos, rumah sakit, tempat ibadah dan lainnya. Beberapa sudah ditetapkan menjadi cagar budaya oleh pemerintah. Berikut beberapa tempat yang aku temukan dalam Depok Walking Tour kali ini.

1. Stasiun Depok Lama

Stasiun Depok Lama merupakan stasiun pertama yang ada di Depok dan menjadi salah satu stasiun tertua di wilayah Jabodetabek. Stasiun Depok dibangun pada saat pembangunan Jalur Kereta Batavia-Buitenzorg (Jakarta-Bogor) pada tahun 1871. Saat itu Depok menyepakati dengan Lembaga Perkeretaapian Hindia Belanda (Nederlansche Indie Staatspoorwegen Maatschappij) atau disingkat NIMS bahwa setiap kereta yang melintas harus berhenti di Stasiun Depok Lama. Hal ini dikarenakan agar masyarakat Depok tidak terisolasi, karena Depok termasuk daerah yang terpencil pada masa lalu.

2. Gardu Induk Listrik Stasiun Depok Lama

Gardu Induk Listrik diperkirakan sudah ada sejak awal tahun 1930. Gardu ini merupakan pusat sentral listrik pertama di wilayah Depok, yang ditempatkan di Stasiun Depok Lama. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan lembaga yang mengurusi listrik di Hindia Belanda. Gardu ini menandakan bahwa terjadi peningkatan teknologi perkeretaapian dengan beroperasinya kereta api listrik pada 1 Mei 1930, dengan rute Jakarta-Bogor.

3. Kantor Pos Cabang Pancoran Mas

Kantor Pos yang ada di dekat Stasiun Depok Lama ini tidak diketahui secara pasti kapan berdirinya bangunan ini. Namun menurut info yang beredar di masyarakat, terdapat brankas didalamnya yang sudah ada sejak abad ke-19. Kini bangunan tersebut menjadi sebuah kantor pos cabang Pancoran Mas Depok yang saat ini masih aktif beroperasi dengan baik.

Baca juga: Pasar Baru Walking Tour

4. Tiang Telepon Pancoran Mas

Tiang Telepon ini memiliki tinggi 7 meter, yang diperkirakan berdiri pada tahun 1900. Tiang Telepon ini berfungsi sebagai pusat kabel telepon ke rumah masyarakat yang saat itu sudah memiliki telepon. Konon katanya, tiang telepon seperti ini hanya ada empat di Indonesia, yang salah satunya berada di Depok. Saat ini tiang telepon tersebut sudah tidak digunakan lagi, namun tiangnya masih tertanam di Jalan Kartini, Kecamatan Pancoran Mas.

5. Rumah Sakit Harapan

Bangunan ini dulunya menjadi Kantoor van Het Gemeentebestuur van Depok (Dewan Kotapraja Depok). Pada 28 Juni 1914, ada sebuah peresmian monumen Tugu Cornelis Chastelein yang diletakkan di bagian depan gedung, sekaligus menjadi perayaan ulang tahun Depok ke-200.  

Dalam perkembangannya, bangunan ini kehilangan fungsinya sebagai kantor Gementee. Sekitar tahun 1960-an, bangunan ini dijadikan sebagai Balai Pengobatan (Klinik Penyakit Paru) yang dikelola oleh Yayasan Kesehatan Kristen Pelayanan Kaum Awam Depok (Pelkad) yang terdiri atas gabungan beberapa gereja di Depok. Kemudian, Balai Pengobatan ini diperbesar dan dijadikan rumah sakit kecil yang diresmikan pada 11 Juni 1967 yang dikenal sebagi RS Harapan Pelkris (Pelayanan Kesehatan Kristen).

Lahan bangunan RS Harapan adalah milik YLCC, sedangkan bangunannya milik Pelkris. Peristiwa yang menjadikan RS Harapan dikenang oleh khalayak umum adalah ketika pada 1968 terjadi kecelakaan kereta api di Ratu Jaya, Depok para dokter dan perawat di RS Harapan bahu-membahu memberikan pertolongan yang terbaik bagi para korban. Lalu, pada 1990 didirikan Yayasan Kesehatan Harapan Depok yang melakukan pengelolaan RS Harapan hingga awal 2022 lalu, yang akhirnya RS Harapan tutup permanen dikarenakan masa kontraknya habis.

6. Bangunan Rumah Tinggal Presiden Depok

Depok sebagai salah satu wilayah yang berstatus partikelir (terlepas dari kekuasaan Hindia-Belanda), maka saat itu Depok memiliki pemerintahan sendiri dengan Cornelis Chastelein yang menjadi presiden pertamanya. Lalu setelah Cornelis Chastelein wafat, Gerrit Jonathans sebagai salah satu dari 12 marga yang ada, terpilih secara demokratis sebagai presiden Depok. Letak rumah tinggalnya berada di seberang Rumah Sakit Harapan.  

Baca juga: Menjelajah Wisata Pecinaan Glodok

Penutup

Menelusuri jejak peninggalan sejarah di Depok ternyata sangat mengasyikan. Terutama di sepanjang jalan Pemuda Depok yang banyak sekali bangunan bersejarahnya. Jika kutuliskan semua disini, pastinya akan panjang. Untuk tempat sejarah lainnya, akan ku tuliskan di Depok Walking Tour – Part 2 yaa!

Mengetahui dan mengenang sejarah adalah hal yang seharusnya bisa kita lakukan sebagai generasi penerus bangsa. Sejarah mungkin terkesan membosankan jika harus menghafalkan peristiwa-peristiwa masa lampau, nama-nama kerajaan, ataupun angka tahun kejadian. Padahal nyatanya, sejarah memberi manfaat bagi kehidupan. Karena dengan menengok atau belajar dari masa lalu, kita berusaha tidak membuat kesalahan yang sama di masa-masa mendatang.

Hal mudah yang bisa kita lakukan dalam mengenang sejarah adalah mengunjungi museum yang ada di kotamu. Dengan begitu, kita bisa belajar bahwa adanya hari ini dengan berbagai peralatan canggih, semua berawal dari masa lalu.

Cheers,

Jastitahn

Source: http://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/

Advertisement

Author: Jastitahn

an ordinary girl who loves traveling and sharing with other people

2 thoughts on “Depok Walking Tour – Part 1”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: