Wajib Coba! 8 Kuliner Pasar Cihapit Bandung

Kalu kamu lagi jalan-jalan ke Bandung, jangan lupa buat kulineran di Pasar Cihapit yang legendaris

Kawasan Cihapit Bandung sekarang dikenal sebagai surga dengan berbagai macam kuliner khas, buku-buku antik, juga kaset-kaset dan vinil dari lagu-lagu zaman dulu. Banyak wisatawan yang datang hanya untuk sekedar berkuliner ke kawasan ini. Kawasan Cihapit memiliki banyak kuliner khas tradisional yang melegenda. Kalau kamu sedang dan ingin ke Bandung, jangan lupa untuk berwisata kuliner juga yaa!

Berikut 10 Kuliner di Cihapit Bandung yang wajib kamu coba. Dijamin bakal ketagihan!

1. Warung Nasi Bu Eha

Warung Nasi Bu Eha adalah warung nasi legendaris yang sudah ada sejak 1947. Semua masakannya dimasak langsung di dapurnya, sehingga makanan yang dihidangkan selalu masih hangat. Apalagi ditambah dengan sambal dadak yang terasa sedap dan segar. Beuhh makin mantap!

Pilihan lauknya pun beragam, dari mulai ayam bakar, ayam goreng, perkedel, aneka pepes, ikan goreng dan tumis sayuran. Rasanya sudah tidak perlu diragukan lagi. Ohya katanya Warung Nasi Bu Eha ini menjadi langganannya presiden Soekarno di masa lalu lho!

2. Bakmi Tjokin

Bakmi Tjokin memiliki nuansa China kontemporer yang tampak jadul. Namun walaupun begitu, bakmi ini memiliki menu yang Bandung banget, yaitu mie yamin. Ada 2 varian mie yamin yang dijual disini asin dan manis. Dan isiannya pun full dengan topping, seperti baso, baso tahu dan suikiaw. Aneka cemilan yang disini pun ada bakso goreng dan siomay kukus. Umm yummy!

Instagram: @bakmietjokin

3. Rama Ramen

Siapa bilang makan ramen harus ke mall dulu? Di salah satu sudut pasar cihapit ada Rama Ramen lho! Kedainya kecil, namun selalu ramai dikunjungi oleh para pecinta kuliner. Selain menawarkan ramen dengan base tori paitan, disini juga tersedia Ong Noodle dengan pilihan bakmi ayam dan bihun bebek yang bisa dipesan dengan kuah bakso serta tambahan bakso goreng. Hati-hati ketagihan!

Instagram: @rama.ramen

4. Tokokin

Siapa disini pecinta dendeng? Wajib banget nih ke Tokokin buat mencicipi dendeng batokok khas kerinci. Disini daging sapi yang sudah direbur, ditokok atau dipuku-pukul kemudian disiram minyak kelapa dan dipanggang di atas bara api. Aroma asap di dendeng yang lembut berpadu dengan bumbu merah di atasnya cocok dengan nasi panas. Beuh sedapnya!

Instagram: @dendengtokokin

Baca juga: 5 Kuliner Bandung Yang Murah dan Enak

5. Gang Nikmat

Seperti namanya, Gang Nikmat ini berada di sebuah gang yang memang menyediakan menu yang benar-benar nikmat! Rasanya unik dan otentik. Menu andalannya adalah ayam gulung isi telur asin. Suasana makan disini terkesan lawas namun tetap terlihat menarik. Makanya ga heran kalau banyak yang berkunjung kesini.

Instagram: @gg.nikmat

6. Nasi Telur Sumber Rezeki

Sesuai dengan namanya, menu andalan disini adalah nasi telur. Uniknya, nasi telur disini divariasikan dengan tiga kuah, yaitu kuah kari, kuah rendang dan kuah opor. Ketiga kuah ini memiliki tingkat pedas yang berbeda. Harganya pun murah meriah lho!

Instagram: @nasitelursumberrezeki

7. Seroja Bake

Kalau bosen sama makanan berat, kamu juga bisa mampir ke Seroja Bake untuk mencicipi aneka pastry dan dessert. Dessert disini diolah dari bahan basic lokal yang kemudian di kemas menjadi dessert yang kekinian. Sudah pasti rasanya pun tidak perlu diragukan lagi. Tempatnya aesthetic dan super homey.

Instagram: @serojabake

8. Trikuto

Udah selesai wisata kulinernya, jangan lupa ditutup dengan minum kopi di kedai kopi Trikuto. Kedai kopi ini menyatu dengan Toko Kue Muntilan yang menawarkan aneka kue basah dan jajanan pasar. Rasa kopi disini benar-benar magic! Di kedai kopi ini tidak menyimpan biji kopinya dalam wadah mesin penggiling kopi. Jadi seluruh biji kopi ditimbang terlebih dahulu, digiling, ditimbang kembali, baru kemudian diolah menjadi espresso.

Instagram: @3kuto

Baca juga: Rekomendasi Hotel Aesthetic Murah di Bandung

Penutup

Nah itulah 8 kuliner lezat yang ada di kawasan Cihapit Bandung. Apakah kamu sudah pernah mencoba salah satunya? Sharing yuk di kolom komentar! Buat yang belum pernah coba, pastikan perjalananmu ke Bandung untuk mengisi kulineran di kawasan Cihapit yaa! Selamat berkuliner~

Cheers,

Jastitahn

Advertisement

5 Keunikan Jam Gadang Sumatera Barat

Di balik kemegahannya, Jam Gadang ini memiliki sejarah dan keunikan yang menarik lho!

Sumatera Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki ciri khas dan keunikan budayanya sendiri. Jika kamu berkunjung kesini, rasanya belom sah apabila kamu tidak berkunjung ke Jam Gadang. Jam Gadang adalah sebuah menara jam yang menjuang setinggi 26 meter, yang menjadi penanda atau ikon kota Bukittinggi.

Dibalik kemegahannya, ternyata Jam Gadang ini memiliki sejarah yang menarik. Jam Gadang merupakan Bangunan peninggalan era Hindia-Belanda pada tahun 1926 lho! Yuk simak 5 keunikan Jam Gadang dibawah ini.

#1 Hadiah Pemberian Ratu Belanda

Jam Gadang merupakan hadiah pemberian Ratu Wilhelmina untuk sekretaris (controleur) Kota Bukittinggi (Fort de Kock) yang menjabat saat itu yakni HR Rookmaaker. Arsitektur menara jam ini dirancang oleh arsitek asli Minangkabau, Jazid Rajo Mangkuto Sutan Gigi Ameh.

#2 Konstruksinya Dibangun Tanpa Rangka Besi

Dengan luas alas 13 x 4 m dan tinggi 26m, ternyata menara jam ini dibangun tanpa menggunakan penyangga besi dan adukan semen lho! Konon katanya, pembangunan Jam Gadang hanya menggunakan campuran kapur, putih telur, dan pasir putih. Wah keren banget ya?

#3 Mesin Penggerak Jam nya Hanya Ada 2 di Dunia

Mesin jam yang digunakan dalam menara ini adalah barang langka yang hanya di produksi 2 unit oleh pabrik Vortmann Recklinghausen, Jerman. Unit kedua yang setipe dengannya hingga kini masih juga digunakan dalam menara jam legendaris Kota London, Inggris, yaitu Big Ben.

#4 Sudah 3 Kali Berganti Atap

Atap yang berbentuk gonjong di puncak menara saat ini bukanlah bentuk asli dari masa awal pendirian. Awalnya bentuk atapnya berbentuk bulat bergaya khas eropa dengan ayam jantan menghadap ke arah timur diatasnya. Memasuki era pendudukan Jepang, atap Jam Gadang dirubah mengikuti gaya arsitektur Jepang, yaitu bentuk Pagoda. Lalu saat era kemerdekaan Indonesia tiba, atap tersebut dirombak kembali menjadi bentuk atap bagonjong yang merupakan ciri khas dari arsitektur bangunan asli Minangkabau.  

Baca juga: 10 Wisata Sumatera Barat Yang Mengagumkan

#5 Penulisan Angka 4 Dengan Bilangan Romawi

Seperti yang kita ketahui bahwa angka 4 pada bilangan romawi, biasanya ditulis dengan IV. Namun pada Jam Gadang ini, angka 4 ditulis dengan IIII. Banyak pendapat yang mengatakan tentang rumor penulisan angka tersebut. Namun hal ini belum diakui kebenarannya, bahkan masih menjadi teka-teki sampai saat ini.

Nah itu dia 5 keunikan Jam Gadang Sumatera Barat. Dilihat dari keunikannya, Jam Gadang jadi salah satu bukti kehebatan teknik pembangunan zaman dulu yaa! Kebayang gak sih gimana konstruksi tanpa rangka besi kalau dibuat di masa sekarang? Hihi lalu kalau menurut kamu kenapa nih angkanya ditulis IIII bukan IV? Sharing yuk di kolom kementar!

Kalau kamu mengunjungi Sumatera Barat, pastikan kamu datang ke Bukittinggi dan melihat Jam Gadang ini yaa! Selamat berlibur~

Cheers,

Jastitahn

Referensi:

Bukittinggikota.go.id
Indonesiakaya.com