Woy Woy Paradise – Penginapan ala Santorini

Siapa yang ga tau Santorini? berada di Yunani – sebuah bangunan bernuansa putih dan biru yang berada di pinggir tebing dengan pemandangan laut yang terkenal dengan keindahannya.

Emmm tp tau gak sih? Sekarang kamu ga perlu jauh-jauh ke Yunani untuk menikmati suasana dan pemandangan tersebut seperti di Santorini. Cukup datang ke Woywoy Paradise, Tanjung Bira – Bulukumba aja! Kira-kira butuh waktu 4-5 jam melalui perjalanan darat dari Makassar, yang jaraknya kurang lebih 200km.

Woy Woy Paradise

Di Woy Woy Paradise ini, hanya tersedia 8 kamar. Tentunya akan selalu ramai jika kita tidak cepat-cepat booking :D. Menurutku kamarnya bersih. Tempat tidurnya type queenbed, bisa juga request extrabed (kalau untuk bertiga). Kamar mandinya cukup luas, airnya bersih tapi gak ada water heater. Tapi buatku, airnya gak begitu dingin kok.

Dikamarnya juga ga disediakan tv, jadi biar kita bisa menikmati suasana disini. Tapi sayangnya sekarang nuansanya sudah tidak putih dan biru lagi, karena sudah di cat ulang dan birunya diganti menjadi kuning 😀 walaupun begitu tetap oke kok!

Sejak tiba disini, hotel ini cukup membuatku terpana. Berada di pinggir tebing dengan pemandangan pantai yang indah sekali serta bangunan yang unik. Fasilitas lain di Woywoy Paradise ini terdapat kolam renang di depan kamar dan ada mini resto yang berbatasan langsung dengan laut. Dan juga ada beberapa spot foto yang kece bangettt!

Selain itu juga, kita bisa menikmati sunrise dari depan kamar atau juga kita bisa menuju ke spot foto yg berada didepan hotel agar lebih dekat dengan matahari yang ingin menampakkan dirinya. Indah banget!

Ohyaa mini resto disini jg instagram-able loh! Seru buat berfoto sekaligus kita bisa menikmati aroma laut dan matahari pagi yang kian menanjak naik.

Kalau untuk breakfastnya seperti pada umumnya yaitu sepiring nasi goreng lengkap dengan telur ceplok dan teh hangat serta buah semangka.

Kamu tertarik untuk liburan ke Tanjung Bira? Jangan lupa untuk menginap disini yaa!
Kamu bisa pesan melalui websitenya atau bisa juga melalui aplikasi booking online lainnya!


Cheers,

Jastitahn

Tempat Wisata yang Bisa Kamu Kunjungi di Tanjung Bira

Tanjung Bira adalah salah satu destinasi wisata hits di Sulawesi Selatan yang terkenal dengan keindahan pantainya yang menawan dan sangat dinikmati oleh setiap wisatawan yang berkunjung kesini. Terletak di kabupaten Bulukumba, Tanjung Bira memiliki pantai dengan pasir putih yang lembut dan tone warna airnya yang menyejukkan mata.

Untuk mencapai kesini, kalian bisa menggunakan transportasi umum ataupun merental mobil. Jaraknya kira-kira 200 KM dari Makassar dan ditempuh dengan waktu 4-5 jam. Jika menggunakan transportasi umum, kalian harus pergi ke Terminal Makale terlebih dahulu. Kemudian disana akan ada banyak mobil panther/ avanza yang menawarkan untuk menuju Tanjung Bira. Harganya sebesar Rp 100.000, dengan kalian bisa request akan diturunkan dimana. Atau kalian bisa juga menggunakan Taxi dengan tawaran harga Rp 500.000. Ini contact pa Arief (supir avanza yang saya naiki) yang bisa kalian hubungi jika ingin ke Tanjung Bira 0812-4113-0113

Banyak tempat wisata yang sangat indah disini. Beberapa diantaranya adalah

  • Tebing Apparalang

Sebuah tebing batu yang sangat tinggi dan lebar, untuk menikmati indahnya pantai Apparalang. Melihat pemandangan pantai dari tepi tebing seperti ini memang selalu berhasil memberikan sensasi tersendiri. Objek wisata Pantai Apparalang ini dikelilingi dengan hamparan laut biru yang luas dengan bebatuan yang kokoh. Ditambah deburan ombak yang datang bergantian menghempas tebing memberikan keindahan tersendiri.

  • Tititk Nol KM Sulsel

Seperti namanya, titik nol km, menjadi titik nol wilayah sulawesi selatan. Pemandangan yang disuguhkan cukup menawan. Titik nol ini berada pada pertemuan arus angin barat dan angin timur serta arus laut dari arah Selat Makassar dan dari Laut Flores. Pengunjung bisa bersantai dengan duduk berteduh di bawah pepohonan. Kita juga bisa bebas memilih tempat untuk ber-selfie ria dengan latar belakang lautan maupun pantai dengan gugusan tebing disekitarnya.

Titik Nol KM Sulsel
  • Puncak Pua Janggo

Masih disekitar Pantai Bira, ada sebuah view point dari atas bukit yang bernama Puncak Pua Janggo. Disini kita bisa melihat kawasan Tanjung Bira, dan pulau-pulau disekitarnya.

Me on Puncak Pua Janggo
  • Pantai Bira

Sesuai dengan deksripsi blog blog yang dibaca, Pantai Bira ini memang memiliki eksostisme sendiri. Pasir putih dengan birunya laut yang terlihat berbeda-beda, juga menjadi salah satu spot sunset yang indah.

  • Hoping Island ke Pulau Kambing dan Pulau Liukang Loe

Semua pengunjung harus melalui Pantai Tanjung Bira terlebih dahulu kemudian menyewa speedboat atau perahu untuk menyebrang ke kedua pulau ini. Jaraknya kurang lebih 15 menit jika menggunakan speedboat ke Pulau Kambing dan 10 menit jika ke pulau Liukang Loe. Harga untuk sewa speedboat sendiri untuk ke kedua Pulau ini adalah Rp 450.000. Sudah termasuk snorkeling setnya.

Pulau Kambing

Kedua pulau ini memiliki air yang jernih seperti kristal dan punya keindahan bawah laut yang luar biasa. Sehingga pulau ini banyak dimanfaatkan oleh pengunjung untuk melakukan snorkeling maupun diving. Tapi menurut saya, lebih bagusnya snorkeling di Pulau Kambing – yang akan membuat kamu betah berlama-lama 😀  

Kalau Dipulau Liukang Loe terdapat tempat penangkaran penyu. Sehingga pengunjung bisa berenang bersama penyu-penyu didalamnya!

Pulau Liukang Loe

Kalian bisa contact kesini jika tertarik untuk menyebrang ke pulau ini – Adeeva Boat 0813-1412-1220

Dari beberapa wisata diatas, yang paling berkesan bagiku ketika melakukan hoping island. Dengan menggunakan speedboat yang melaju sangat cepat tanpa aba aba sama sekali, melawan arus air laut sampai akhirnya melihat keindahan bawah laut yang indah sekali.

Mungkin kalau ada kesempatan untuk pergi ke Sulawesi Selatan lagi, aku akan berlayar ke Pulau Selayar yang katanya jauh lebih indah dan lebih menawan! Semoga bisa terlaksana yaaa hihi

Cheers,

Jastitahn

Ollon Valley, The Hidden Paradise of Toraja

Lembah Ollon – sebuah surga kecil yang tersembunyi di Toraja. Terletak di Desa/ Lembang Bau, Kecamatan Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Untuk mencapai kesini, diperlukan waktu sekitar 3-4 jam dari kota Makale. Melewati berbagai jalanan ekstrem dengan pemandangan yang sangat luar biasa indahnya. Baca disini mengenai Perjalanan Menuju Lembah Ollon jika kamu belum mengetahuinya 😀

Sesampainya disana, kami berteduh di sebuah Gazebo. Awalnya kami tidak memiliki niat untuk bermalam disini. Namun karena jalanannya yang membuat kami tak mampu untuk kembali lagi di hari yang sama, ditambah lagi dengan adanya pemandangan yang luar biasa, akhirnya kami memutuskan untuk bermalam.

Ollon Valley

Untuk pertama kalinya tiba di Gazebo ini, kamu akan takjub dengan apa yang ada didepanmu. Masyaallah… sungguh indahnya! Perbukitan rapi berwarna hijau, aliran sungai dengan suaranya gemercik indah, beberapa kuda dan sapi yang berkeliaran di area ini, membuat hati ini berdegup kencang, mengucapkan syukur atas alam yang sangat indah ini.

Tak lama kami duduk santai, kemudian ada seorang bapak yang menghampiri kami. Pak Lembang namanya. Beliau lah penggagas pembukaan akses jalan untuk orang luar ke Kampung Ollon ini. Dan beliau cerita banyak mengenai Kampung Ollon ini. Cukup membuatku kagum, dengan semua keadaan yang ada disini.

Mata pencaharian masyarakat disini adalah beternak dan berkebun. Semua ditanam sendiri untuk menjadi bahan makanan sehari-hari. Masyarakat disini hanya sekitar 40KK (Kartu Keluarga). Hampir semua beragama kristen, karena disinipun terdapat satu gereja Toraja yang masih dibawah naungan Kegerejaan Toraja. Dan ada seorang pendeta.

Sorenya kita bermain ke atas bukit dan juga berkunjung ke sekolahan. Hanya ada sampai sekolah dasar, untuk melanjutkan ke tingkatan yang lebih tinggi lagi, mereka harus berani keluar – untuk bersekolah di kecamatan Buakayu (lokasi terdekat) yang jaraknya bisa 15 – 20 KM.

Pemandangan bukit yang sangat indah yang tak ada habisnya. Benar-benar indah! Menoleh kesana menoleh kesini, bahkan sejauh mata memandang hanyalah bukit hijau rapih ini. Juga kuda dan sapi yang berkeliaran mencari makan dan anjing yang menggonggong. Benar- benar seperti menyatu dengan alam.

Kami berada di atas bukit sampai sunset tiba. Walaupun hanya melihat langit yang berubah warna menjadi perpaduan ungu, oren, merah. Tapi cukup membuat hati ini tenang seketika. Kemudian kami turun kembali dengan hati-hati.. karena sudah gelap.

Sunset di Ollon Valley

Ohyaa di Kampung Ollon ini juga tidak memiliki listrik. Ada sebenarnya, mereka mendapat supply listrik dari solar cell yang merupakan program dari PNPM (kurang tau penjelasannya) namun ada waktu tertentu untuk listrik ini menyala. Sekitar jam 7 – maksimal jam 10 malam listrik menyala. Kemudian lainnya menjadi benar-benar gelap.

Dalam kegelapan inilah… banyak bintang bertaburan dilangit. yang kata teman-temanku ada Milky way! Woww benar-benar indah sekali. Menikmati bintang dilangit ditemani suara gemercik sungai juga angin yang berhembus serta tawa yang memecahkan sunyinya malam. Suatu keindahan yang tidak akan ku lupakan!

Disini kami tidak bisa mengabadikan suasana itu, karena selain gadget kami yang kami juga ga ngerti settingannya haha tapi juga..kadang ada beberapa hal yang tak perlu kamu abadikan dalam sebuah potret foto, hanya perlu dinikmati dan diingat oleh kepala dan hati.

Dokumentasi dari @ullamaron https://www.instagram.com/p/BlDQzSdhcKL/

Hari yang benar-benar indah!

Itulah keindahan Lembah Ollon yang bisa kutuliskan disini. Jika kamu berkunjung Toraja suatu hari nanti, pastikan kamu bisa berkunjung ke alam yang menakjubkan ini yaa!

Yuk kita ngetrip bareng 😀

Cheers,

Jastitahn