NuArt Sculpture Park, Galeri Seni Patung Yang Mengagumkan

NuArt Sculpture Park adalah sebuah galeri seni patung yang merupakan pusat seni hasil karya seniman kelas dunia, I Nyoman Nuarta.

Menjelajahi museum dan galeri seni adalah salah satu hal yang menyenangkan bagiku. Ketika melakukan perjalanan singkat ke Bandung beberapa waktu lalu, masih dalam perjalanan di KA Parahyangan aku iseng melihat google maps untuk mencari lokasi-lokasi yang sekiranya dekat dari kawasan Asia Afrika.

Tepat dalam pencarianku, aku menemukan sebuah galeri seni yang sepertinya menarik, yaitu NuArt Sculpture Park. Tanpa berpikir panjang, aku menunjukkan ke temanku. Ternyata temanku bahkan sudah mengetahui adanya galeri ini. Akhirnya setelah berdiskusi singkat, kami pin mengunjungi galeru seni tersebut.

Tentang NuArt Sculpture Park

NuArt Sculpture Park adalah sebuah galeri seni patung yang merupakan pusat seni hasil karya seniman I Nyoman Nuarta. Galeri ini sudah berdiri sejak 11 November 2000, yang dibangun di tanah dengan luas 3 hektar. Luas sekali yaa! Galeri ini dibangun sebagai museum pribadi yang memuat karya hasil I Nyoman Nuarta sendiri dan berbagai koleksi lainnya. Eitsss ngomong-ngomong siapa sih I Nyoman Nuarta

I Nyoman Nuarta adalah seorang seniman patung kelas dunia yang menjadi salah satu pelopor Gerakan Seni Rupa Baru (1976) juga merupakan lulusan ITB pada tahun 1979. Semua karyanya menggambarkan seni patung modern sampai gaya naturalistik. Material yang digunakan dalam padatan patungnya adalah berasal dari tembaga dan kuningan. Karya seninya sudah berada dimana-mana, salah satu karya yang paling terkenal adalah patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang ada Bali. Ia juga tergabung dalam organisasi seni patung internasional, seperti International Sculpture Center Washington (Washington, Amerika Serikat), Royal British Sculpture Society (London, Inggris), dan lainnya. 

Alamat NuArt Sculpture Park

NuArt Sculpture Park berada dikawasan Bandung Barat, tepatnya di Jl Setra Duta Raya No.L6, Ciwaruga, Kec. Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40514

Jam Operasional NuArt Sculpture Park

Jam buka NuArt Sculpture Park adalah setiap Selasa – Minggu, pukul 09.00 – 17.00 WIB

Harga Tiket Masuk NuArt Sculpture Park

Harga tiket masuk ke galeri seni patung ini terbagi menjadi 2, yaitu 

  1. Pelajar/mahasiswa adalah Rp 25.000
  2. Dewasa/umum adalah Rp 50.000

Fasilitas Menarik di NuArt Sculpture Park

Galeri ini menjadi wadah bagi seniman lokal maupun internasional untuk mengekpresikan karyanya. Terdapat beberapa fasilitas menarik yang dapat kamu temukan di galeri ini, yaitu:

Sculpture Park

Sculpture Park adalah taman seni patung yang terletak di bagian outdoor. Di taman ini kamu dapat melihat berbagai karya seni artistik buatan Nyoman Nuarta. Ada patung Waiting yaitu patung kuda dengan wajah wanita di punggung, patung Man & Cosmos, patung Paus (yang mengingatkanku pada drama korea Extaordinary Attorney), serta beragam patung lainnya yang menarik. 

Sculpture Park - Nu Art Sculpture Park

NuArt Museum & Gallery

NuArt Museum & Gallery terbagi menjadi dua lantai, dimana lantai pertama menjadi lokasi artwork sang maestro, termasuk dokumentasi pembuatan patung Garuda Wisnu Kencana. Sedangkan lantai keduanya memamerkan karya seni dari seniman nasional maupun internasional. 

NuArt Museum & Gallery
NuArt Museum & Gallery

Craft Boutique

Selain seni patung, di galeri ini juga terdapat craft boutique yang menjual aksesoris dan pernak pernik lho! Namun ketika aku berada disini, tempatnya sedang di renovasi jadi tidak bisa melihat secara keseluruhan koleksi yang ada.

Workshop

Galeri ini juga menyediakan tempat untuk melakukan berbagai jenis workshop yang berkaitan dengan seni. Jadwalnya pun biasanya diadakan di akhir pekan. Jadi kalo kamu ingin ikutan workshop nya boleh banget! 

Amphitheater

Amphitheater ini biasanya digunakan untuk berbagai event seni. Mulai dari talkshow, pemutaran film pendek, dan pertunjukan lainnya. 

Laxmi Resto

Setelah berkeliling ke berbagai spot yang ada di NuArt Sculpture Park, kamu bisa mampir ke Laxmi Resto. Menunya didominasi oleh makanan khas tradisional Bali, antara lain nasi ayam betutu rejasa, sate lilit, terong bakar matah, perkedel jagung, lawar klungah, dan telur bejek. Tersedia juga berbagai minuman segar seperti lemongrass pandan tea atau cucumber lemon. 

Laxmi Resto - NuArt Sculpture Park

Penutup

Menjelajahi galeri seni ini membuatku sadar bahwa karya seni diciptakan tidak hanya untuk keindahan semata saja, namun selalu memiliki makna tersirat yang ingin disampaikan oleh senimannya. Lagi-lagi, memang karya seni disini memang benar-benar indah, memperhatikan setiap detail dalam liak-liuk karyanya. 

Nah tertarik kah kamu untuk datang kesini? Yuk ajak pasanganmu atau keluargamu, terutama bagus sekali jika membawa anak sekolah agar terlatih untuk mengapresiasi karya seni sejak dini. Selamat menjelajah~

Cheers,

Jastitahn

Advertisement

Mengenang Sejarah Penting di Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Sejak duduk dibangku sekolah, kita selalu diperkenalkan tentang sejarah Indonesia. Dari mulai perlawanan di berbagai daerah, peristiwa sumpah pemuda, perjanjian Indonesia dengan negara lain, peristiwa G30/s pki, dan banyak sejarah lainnya dan tentunya yang ga ketinggalan adalah tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia selalu ada dalam ingatan kita. Karena materi sejarah ini selalu diperkenalkan dari mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, yang level materinya semakin naik tingkat akan diulas secara lebih dalam. Namun kadang kala, kita tidak mengingat secara detail tentang materi tersebut. Yang kita ingat seakan yang pentingnya saja, bahkan setelah lulus sekolah kita lupa akan hal itu.

Beberapa waktu lalu, ketika aku melakukan walking tour ke menteng, ada satu tempat bersejarah yang mengingatkanku kembali tentang sejarah pentingnya Indonesia. Dimana tempat ini didirikan sekitar tahun 1920-an, yang dulunya sebagai kediaman resmi konsulat Kerajaan Inggris. Lalu pada masa pendudukan Jepang, tempat ini menjadi kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda. Kini beralih fungsi dan diresmikan menjadi sebuah Museum, yang bernama Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Alamat Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Museum Permusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia terletak di Jl. Imam Bonjol No.1, RW.4, Menteng, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10310

Jam Operasional Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Selasa – Minggu pukul 08.00 – 16.00

Senin dan Hari Libur Nasional – Tutup

Harga Tiket Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Harga Tiket Museum ini terbagi menjadi 2, yaitu untuk dewasa Rp 2000 dan anak-anak Rp 1000

Tentang Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah museum yang berisi semua dokumentasi proses perumusan proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dikumandangkan pada 17 Agustus 1945. Tujuan didirikannya museum ini untuk mengingatkan seluruh warga Indonesia mengenai sejarah penting bangsa Indonesia yang tidak boleh di lupakan.

Semua benda dan barang yang bersejarah yang ada di Museum ini benar-benar asli sehingga ketika kamu berkunjung kesini, kamu akan terpana melihat barang-barang tersebut yang masih terawat dan terjaga dengan baik. Bukan hanya untuk melihat-lihat saja, tetapi kamu juga bisa membaca dan mendapatkan pengetahuan perihal proses perumusan naskah proklamasi dari pertama hingga teks proklamasinya dibacakan oleh Ir. Soekarno.

Bangunan Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Bangunan museum ini memiliki tampilan arsitektur Eropa artdeco, serta memiliki detail-detail yang menarik pada elemen-elemen bangunan seperti pada pengolahan dinding, bukaan angin, railing tangga, pintu dan jendela. Selain itu, ciri yang menonjol adalah penggunaan atap perisai dengan sudut yang curam (40º s.d. 45º), serta permainan garis-garis horisontal dan vertikal pada balustrade, dinding dan kolom bangunan.

Area Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia terdiri dari 2 lantai dan terbagi menjadi 4 ruangan penting, dimana:

Ruang I : Ruang Pertemuan

Ruang ini merupakan tempat peristiwa sejarah pertama dalam persiapan perumusan naskah proklamasi. Setelah kembali dari Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 pukul 22.00 WIB, Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebardjo diterima oleh Laksamana Maeda diruangan ini. Di Ruangan ini terdapat 3 sofa kecil dan 1 sofa panjang serta meja yang digunakan pada saat rapat pertemuan dalam membahas proklamasi kemerdekaan.  

Ruang II : Ruang Perumusan

Ruang ini merupakan tempat dirumuskannya naskah proklamasi. Dini hari menjelang pukul 03.00 WIB, Para Golongan Tua memasuki ruangan ini untuk merumuskan konsep naskah proklamasi.

Ruang III : Ruang Pengetikan

Seetelah mendapatkan persetujuan dari para hadirin, Ir. Soekarno meminta Sayuti Melik untuk mengetik naskah proklamasi. Ia mengetik di ruang bawah tangga ditemani oleh B.M Diah.

Ruang IV : Ruang Pengesahan

Ruang ini merupakan tempat disetujuinya konsep naskah proklamasi oleh seluruh hadirin yang datang, yaitu sekitar 40 – 50 orang, serta sebagai tempat disahkannya naskah proklamasi yang ditanda tangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama Bangsa Indonesia. Peristiwa ini berlangsung menjelang Subuh, Jumat 17 Agustus 1945 bertepatan pada bulan suci Ramadhan.

Galeri

Cara Menuju Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia terletak di sekitar Taman Suropati, Jakarta Pusat. Berikut Beberapa Transportasi umum yang melewati Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

  • Jika kamu menggunakan KRL, kamu bisa turun di Stasiun Cikini, lalu melanjutkan perjalanan dengan TransJakarta 5A atau 4A (TU Gas – Jelambar), kemudian turun di Halte Museum Proklamasi atau Halte Taman Suropati. Kamu juga bisa turun di Stasiun Sudirman, lalu disambung dengan Transjakarta DA3 (Dukuh Atas – Kuningan).
  • Jika kamu menggunakan MRT, kamu bisa turun di Stasiun BNI Dukuh Atas, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan Transjakarta DA3 (Dukuh Atas – Kuningan).

Penutup

Berkunjung ke museum ini cukup menyenangkan. Kita bisa mengenang sejarah proklamasi kemederkaan Indonesia sekaligus melihat barang-barang saat masa itu yang masih terjaga. Juga seperti yang Ir. Soekarno pernah katakan mengenai “Jas Merah” yang berarti Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Karena terciptanya hari ini menandakan bahwa adanya perjuangan dan pengorbanan yang pernah dilakukan dulu.

Kalau kamu penasaran dengan museum ini, kamu bisa datang kesini yaa! Kamu tidak akan bosan melihat berbagai isi yang ada di museum ini. Selamat belajar~

Cheers,

Jastitahn