Mengenang Sejarah Penting di Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Sejak duduk dibangku sekolah, kita selalu diperkenalkan tentang sejarah Indonesia. Dari mulai perlawanan di berbagai daerah, peristiwa sumpah pemuda, perjanjian Indonesia dengan negara lain, peristiwa G30/s pki, dan banyak sejarah lainnya dan tentunya yang ga ketinggalan adalah tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia selalu ada dalam ingatan kita. Karena materi sejarah ini selalu diperkenalkan dari mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, yang level materinya semakin naik tingkat akan diulas secara lebih dalam. Namun kadang kala, kita tidak mengingat secara detail tentang materi tersebut. Yang kita ingat seakan yang pentingnya saja, bahkan setelah lulus sekolah kita lupa akan hal itu.

Beberapa waktu lalu, ketika aku melakukan walking tour ke menteng, ada satu tempat bersejarah yang mengingatkanku kembali tentang sejarah pentingnya Indonesia. Dimana tempat ini didirikan sekitar tahun 1920-an, yang dulunya sebagai kediaman resmi konsulat Kerajaan Inggris. Lalu pada masa pendudukan Jepang, tempat ini menjadi kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda. Kini beralih fungsi dan diresmikan menjadi sebuah Museum, yang bernama Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Alamat Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Museum Permusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia terletak di Jl. Imam Bonjol No.1, RW.4, Menteng, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10310

Jam Operasional Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Selasa – Minggu pukul 08.00 – 16.00

Senin dan Hari Libur Nasional – Tutup

Harga Tiket Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Harga Tiket Museum ini terbagi menjadi 2, yaitu untuk dewasa Rp 2000 dan anak-anak Rp 1000

Tentang Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah museum yang berisi semua dokumentasi proses perumusan proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dikumandangkan pada 17 Agustus 1945. Tujuan didirikannya museum ini untuk mengingatkan seluruh warga Indonesia mengenai sejarah penting bangsa Indonesia yang tidak boleh di lupakan.

Semua benda dan barang yang bersejarah yang ada di Museum ini benar-benar asli sehingga ketika kamu berkunjung kesini, kamu akan terpana melihat barang-barang tersebut yang masih terawat dan terjaga dengan baik. Bukan hanya untuk melihat-lihat saja, tetapi kamu juga bisa membaca dan mendapatkan pengetahuan perihal proses perumusan naskah proklamasi dari pertama hingga teks proklamasinya dibacakan oleh Ir. Soekarno.

Bangunan Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Bangunan museum ini memiliki tampilan arsitektur Eropa artdeco, serta memiliki detail-detail yang menarik pada elemen-elemen bangunan seperti pada pengolahan dinding, bukaan angin, railing tangga, pintu dan jendela. Selain itu, ciri yang menonjol adalah penggunaan atap perisai dengan sudut yang curam (40º s.d. 45º), serta permainan garis-garis horisontal dan vertikal pada balustrade, dinding dan kolom bangunan.

Area Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia terdiri dari 2 lantai dan terbagi menjadi 4 ruangan penting, dimana:

Ruang I : Ruang Pertemuan

Ruang ini merupakan tempat peristiwa sejarah pertama dalam persiapan perumusan naskah proklamasi. Setelah kembali dari Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 pukul 22.00 WIB, Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebardjo diterima oleh Laksamana Maeda diruangan ini. Di Ruangan ini terdapat 3 sofa kecil dan 1 sofa panjang serta meja yang digunakan pada saat rapat pertemuan dalam membahas proklamasi kemerdekaan.  

Ruang II : Ruang Perumusan

Ruang ini merupakan tempat dirumuskannya naskah proklamasi. Dini hari menjelang pukul 03.00 WIB, Para Golongan Tua memasuki ruangan ini untuk merumuskan konsep naskah proklamasi.

Ruang III : Ruang Pengetikan

Seetelah mendapatkan persetujuan dari para hadirin, Ir. Soekarno meminta Sayuti Melik untuk mengetik naskah proklamasi. Ia mengetik di ruang bawah tangga ditemani oleh B.M Diah.

Ruang IV : Ruang Pengesahan

Ruang ini merupakan tempat disetujuinya konsep naskah proklamasi oleh seluruh hadirin yang datang, yaitu sekitar 40 – 50 orang, serta sebagai tempat disahkannya naskah proklamasi yang ditanda tangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama Bangsa Indonesia. Peristiwa ini berlangsung menjelang Subuh, Jumat 17 Agustus 1945 bertepatan pada bulan suci Ramadhan.

Galeri

Cara Menuju Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia terletak di sekitar Taman Suropati, Jakarta Pusat. Berikut Beberapa Transportasi umum yang melewati Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

  • Jika kamu menggunakan KRL, kamu bisa turun di Stasiun Cikini, lalu melanjutkan perjalanan dengan TransJakarta 5A atau 4A (TU Gas – Jelambar), kemudian turun di Halte Museum Proklamasi atau Halte Taman Suropati. Kamu juga bisa turun di Stasiun Sudirman, lalu disambung dengan Transjakarta DA3 (Dukuh Atas – Kuningan).
  • Jika kamu menggunakan MRT, kamu bisa turun di Stasiun BNI Dukuh Atas, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan Transjakarta DA3 (Dukuh Atas – Kuningan).

Penutup

Berkunjung ke museum ini cukup menyenangkan. Kita bisa mengenang sejarah proklamasi kemederkaan Indonesia sekaligus melihat barang-barang saat masa itu yang masih terjaga. Juga seperti yang Ir. Soekarno pernah katakan mengenai “Jas Merah” yang berarti Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Karena terciptanya hari ini menandakan bahwa adanya perjuangan dan pengorbanan yang pernah dilakukan dulu.

Kalau kamu penasaran dengan museum ini, kamu bisa datang kesini yaa! Kamu tidak akan bosan melihat berbagai isi yang ada di museum ini. Selamat belajar~

Cheers,

Jastitahn

Melihat Saksi Bisu Perjuangan ‘Founding Father’ Indonesia di Museum Joang 45

Menteng adalah salah satu kawasan bersejarah yang ada di Indonesia. Daerah Menteng menjadi kawasan penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Banyak gedung yang dipakai dalam proses perundingan ataupun berbisnis, masjid yang dulunya adalah kantor Belanda, dan lain sebagainya.

Salah satu gedung bersejarah yang ada di kawasan Menteng ini adalah Gedung Joang 45, yang dulunya merupakan bangunan Schomper Hotel yang dibangun sekitar tahun 1920-1938, dan dikelola oleh seorang warga keturunan belanda. Kini bangunan tersebut dialih fungsikan menjadi sebuah Museum, yang bernama Museum Joang 45.

Museum Joang 45 adalah saksi bisu kebangkitan dan perjuangan rakyat Indonesia, juga sebagai tempat pembelajaran dan penyimpanan barang-barang bersejarah para Pahlawan Nasional. Di museum ini, kita bisa menjelajahi momen kemerdekaan Republik Indonesia dan bagaimana perjuangan meraih kemerdekaan yang dilakukan oleh pahlawan Nasional Indonesia.

Alamat Museum Joang 45

Jl. Menteng Raya No.31, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat – 10349

Harga Tiket Masuk Museum Joang 45

KategoriHarga Tiket Masuk
DewasaRp 5000
MahasiswaRp 3000
PelajarRp 2000
Tiket Masuk Museum Joang 45, 2022

Jam Operasional Museum Joang 45

Selasa – Minggu pukul 08.00 – 16.00

Koleksi Museum Joang 45

Museum Joang 45 menyimpan banyak koleksi sejarah perjuangan kemerdekaan yang akan membuat kita kagum terhadap jasa para pahlawan. Di museum ini dipamerkan sejumlah lukisan tentang peristiwa seputar proklamasi kemerdekaan Indonesia. Ada beberapa diorama yang menggambarkan suasana Gedung Menteng 31 pada masa kemerdekaan dan orasi Soekarno dalam Rapat Besar di Lapangan IKADA pada 19 September 1945. Ada juga arsip dokumentasi berupa foto-foto dan patung dada dari para tokoh pergerakan kemerdekaan. Di museum ini pun terdapat kendaraan kepresidenan yang digunakan Presiden dan Wakil Presiden pertama Indonesia, dan juga Mobil Peristiwa Pemboman di Cikini.

Fasilitas Museum Joang 45

Selain dokumentasi sejarah, Museum Joang 45 pun dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain:

  • Ruang pameran tetap dan temporer disertai pojok multi media.
  • Bioskop joang 45 yang khusus menayangkan film dokumenter dan film tentang perjuangan pada jaman dahulu.
  • Perpustakaan yang menyimpan referensi ilmiah, terletak di samping kanan gedung.
  • Children room sebagai ruang khusus untuk menunjang kreativitas anak
  • Foto studio yang menyimpan banyak kostum pahlawan yang bisa disewa oleh pengunjung yang ingin berfoto.
  • Toko souvenir.
  • Masjid sebagai tempat ibadah.
  • Kantin Joang yang menyediakan berbagai makanan yang lezat untuk para pekerja dan pengunjung museum,
  • Halaman belakang yang cukup luas dan teduh

Lengkap sekali bukan? Dengan fasilitas yang ada tersebut, kita bisa mengajak keluarga atau orang-orang tercinta untuk mengunjungi museum bersejarah ini.

Baca juga: Museum Layang-layang Indonesia

Manfaat Berkunjung ke Museum Joang 45

Sejarah kemerdekaan Indonesia merupakan hal penting yang harus kita ketahui. Ada banyak manfaat untuk kita belajar ketika kita berkunjung ke Museum ini, antara lain:

Mengenal kisah sejarah bangsa Indonesia

Kisah sejarah bangsa Indonesia begitu kompleks. Bahkan setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki sejarahnya masing-masing. Namun, yang paling penting untuk diketahui oleh kita ialah sejarah tentang kemerdekaan Indonesia, dimana menceritakan cikal bakal terbentuknya Indonesia hingga seperti sekarang ini.

Museum Joang 45

Memahami proses perjuangan para pahlawan

Seperti yang kita tau bahwa kemerdekaan tidak diperoleh dengan mudah, melainkan butuh perjuangan yang luar biasa. Dari perjuangan para pahlawan yang rela berkorban demi bangsa Indonesia, kita bisa belajar untuk lebih baik dalam menghadapi tantangan kehidupan ini. Ingatlah bahwa pengalaman adalah guru terbaik.

Museum Joang 45

Menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air

Membaca perjuangan para pahlawan Indonesia kala itu, tentunya akan membuat kita sadar bahwa memang sudah sepantasnya kita menanamkan rasa cinta terhadap tanah air. Mari kita tanam rasa cinta ini di dalam hati kita dan sebarkan semangat pada orang-orang di sekitar kita.

Sebagai Destinasi Wisata

Berkunjung ke museum ini bisa menjadi hiburan yang mengasyikkan sekaligus menjadi destinasi wisata yang cukup bagus.

Baca juga: Museum Kereta Api Indonesia

Cara Menuju Museum Joang 45

  • Jika kamu menggunakan KRL, kamu bisa turun di Stasiun Gondangdia, lalu jalan sekitar 300m
  • Jika kamu menggunakan Trans Jakarta, kamu bisa turun di Halte Kwitang Jalur Koridor 3, jurusan Harmoni – Pulogadung

Nah itulah beberapa ringkasan mengenai Museum Joang 45. Tertarik untuk mengunjunginya? Ayo rencanakan kunjungan ke museum ini yaa! Selamat berlibur dan selamat belajar tentang sejarah Indonesia ~

Cheers,

Jastitahn