Goa Kristal, Surga Tersembunyi di Nusa Tenggara Timur

Goa Kristal, sebuah goa yang memiliki air yang jernih berwarna biru bagaikan kristal yang berkilau. Goa ini Berada di Nusa Tenggara Timur.

Pernahkah kamu berkunjung ke sebuah Goa? Goa merupakan sebuah lubang alami di tanah yang cukup besar dan dalam yang beberapa bagian di dalamnya tidak menerima cahaya matahari. Biasanya goa berisi sarang kelelawar, genangan air, dan stalaktit.

Saat aku berkunjung ke Nusa Tenggara Timur, tepatnya Kupang, ada sebuah Goa yang memiliki air yang jernih berwarna biru bagaikan kristal yang berkilau. Namanya Goa Kristal. Goa kristal adalah salah satu surga yang tersembunyi, yang saat ini menjadi destinasi wajib yang harus dikunjungi ketika berada di Kupang.

Lokasi Goa Kristal

Goa Kristal berada di Desa Bolok, Kec. Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Akses ke Goa Kristal

Akses ke Goa Kristal sebenarnya tidak sulit. Dari pusat Kota Kupang perjalanan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit berkendara. Dengan berpatokan pada Kantor Dit Polair Polda NTT di Pelabuhan Bolok, kemudian kita akan memasuki sebuah jalan kecil dan menemukan tulisan Wisata Goa Kristal pada sebelah kiri jalan. Lokasinya berada di pinggir jalan dan masih belum dibuat sarana yang lebih baik dari saat ini. Kita bisa memarkirkan kendaraan kita di depan atau di samping sebuah rumah.

Lalu, dari parkiran kita harus berjalan sekitar 500 meter untuk tiba di pintu masuk goa. Biasanya Goa Kristal ini mulai dibuka pukul 11.00 – 17.00. Karena di waktu tersebut, matahari sedang bersinar terang sehingga cahaya matahari bisa masuk kedalam Goa untuk menerangi.

Goa Kristal
Jalanan untuk Menuju Pintu Masuk Goa Kristal

Waktu tiba di Goa Kristal ini, waktu masih menunjukkan pukul 10.00, namun jangan khawatir di pintu masuk Goa Kristal ini tertera contact yang bisa dihubungi. Nantinya guidenya akan langsung datang menemani kita menuju dasar Goa dengan membawa beberapa senter.

Goa Kristal
Pintu Masuk Goa Kristal

Memasuki Goa Kristal

Di bibir Goa Kristal, terdapat tulisan Welcome To Goa Kristal. Kemudian begitu memasuki Goa Kristal ini kita harus membuka alas kaki. Hal ini dikarenakan batu-batu yang akan kita injak licin.

Goa Kristal
Welcome To Goa Kristal

Menuruni Goa Kristal hingga ke dasar sepanjang 20 – 25 meter ternyata cukup menantang dan menegangkan. Tentunya juga melewati bebatuan besar dan terjal. Guide nya memberi arahan kepada tamu yang berkunjung tentang pijakan kaki mana yang seharusnya di injak. Beberapa bebatuannya memang cukup licin, sehingga kita harus berhati-hati dan mencari pegangan tangan pada batu lainnya.

Baca juga: Goa Sarang, Sabang

Goa Kristal
Bebatuan yang dilewati untuk mencapai Goa Kristal

Begitu sampai di dasar Goa, guide langsung memasang senter pada sebuah dudukan lampu, agar air didalam goa terlihat. Dan memang airnya berwarna biru dan sangat bersih juga jernih. Airnya terasa payau (campuran air tawar dan air laut) dan katanya air di dalam goa ini tersambung hingga ke laut. Kolam airnya tidak besar, hanya sekitar panjang 10m dengan lebar 3m, dan kedalaman 10m – 15m.

Di Goa Kristal ini kita bebas untuk berfoto, berenang, melompat dari batu ataupun sekedar bermain air. Segarnyaaa!

Ketika pancaran sinar matahari masuk melalui celah-celah gua dan memantulkan cahayanya hingga dasar air, disitulah kita akan melihat kilauan warna biru yang menakjubkan bagaikan kristal. Sungguh indahnya!

Goa Kristal
Goa Kristal

Letak Goa Kristal ini berada di dalam celah Goa Karst. Kita bisa melihat pemandangan dinding-dinding goa yang dipenuhi dengan stalaktit dan ada beberapa kelelawar juga.

Harga Tiket Goa Kristal

Harga tiket masuk Goa Kristal sebesar Rp 5000/ orang, dan untuk guidenya adalah Rp 100.000

Fasilitas Goa Kristal

Di Goa Kristal ini belum memiliki fasilitas apapun yang memadai. Bahkan warung pun tidak ada. Untuk mandi pun, kita masih harus menumpang ke rumah yang dijadikan sebagai tempat parkir.

Penutup

Goa Kristal menjadi tempat yang wajib untuk dikunjungi jika berkunjung ke Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dengan kilauan birunya dan segarnya air di Goa Kristal ini, membuatku bahagia dan bersyukur bisa datang kesini. Semoga wisata Goa Kristal ini bisa mulai dan harus diperhatikan lagi oleh pemerintah setempat. Yuk rencanakan liburanmu kesini. Selamat berlibur~

Cheers,

Jastitahn

Menjelajah Labirin Mulut Seribu, Rote

Menyusuri keindahan Mulut Seribu yang bagaikan memasuki Labirin di Tengah Laut. Menjelajah gugusan pulau-pulau kecil dengan kapal kayu bermotor.

Tahukah kamu mengenai Labirin?
Labirin adalah merupakan tempat yang penuh dengan jalan dan lorong yang berliku-liku. Pernahkah kamu memasuki sebuah Labirin? Kalau aku pernah beberapa kali. Salah satu yang aku ingat adalah Labirin di Taman Bunga Nusantara, yang katanya menjadi salah satu Labirin terbaik di Indonesia. Aku jadi teringat dengan film maze runner yang mencari jalan keluar dari sebuah Labirin. Iyaa benar! Ketika kita memasuki sebuah Labirin, kita akan berkeliling mencari jalan keluar Labirin tersebut.

Nah, ada satu hal unik yang aku temui ketika aku berkunjung ke Rote. Aku seakan menyusuri sebuah Labirin, namun Labirin ini berada di tengah laut. Masa iya sih? Iyaaa! Namanya Mulut Seribu. Mulut Seribu adalah sebuah pantai yang memiliki gugusan pulau pulau kecil. Kita akan menyusuri pulau-pulau ini dengan menggunakan kapal kayu bermotor. Kalau dilihat dari maps, bentuk Mulut Seribu terlihat seperti ini.

Mulut Seribu
Bentuk Mulut Seribu

Pulau-pulau kecil yang terhampar di Teluk Mulut Seribu ini seakan memiliki jalan masuk dan jalan keluarnya. Seperti memasuki sebuah Labirin bukan? Nahkoda kapal harus tahu mana jalan yang harus dilalui agar tidak tersesat.

Lokasi Mulut Seribu

Mulut Seribu ini berlokasi di Daiama, Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Cek melalui google maps

Dinamakan Mulut Seribu

Menurut warga setempat, dinamakan Mulut Seribu karena tempat ini mempunyai banyak tebing dan karang di sekitarnya seperti membentuk gua dan terlihat mempunyai banyak “mulut.” Tebing dan karang ini terbentuk secara natural loh!

Sewa Kapal di Mulut Seribu

Untuk menyusuri Mulut Seribu, kita harus menyewa kapal nelayan. Biaya sewa kapalnya sendiri berkisar Rp500ribu – Rp1 juta rupiah. Kamu bisa langsung datang ke titik Mulut Seribu beach yang ada di maps, atau bisa memesan kapalnya terlebih dahulu melalui mama vins, seorang ibu yang memiliki warung di dekat berlabuhnya kapal-kapal nelayan. Bisa hubungi aku yaa kalau mau contact ibunya.

Perjalanan ke Mulut Seribu

Perjalanan ke Mulut Seribu adalah perjalanan menyusuri laut, melewati tebing-tebing yang indah yang disuguhkan dengan pemandangan batu-batu karang yang ditumbuhi oleh pepohonan. Airnya tenang dan berwarna hijau tosca. Benar-benar indah dan mempesona!

Mulut Seribu
Pesona Mulut Seribu
Mulut Seribu
Indahnya Mulut Seribu

Menjelajah Mulut Seribu ini kira-kira membutuhkan waktu 2 – 3 jam (PP). Karena ternyata kita menyusuri gugusan pulau-pulaunya ini sampai dengan pulau teratas. Ditengah perjalanan, kapal yang aku naiki menepi sebentar untuk menurunkan seorang bapak yang ikut dalam kapal kami. Ternyata, ada pulau yang dihuni oleh beberapa warga yang hanya berjumlah 8 Rumah. Unik sekali bukan? Bapak ini diturunkan, lalu Ia harus melanjutkan perjalanannya menggunakan perahu kecil. Nama pulau yang dihuninya adalah Oeinalain. Waah aku cukup amaze karena perjuangan mereka untuk bisa bertahan hidup sebesar itu. Aku kurang tau mengapa Bapak itu memilih tinggal disana karena aku tidak menanyakan secara detailnya.

Mulut Seribu
Berganti ke perahu kecil untuk menuju Oeinalain

Perjalanan terus dilanjutkan hingga akhirnya berada pada titik teratas di kawasan Mulut Seribu ini. Disini kapal bisa berhenti sejenak kalau ada tamunya yang ingin berenang ataupun kapal akan berbalik arah untuk kembali pulang. Di titik ini pun kita bisa melihat pulau yang dijadikan sebagai tempat peristirahatan oleh para nelayan rumput laut. Mereka sengaja mendirikan rumah singgah dan ada beberapa perahu kecil didepannya.

Mulut Seribu
Mulut Seribu

Menjelajah Mulut Seribu ini menjadi satu hal yang sangat menyenangkan bagiku dan aku syukuri. Ternyata Indonesia memiliki alam seindah itu! Kita sebagai warga Indonesia memang sudah sepatutnya bangga dengan alam yang kita punya. Pengalaman yang sangat mengesankan untukku bisa menginjakkan kakiku ke bagian terselatan Indonesia.

Cheers,

Jastitahn