Tentou The Sky Scape, Cafe Kekinian di Semarang

Menjelajah berbagai tempat adalah hal yang sangat menyenangkan. Dari mulai wisata alam dan kota, museum dan galeri, ataupun kuliner. Untuk kuliner aku selalu mencari cafe untuk bisa dijadikan tempat mengobrol di malam hari. Waktu aku berkunjung ke Semarang, aku menemukan cafe baru yang baru saja lauching beberapa hari sebelumnya. Cafe ini bernama Tentou The Sky Scape, sebuah cafe yang mengusung konsep kekinian ala Jepang.

Lokasi Tentou The Sky Scape

Lokasi Tentou The Sky Scape berada di Rooftop SMK LPI, Jalan Menoreh Utara Raya No.11, Sampangan, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50236.

Jam Buka Tentou The Sky Scape

Setiap Hari dari mulai pukul 09.00 – 23.00 WIB

Tentou The Sky Scape

Cafe ini berada di rooftop lantai empat, sehingga kita harus menaiki lift terlebih dahulu untuk sampai di lokasi. Begitu sampai, kita akan di sambut dengan konsep cafe yang unik dan begitu hangat. Cafe ini memiliki area indoor dan outdoor, dengan nuansa abu-abu yang dilengkapi oleh furniture kayu. Di bagian outdoor terdapat tanaman disekelilingnya dengan lampu-lampu taman yang menyala ketika malam.

Suasananya cukup nyaman, apalagi di tambah udara semilir khas ketinggian yang sepoi sepoi. Ohyaa karena berada di ketinggian, kita bisa melihat view kota Semarang lho!

Minuman dan makanannya pun cukup affordable. Aku memesan karameru (caramel latte) dan juga Calamari Enoki Tempura. Waah cukup kaget karena cemilannya rasanya enak! Bumbunya menyatu sempurna dan rasa mayonesenya pun juara. Aku dan temanku pun saling setuju kalau rasanya memang oke.

Kami menikmati suasana cafe ini dengan berbalut canda dan tawa. Cukup menyenangkan, tidak begitu ramai dan juga tidak sepi. Yang dimana keadaan ini jadi salah satu pencarian ku kalau mencari tempat untuk berkumpul.

Kalo kamu lagi berada di Semarang dan ingin mencari tempat nongkrong di sore atau malam hari, bisa datang ke Tentou The Sky Scape nih! Letaknya deket kok dari Simpang Lima, hanya 15 -20 menit aja. Selamat berkumpul ria bersama teman atau keluarga yaa!

Cheers,

Jastitahn

Dharma Boutique Roastery, Kedai Kopi Unik di Semarang

Dharma Boutique Roastery, sebuah kedai kopi unik yang terletak di Semarang ternyata memiliki sejarah penting akan perkopian di Indonesia lho!

Berkembangnya coffee shop di berbagai tempat saat ini, seakan coffee shop menjadi salah satu list tempat yang bisa di datangi ketika berkunjung ke sebuah kota. Salah satunya kota Semarang yang memiliki kedai kopi unik dengan sejarah penting akan perkopian di Indonesia, namanya Dharma Boutique Roastery.

Tidak seperti kedai kopi pada umumnya, bagian depan Dharma Boutique Roastery hanya sebuah bangunan berjendela kecil dengan satu pintu besi bercat abu-abu sebagai pintu masuk. Didalamnya, kita bisa melihat halaman rumah Belanda yang menyatu dengan kedai kopinya.

Alamat Dharma Boutique Roastery

Dharma Boutique Roastery ini berlokasi di Semarang, tepatnya di Jl. Wotgandul Barat No.14, Kranggan, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50137

Tentang Dharma Boutique Roastery

Biji Kopi Dharma Boutique Roastery

Kedai Kopi Dharma Boutique Roastery ini bisa terbilang cukup kecil. Di dalamnya hanya ada satu ruangan yang berisi puluhan toples biji kopi, baik yang jenisnya Arabica maupun Robusta. Kedai kopi ini sebenarnya fokus menjual biji kopi, sehingga tidak memiliki banyak menu yang ditawarkan, hanya ada kopi hitam saja. Tapi sekarang konsepnya berganti jadi slow bar dan menjadi ruang interaksi. Kedai kopi ini pun hanya menyediakan empat meja untuk pengunjung sehingga terasa eksklusif.

Area Dharma Boutique Roastery
Sumber: Kompas.com

Pengunjung yang ingin meminum kopi di tempat, bisa memilih biji kopi yang tersedia, bahkan diperbolehkan untuk mencium aromanya terlebih dahulu. Kemudian dilakukan penggilingan dengan mesin yang ada dan di seduh secara manual (manual brewing) tanpa mesin espresso dan siap disajikan ke pengunjung. Kita bisa melihat tahapan proses tersebut secara seksama.

Sudut cantik Dharma Boutique Roastery

Sudut ruang yang ada di kedai kopi ini pun cukup menarik. Kita bisa memotret area yang ada di area ini, juga rumah Belanda yang berada disampingnya.

Waktu kesini, sedang ada wartawan media yang mencari tahu informasi tentang kedai kopi ini bersama pemiliknya langsung, yaitu Pak Basuki. Beruntungnya, aku dan temanku diajak untuk melihat pabrik kopi yang ternyata berada di belakang kedai ini.

Baca juga: Coffee Shop Kekinian di Malang

Tentang Pabrik Kopi Margo Redjo

Bagian depan Pabrik Margo Redjo

Pemilik Pabrik ini adalah kakeknya Pak Basuki, yang bernama Tan Tiong Ie. Pada tahun 1924, kakeknya kembali ke Semarang dan melihat akan potensi kopi yang cukup besar, dimana belum ada pemrosesan untuk kopi robusta pada saat itu. Sehingga kakeknya membuka pabrik kopi yang dinamakan Margo Redjo dan mulai mengoperasikannya.

Mesin Kopi tahun 1927

Singkatnya, pabrik kopi ini sukses dan banyak melakukan ekspor ke berbagai negara. Hingga kakenya membeli mesin kopi besar dari Belanda tahun 1927. Mesin kopi ini bisa memuat 100kg biji kopi, dimana kecepatannya dalam mengoperasikan penyangrai-an kopi hanya membutuhkan waktu 20 menit.

Pada tahun 1930, produksi kopi mulai turun dikarenakan adanya krisis ekonomi di Amerika Serikat, yang efeknya menyebar ke seluruh dunia dan juga berpengaruh pada pabrik Margo Redjo sebagai ekspor kopi terbesar pada saat itu. Beberapa tahun setelah krisis ekonomi tersebut pun terjadi perang dunia. Sehingga menyebabkan krisis yang semakin parah.

Ditambah lagi ketika Jepang masuk ke Indonesia, produksi kopi ini berhenti total, karena pasokan gas batubara dari Nederlands Indische Gas Maatschappij dihentikan. Sementara mesin kopi yang dioperasikan membutuhkan gas batubara. Akhirnya mesin penggilingan kopi dinyatakan drop karena tidak bisa digunakan lagi.

Sejak saat itu perubahan permintaan pasar mulai bergeser dari biji kopi ke kopi sachet yang lebih murah dan tahan lama. Penggilingan kopi pun tidak lagi masif. Tapi pabrik ini tidak pernah benar-benar berhenti, hanya saja produksi terus menurun dan tidak bisa lagi bersaing.

Pak Basuki pun mengatakan bahwa sekitar 200 ton atau sekitar 60 persen ekspor kopi yang dilakukan Indonesia pada saat itu, diproduksi oleh pabrik kopi Margo Redjo. Waah mengesankan sekali bukan?

Mesin-mesin pembuat kopi Pabrik Margo Redjo

Mesin penyangrai-an kopi yang memuat 100kg biji kopi pun masih ada sampai sekarang. Bahkan mesin kopi lainnya seperti mesin penggilingan pun juga masih tersedia. Pabrik kopi Margo Redjo membuat sejarah tentang kopi di Indonesia.

Rumah Pemilik Dharma Boutique Roastery

Datang ke kedai kopi ini menjadi satu pengalaman yang menarik bagiku. Bisa melihat biji kopi Indonesia yang beragam, melihat proses pembuatan kopi secara manual, hingga melihat mesin kopi besar yang masih terjaga hingga kini. Menyenangkan sekali rasanya!

Buat kamu yang berkunjung ke Semarang, bisa coba datang ke kedai kopi Dharma Boutique Roastery ini yaa! Buka dari pukul 09.00 – 16.00. Kamu tidak hanya mendapatkan kenikmatan kopi disini, tapi juga akan wisata kopi lho!

Cheers,

Jastitahn