Tidak Sesuai dengan Keinginan

Beberapa keinginan kadang
tidak berjalan sesuai dengan kenyataan,
Beberapa mimpi kadang
harus rela menjadi hal yang tidak pernah terjadi.

Belajar menerima apa yang sudah
di takdirkan semesta adalah salah satu cara cara menjadi dewasa.
Lebih peka terhadap sekitar,
Bukan lagi ego yang menjadi nomor satu.

Beberapa bulan lalu, aku memposting tulisan diatas melalui instagramnya @bhumi.space. Hmm.. iya belajar menerima segala hal dalam hidup kita memang bukan perkara mudah, tapi aku selalu percaya dengan apa yang Umar bin Khattab katakan bahwa

Apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku

Umar bin Khattab

Skenario Allah selalu indah. Apapun yang terjadi dalam hidup kita, semua sudah diatur oleh-Nya. Janganlah khawatir jika kita tidak mendapatkan yang kita inginkan. Karena disitulah kita diuji, diuji untuk menjadi lebih sabar, menjadi lebih taat, hingga akhirnya kita akan mendapat sesuatu yang jauh lebih indah dibandingkan yang kita harapkan.

Kadang kita suka ga sabar dan marah kalau hidup ga berjalan sesuai yang kita mau. Padahal sesungguhnya yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut Allah, dan begitupun sebaliknya. Karena takdir Allah sempurna. Kita yang belum menyadarinya sedari awal.

Jastitahn

Belajar untuk selalu berbaik sangka pada Allah yang menciptakan kita nyatanya ga selalu mudah, tapi bukan berarti susah dan kita ga bisa. Namanya juga hidup, semua butuh proses. InsyaAllah jalan kita akan dipermudah, jika kita bisa selalu bertawakal dan berada dijalan-Nya.

Cheers,

Jastitahn

Advertisement

Semua yang Bernyawa Pasti Akan Mati

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.

(QS Al-Imran: 185)

Bulan februari lalu, mbah ku yang berusia 85 tahun dipanggil oleh Sang Pencipta. Iya, mbahku sakit sudah hampir setahun. Beberapa kali aku menjenguknya ke Bandung. Hingga hari itu kabar duka datang menghampiri. Aku menangis saat mendengar beritanya. Jujur aku tidak banyak memiliki kenangan indah bersamanya, tapi mbah selalu baik kepada ku. Mbah yang masih semangat untuk melakukan sholat dan pekerjaan rumah, yang suka tiba tiba cerita tentang masa mudanya. Pendegaran mbah ku sudah berkurang, namun penglihatannya masih tajam. Sering kali kita menjawab dengan tulisan apabila beliau tidak tau apa yang kita bicarakan. Kepergian mbah membawa tangis semua keluarga.

Kemudian selang 33 hari setelahnya, pakde ku menyusul mbah pulang kepadaNya. Pakde ku yang juga sakit terkena diabetes basah, yg bahkan bagian punggung kaki telah diamputasi. Berita duka datang dua kali dalam waktu yang singkat.

Dari kejadian ini mengingatkanku akan kematian yang sebenarnya sangat dekat dengan kita. Kita tidak tau kapan waktunya tiba, tapi kita semua pasti akan menghadapinya. Tapi apa yang sudah kita persiapkan untuk itu?

Kadang kita sebagai manusia suka lupa kalau kita terlalu sibuk mengejar dunia hingga kita lupa siapa yang menciptakan kita. Kita lalai menjalankan kewajiban kita sebagai umatNya. Kita terlalu angkuh, seakan semua yang kita punya di dunia ini bukan karenaNya.

Baca juga: RencanaNya Selalu Indah

Padahal kita bukanlah apa-apa tanpaNya.
Padahal semua hal yang terjadi dalam hidup ini adalah atas izinNya.

Maka berbuat baiklah sebanyak-banyaknya selama kita masih hidup didunia,
Bertaubatlah atas segala dosa yang kita perbuat,
Dan selalu ingatlah kepadaNya dalam keadaan apapun.

Jadikanlah diri kita manusia yang selalu bertawakkal dan berhusnuzan kepadaNya, atas segala hal yang terjadi dalam hidup kita.

Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung

Cheers,

Jastitahn