Bandung Walking Tour

Berkeliling dan berjalan-jalan ke kota Bandung, tidak lengkap rasanya apabila tidak mengunjungi Jalan Asia Afrika. Kawasan Asia Afrika adalah salah satu kawasan yang terdapat banyak bangunan yang memiliki nilai sejarah. Bagaimana tidak, bangunan yang ada di sepanjang jalan ini mayoritas adalah bangunan tempo dulu bernuansa Eropa bergaya art deco yang dimana saat ini sudah dialih fungsikan menjadi sebuah kantor.

Setiap wekeend, banyak wisatawan yang datang dan memenuhi kawasan ini. Mereka berjalan kaki dan berfoto ria di jalanan. Kawasan Asia Afrika seakan menjadi pusat dari kota Bandung yang tak pernah sepi. Apalagi letaknya yang berada di Alun-Alun Kota Bandung dan juga Jl. Braga yang cukup eksis. Banyak wisata kuliner Bandung yang bisa kita cicipi ataupun sekedar minum kopi di cafe.

Menjelajahi kawasan Asia Afrika yang bersejarah dengan berjalan kaki atau sekarang ini terkenal dengan nama walking tour, nyatanya cukup menyenangkan. Berikut ini tempat-tempat di kawasan Asia Afrika Bandung yang memiliki nilai sejarah di masa lalu.

Gedung Eks Bank NIEM

Titik mula menjelajahi kawasan Asia Afrika yaitu mengunjungi Gedung Eks Bank Niem (Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij) yang letaknya persis didepan Alun-Alun dan Masjid Raya Bandung. Gedung ini didirikan pada tahun 1857. Lalu pada tahun 1960, gedung ini dinasionalisasi oleh pemerintah RI menjadi Bank Dagang Negara, yang kemudian di merger dengan Bank Mandiri hingga saat ini.

Gedung Eks Bank NIEM
Gedung Eks Bank NIEM

Gedung Nedhandel NV

Tak jauh dari Eks Bank NIEM, terdapat gedung Eks NV Nederlandsche Handel-Maatschappij te Bandoeng yang merupakan Biro dagang Hindia-Belanda yang didirikan pada tahun 1912. Lalu gedung ini juga dinasionalisasi oleh pemerintah RI dan menjadi bagian dari Bank Mandiri hingga kini. Gedung Eks Bank NIEM dan Gedung Nedhandel IV ini dirancang oleh Arsitek Cuypers en Hulwits dengan gaya art deco.

Gedung Nedhandel NV
Gedung Nedhandel NV

Kantor PLN Disjabar

Setelah melewati terowongan yang memiliki quotes dari Pidi Baiq, ada sebuah kantor PLN Disjabar. Gedung ini sebelumnya adalah Eks Gedung NV Gebeo, yang merupakan sebuah perusahaan listrik Hindia-Belanda yang dibangun pada tahun 1933 oleh Arsotek W. Schoemaker.

Gedung Merdeka

Gedung Merdeka awalnya merupakan sebuah tempat sosialita elit Hindia Belannda yang bernama Societeit Concordia pada tahun 1921. Pada masa pendudukan Jepang, Gedung Societeit Concordia berubah nama menjadi Dai Toa Kaman. Yang dimana fungsinya tidak lagi menjadi tempat berkumpulnya orang elit, melainkan sebagai tempat pertemuan dan pusat kebudayaan. Pada saat Jepang takluk di tangan sekutu, gedung ini menjadi menjadi kantor pusat pemerintahan Kota Bandung. Yang akhirnya gedung ini dipilih menjadi ruang Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. Kini kamu bisa melihat gedung ini yang akhirnya dijadikan sebagai museum Konferensi Asia Afrika. Untuk tiket masuk ke Museum ini gratis, namun kamu perlu membuat reservasi terlebih dahulu sebelum datang ke museum ini.

Baca juga: Walking Tour ke Pasar Baru

Gedung Merdeka
Gedung Merdeka

Bank OCBC NISP

Awalnya gedung ini adalah toserba De Vries milik seorang Belanda bernama Andreas de Vries, yang datang ke Bandung pada 1899. Setelah kemerdekaan Indonesia, bangunan ini sempat beralih fungsi menjadi Studio Foto Goodland, lalu Restoran Pepping, dan Restoran Padang hingga terlantar. Namun pada tahun 2011, Gedung De Vries ini  direnovasi dan difungsikan sebagai bangunan cagar budaya. Lalu diresmikan sebagai kantor OCBC NISP Tbk hingga saat ini.

Bank OCBC NISP
Bank OCBC NISP

Hotel Savoy Homann

Hotel Savoy Homann adalah hotel heritage yang berada di kawasan Asia Afrika dan merupakan hotel pertaama yang ada di Bandung. Bangunan ini dibangun pada tahun 1871, yang dirancang oleh Arsitek Belanda A. Aalbers. Dulunya, hotel ini dimiliki oleh keluarga Homann, berkebangsaan Jerman. Kata Savoy ditambahkan  pada tahun 1940 untuk menggambarkan kemegahannya. Sekitar 80 tahun kemudian, hotel ini menjadi miliki Yayasan Karyawan Bank Indonesia dan berubah nama menjadi Hotel Savoy-Homann Bidakara.

Hotel Savoy Homann
Hotel Savoy Homann

Sepanjang jalan Asia Afrika ternyata memiliki nilai sejarah penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Berbagai gedung yang dijadikan cagar budaya tetap digunakan sebagai sebuah kantor aktif hingga saat ini. Hal inilah yang tentunya bisa menjadi sebuah pelajaran untuk kita semua dan bisa membuat kita tetap menghargai sejarah yang ada.

Buat kamu yang tertarik untuk mengunjungi kawasan Asia Afrika ini, bisa coba menelusuri tempat-tempat bersejarah ini ya. Selamat menjelajah~

Cheers,

Jastitahn

Advertisement

Author: Jastitahn

an ordinary girl who loves traveling and sharing with other people

21 thoughts on “Bandung Walking Tour

  1. menyusuri jalan Asia Afrika, mengingatkan sejarah besar bangsa kita saat itu yang mampu menjadi pemrakarsa dan penyelenggara konferensi dari negara-negara di benua Asia dan afrika.

    Like

  2. Belum pernah masuk ke Gedung Merdeka.
    Padahal beberapa kali mereka punya program “Night at Museum” dan sampai antri-antri buat masuk ke dalamnya. Seneng banget yah, liat anak muda yang tetap mencintai sejarah kota dan makna bangunan bersejarah.

    Like

  3. Kaa…makasih banyak loh infonya. Ini lumayan banget jadi rekomendasi tempat photoshoot. Ngapain jauh-jauh ke jogja iya si pak bos ku, toh di bandung juga jalanannya banyak gedung-gedung tua yang oke punya juga untuk photoshoot gini.

    Like

  4. Ya ampun, mba. Pas banget mau liburan ini. Sama suami udah pingin banget ngerasain jalan2 ke Bandung, berhubung ga pernah ke Bandung, jadi tau apa-apa aja yang harus didatangi kesana nanti. Thankyou infonya, mbaa.

    Like

  5. berjalan kaki di sekitar pusat kota bandung selalu menarik, saya ingin mengulanginya lagi jika berkunjung ke kota ini.

    Like

  6. Pas numpang lewat ke Bandung, aku justru lewat di gedung satenya sama di gedung merdekanya. Kalau area gedung sate itu rindang banget, kalau di gedung merdeka vibenya oldist poll. Ah, jadi pengen balik lagi ke Bandung. ❤️

    Like

  7. Bagus-bagus ya mbak… historical banget. Sayang kemarin pas ke Bandung nggak sempat jalan-jalan karna ngepasin hujan deres beberapa hari berturut-turut… 😥

    Like

  8. Sudah pernah ada rencana buat jalan jalan ke Bandung tapi sampai sekarang belum terlaksana, semoga saja bisa segera meluncur kesana hehehe

    Like

  9. Bandung emang estetik, sempet pernah lewat daerah ini. tampilannya ya emang legend, keren. Meski bandung sekarang ga se sejuk dulu, tapi ya ga sepanas jakarta atau cirebon lah

    Like

  10. Mirip sama kawasan kota tua Jakarta ya, bangunan-bangunan jaman dulu juga digunakan jadi kantor, bank, museum, dll.

    Like

  11. Uwaah..
    Sebegitu aesteticnya Bandung, heheh…kotaku.
    Selain memang banyak bangunan bersejarah, kalau capek jalan di sekitaran Asia Afrika, lebih tepatnya di Braga, ada banyak kulineran legend yang sejak tahun baheula dan masih sangat dirindukan bisa dinikmati aneka kuliner mantul!
    Ke Bandung tuh berasa shooting film aja yaa.. Heheh~ ((lebbaaii))

    Like

  12. Aku pernah numpang lewat di daerah ini. Kawasannya oldiest banget, mirip daerah tunjungan surabaya. Sayangnya belum berkesempatan masuk ke museumnya, semoga bisa wisata sejarah ke sini lagi. 😉

    Like

  13. Seumur hidup saya baru pertama kali lho masuk Gedung Merdeka pas bawa anak liburan Juli lalu 🤣 jujur auranya koq serem ya. Apa karena bangunan heubeul?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s