Menteng Walking Tour

Siapa yang suka walking tour?

Walking tour adalah sebuah perjalanan tour yang ditempuh dengan berjalan kaki. Sebenarnya ada beberapa komunitas yang sering mengadakan kegiatan walking tour ini, seperti @jktgoodguide, @bersukariawalk, dll.

Namun sebenarnya bisa loh kalau kamu mau lakukan perjalanan ini bersama teman, sahabat ataupun pasangan. Kamu bisa merencanakan sendiri. Dari mulai mencari rute jalannya, menentukan tempat mana saja yang akan didatangi, hanya dengan mengikuti maps. Salah satu walking tour yang bisa kamu coba adalah menjelajahi kawasan Menteng.

Menteng adalah salah satu kawasan bersejarah yang ada di Indonesia. Daerah Menteng menjadi kawasan penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Banyak gedung yang dipakai dalam proses perundingan ataupun berbisnis, masjid yang dulunya adalah kantor Belanda, dan lain sebagainya.

Kemana aja sih rutenya kalau Menteng Walking Tour?

Rute untuk Menteng Walking Tour ini dimulai dari stasiun gondangdia. Kemudian kamu bisa memulai perjalanan dengan berjalan kaki menjelajahi kawasan Menteng yang menjadi kawasan bersejarah bagi Indonesia.

1. Museum Djoang 45

Dari stasiun gondangdia, kamu harus berjalan kearah kiri untuk mengunjungi Museum Djoang 45. Museum Djoang 45 adalah museum dengan saksi biksu kebangkitan dan perjuangan rakyat Indonesia, juga sebagai tempat pembelajaran dan penyimpanan barang-barang bersejarah para Pahlawan Nasional. Selengkapnya bisa baca disini.

Museum Joang 45
Museum Joang 45

2. Masjid Cut Meutia

Selanjutnya adalah ke Masjid Cut Meutia. Loh kok ke Masjid sih? Iya, karena Masjid Cut Meutia ini punya sejarah penting. Dulunya Masjid Cut Meutia adalah kantor N.V de Bouwploeg atau kantor perusahaan real estate pertama di Hindia Belanda. Gedung ini pernah juga menjadi Markas Besar Angkatan Laut Jepang pada masa Perang Dunia II, hingga akhirnya pada tahun 1987, gedung ini diresmikan sebagai masjid sekaligus cagar budaya.

Masjid Cut Meutia
Masjid Cut Meutia

3. Tugu Kunstkring Paleis

Dari Masjid Cut Meutia, kamu harus menyebrang ke arah Tugu Kunstkring Paleis. Saat ini Tugu Kunstkring Paleis adalah sebuah restoran dan galeri seni. Dulunya adalah Fine Arts Circle of the Dutch East Indies, atau singkatnya adalah galeri seni rupa di zaman Hindia – Belanda. Berdasarkan sejarah yang tercatat, tempat ini pernah beralih fungsi, seperti menjadi kantor pusat Madjlis Islam Alaa Indonesia (1942-1945) hingga Kantor Imigrasi Jakarta Pusat (1950-1997).

Tugu Kunstkring Paleis
Tugu Kunstkring Paleis

4. Museum Sasmitaloka Jenderal Besar Dr. A. H. Nasution

Dari Tugu Kunstkring Paleis, jika kamu berjalan sedikit kedepannya, kamu akan menemukan salah satu museum pahlawan nasional, yaitu Jenderal Besar Dr. A. H. Nasution. Di museum ini terdapat berbagai cerita peran dan bagaimana perjuangan A.H Nasution dalam mempertahankan Indonesia pada saat itu.

Museum Sasmitaloka Jenderal Besar Dr. A. H. Nasution
Museum Sasmitaloka Jenderal Besar Dr. A. H. Nasution

5. Taman Suropati

Dari Museum, kita akan melanjutkan perjalanan ke Taman Suropati. Taman Suropati adalah salah satu taman yang ada di Jakarta yang sudah ada sejak 1920. Nama Suropati sendiri berasal dari nama walikota pertama Batavia, yaitu Untung Suropati

Taman Suropati
Taman Suropati

6. Taman Diponegoro

Didepan Taman Suropati, terdapat taman dengan sebuah patung kuda yang dikenal dengan nama Patung Diponegoro. Patung Diponegoro ini melambangkan seorang pemuda dengan semangat berkobar.

Taman Diponegoro
Taman Diponegoro

7. GPIB Paulus Jakarta

Tidak jauh dari Taman Suropati, ada sebuah gereja yang sudah berdiri sejak 1936. Arsitektur bangunannya pun masih seperti bangunan lama, namun gereja ini terus dipertahankan dan dirawat dengan baik.

GPIB Paulus Jakarta
GPIB Paulus Jakarta

8. Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Terakhir, disebelah gereja ada sebuah Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Museum ini menyimpan bukti-bukti sejarah perjuangan proklamasi Indonesia 1945. Beberapa barang-barang yang digunakan saat itu pun ada disini. Selengkapnya bisa baca disini.

Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Nah itu dia rute perjalanan Menteng Walking Tour. Seru dan menyenangkan bukan? Berjalan kaki mengelilingi satu kawasan dengan melihat bangunan-bangunan sejarah dan mengetahui cerita dibaliknya menjadi salah satu hal yang bisa dikenang. Kalau kamu suka berjalan kaki, boleh banget dicoba konsepnya nih!

Ada rekomendasi lainnya kah harus walking tour kemana? Sharing yuk! Selamat menjelajah~

Cheers,

Jastitahn

*Artikel ini juga telah dipublikasikan pada platform Goodside

Advertisement

Mengenang Sejarah Penting di Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Sejak duduk dibangku sekolah, kita selalu diperkenalkan tentang sejarah Indonesia. Dari mulai perlawanan di berbagai daerah, peristiwa sumpah pemuda, perjanjian Indonesia dengan negara lain, peristiwa G30/s pki, dan banyak sejarah lainnya dan tentunya yang ga ketinggalan adalah tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia selalu ada dalam ingatan kita. Karena materi sejarah ini selalu diperkenalkan dari mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, yang level materinya semakin naik tingkat akan diulas secara lebih dalam. Namun kadang kala, kita tidak mengingat secara detail tentang materi tersebut. Yang kita ingat seakan yang pentingnya saja, bahkan setelah lulus sekolah kita lupa akan hal itu.

Beberapa waktu lalu, ketika aku melakukan walking tour ke menteng, ada satu tempat bersejarah yang mengingatkanku kembali tentang sejarah pentingnya Indonesia. Dimana tempat ini didirikan sekitar tahun 1920-an, yang dulunya sebagai kediaman resmi konsulat Kerajaan Inggris. Lalu pada masa pendudukan Jepang, tempat ini menjadi kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda. Kini beralih fungsi dan diresmikan menjadi sebuah Museum, yang bernama Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Alamat Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Museum Permusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia terletak di Jl. Imam Bonjol No.1, RW.4, Menteng, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10310

Jam Operasional Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Selasa – Minggu pukul 08.00 – 16.00

Senin dan Hari Libur Nasional – Tutup

Harga Tiket Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Harga Tiket Museum ini terbagi menjadi 2, yaitu untuk dewasa Rp 2000 dan anak-anak Rp 1000

Tentang Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah museum yang berisi semua dokumentasi proses perumusan proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dikumandangkan pada 17 Agustus 1945. Tujuan didirikannya museum ini untuk mengingatkan seluruh warga Indonesia mengenai sejarah penting bangsa Indonesia yang tidak boleh di lupakan.

Semua benda dan barang yang bersejarah yang ada di Museum ini benar-benar asli sehingga ketika kamu berkunjung kesini, kamu akan terpana melihat barang-barang tersebut yang masih terawat dan terjaga dengan baik. Bukan hanya untuk melihat-lihat saja, tetapi kamu juga bisa membaca dan mendapatkan pengetahuan perihal proses perumusan naskah proklamasi dari pertama hingga teks proklamasinya dibacakan oleh Ir. Soekarno.

Bangunan Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Bangunan museum ini memiliki tampilan arsitektur Eropa artdeco, serta memiliki detail-detail yang menarik pada elemen-elemen bangunan seperti pada pengolahan dinding, bukaan angin, railing tangga, pintu dan jendela. Selain itu, ciri yang menonjol adalah penggunaan atap perisai dengan sudut yang curam (40º s.d. 45º), serta permainan garis-garis horisontal dan vertikal pada balustrade, dinding dan kolom bangunan.

Area Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia terdiri dari 2 lantai dan terbagi menjadi 4 ruangan penting, dimana:

Ruang I : Ruang Pertemuan

Ruang ini merupakan tempat peristiwa sejarah pertama dalam persiapan perumusan naskah proklamasi. Setelah kembali dari Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 pukul 22.00 WIB, Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebardjo diterima oleh Laksamana Maeda diruangan ini. Di Ruangan ini terdapat 3 sofa kecil dan 1 sofa panjang serta meja yang digunakan pada saat rapat pertemuan dalam membahas proklamasi kemerdekaan.  

Ruang II : Ruang Perumusan

Ruang ini merupakan tempat dirumuskannya naskah proklamasi. Dini hari menjelang pukul 03.00 WIB, Para Golongan Tua memasuki ruangan ini untuk merumuskan konsep naskah proklamasi.

Ruang III : Ruang Pengetikan

Seetelah mendapatkan persetujuan dari para hadirin, Ir. Soekarno meminta Sayuti Melik untuk mengetik naskah proklamasi. Ia mengetik di ruang bawah tangga ditemani oleh B.M Diah.

Ruang IV : Ruang Pengesahan

Ruang ini merupakan tempat disetujuinya konsep naskah proklamasi oleh seluruh hadirin yang datang, yaitu sekitar 40 – 50 orang, serta sebagai tempat disahkannya naskah proklamasi yang ditanda tangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama Bangsa Indonesia. Peristiwa ini berlangsung menjelang Subuh, Jumat 17 Agustus 1945 bertepatan pada bulan suci Ramadhan.

Galeri

Cara Menuju Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia terletak di sekitar Taman Suropati, Jakarta Pusat. Berikut Beberapa Transportasi umum yang melewati Museum Perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

  • Jika kamu menggunakan KRL, kamu bisa turun di Stasiun Cikini, lalu melanjutkan perjalanan dengan TransJakarta 5A atau 4A (TU Gas – Jelambar), kemudian turun di Halte Museum Proklamasi atau Halte Taman Suropati. Kamu juga bisa turun di Stasiun Sudirman, lalu disambung dengan Transjakarta DA3 (Dukuh Atas – Kuningan).
  • Jika kamu menggunakan MRT, kamu bisa turun di Stasiun BNI Dukuh Atas, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan Transjakarta DA3 (Dukuh Atas – Kuningan).

Penutup

Berkunjung ke museum ini cukup menyenangkan. Kita bisa mengenang sejarah proklamasi kemederkaan Indonesia sekaligus melihat barang-barang saat masa itu yang masih terjaga. Juga seperti yang Ir. Soekarno pernah katakan mengenai “Jas Merah” yang berarti Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Karena terciptanya hari ini menandakan bahwa adanya perjuangan dan pengorbanan yang pernah dilakukan dulu.

Kalau kamu penasaran dengan museum ini, kamu bisa datang kesini yaa! Kamu tidak akan bosan melihat berbagai isi yang ada di museum ini. Selamat belajar~

Cheers,

Jastitahn