Melestarikan Budaya di Museum Layang-Layang Indonesia

Siapa yang suka bermain layang-layang semasa kecil? Kangen gak sih lari-larian di tanah lapang narikin benang bareng teman-teman? Kalo aku jujur kangen banget!

Walaupun permainan ini umumnya dilakukan oleh anak laki-laki, tapi jangan salah waktu kecil pun aku sering bermain layang-layang juga. Main di siang dan sore hari sampe keling! haha

Dulu rasanya senang sekali kalo melihat layang-layang yang terbang di langit dengan sangat indah. Apalagi beberapa kali aku pernah melihat kompetisi layang-layang, yang dimana kita bisa melihat banyak layang-layang cantik dan elegan terpajang di atas langit. Tapi sayang yaa, sekarang udah jarang banget melihat anak-anak bermain layang-layang 😦 karena mungkin udah jarang ada tanah lapang dan juga tergantikan oleh permainan masa kini. Padahal seru sekali permainan ini.

Beberapa waktu lalu aku berkunjung ke salah satu tempat untuk bernostalgia melihat keindahan layang-layang. Yapss ke Museum Layang-layang Indonesia! Hahhh emangnya ada? Ada! Aku pun baru mengetahuinya juga, dan mengajak temanku untuk datang kesana. Dan waaah koleksi layang-layangnya banyak sekali ternyata!

Museum Layang-layang

Alamat Museum Layang-layang

Museum Layang-layang Indonesia terletak di Jl. H. Kamang No. 38 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan 12450

Harga Tiket Masuk Museum Layang-layang

Tiket masuk ke Museum Layang-layang ini terbagi menjadi dua, yaitu

Dewasa Rp 25,000 | Anak Rp 20,000

Jam Operasional Museum Layang-layang

Buka setiap hari, dari Senin – Minggu pukul 09.00 – 17.00

Tentang Museum Layang-layang

Museum Layang-layang berdiri sejak tahun 2003 oleh Ibu Endang W. Puspoyo. Tujuan didirikan museum ini yaitu untuk melestarikan budaya layangan dari setiap daerah. Hingga saat ini, koleksi layangan di museum pun telah mencapai ratusan layang-layang lho!

Layangan yang ada di Museum Layang-Layang ini bermacam-macam. Mulai dari layangan berbentuk kecil hingga yang paling besar, layangan tradisional, layangan modern, layangan dalam negeri, dan layangan yang berasal dari manca negara.

Ohya pada tahun 2018 Museum Layang-layang ini pernah berkontribusi untuk menyambut Presiden India, yang kemudian penyambutan ini diabadikan langsung menjadi layangan Presiden India dan Indonesia. Waah keren!

Selain itu, disini kita juga bisa menemukan layangan-layang yang pernah berpartisipasi dalam festival Internasional dan menjadi juaranya. Dan tentunya ada berbagai bukti kesuksesan museum layang-layang ini dari koleksi pin, sertifikat penghargaan, plakat, hingga postcard layang-layang yang berskala Nasional hingga Internasional.

Baca juga: Museum Sejarah Terbesar di Asia Tenggara

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Museum Layang-layang

Di dalam museum ini, tidak hanya informasi seputar layangan saja yang bisa kita temukan lho! Kita bisa melakukan aktivitas berikut ini.

Melihat Berbagai Koleksi Layang-layang

Koleksi layang-layang yang ada di museum ini cukup banyak dan beragam. Bahkan sepertinya hampir semua ada Layang-layang dari berbagai daerah di Indonesia dengan ciri khasnya masing-masing. Menariknya, ada layang-layang yang dibuat dari daun palem dan daun pisang. Keren banget kaan?

Menonton Film Sejarah Layang-layang

Sebelum kita melihat koleksi layang-layang, kita akan di persilahkan masuk kedalam ruangan untuk menonton film sejarah layang-layang. Bagaimana layang-layang dulu bisa ada, hingga akhirnya tersebar ke berbagai negara yang salah satunya Indonesia. Juga diperlihatkan bentuk layang layang dari masa ke masa. Jadi dapat banyak pengetahuan baru tentang layang-layang.

Workshop Pembuatan Layang-layang

Setelah melihat koleksi layang-layang, kita bisa membuat layang-layang juga disini. Seru bangett! Dari mulai menggunting, merekatkan dengan lem, mewarnai hingga menautkan benang ke layang-layangnya!

Berkunjung kesini membuatku rindu dengan masa kecil akan bermain layang-layang yang penuh dengan canda dan tawa. Berharap kerinduan ini bisa abadi dan terkenang untuk bisa di ceritakan ke generasi berikutnya.

Untuk kamu yang sedang belajar menerbangkan layanganmu, tetap berusaha dan jangan menyerah! Kadang memang dibutuhkan angin yang kencang untuk menerbangkan layangan agar semakin tinggi. Tapi jangan lupa untuk tetap mengikat talinya di bumi. Hingga kita tidak lupa diri.

Jastitah

Nah kamu tertarik untuk mengunjungi Museum Layang-Layang Indonesia? Yuk kita ikut lestarikan budaya dengan mengunjungi dan mengapresiasi Museum Layang-Layang Indonesia!

Cheers,

Jastitahn

Menelusuri Pameran “Borneo Dalam Drawing” Komunitas PEKAT di Kota Palangka Raya

Kota Palangka Raya adalah salah satu kota yang menampilkan banyak kreasi Seni khas Suku Dayak. Salah satu kekayaan Seni yang diterlihat di Kota Palangka Raya banyak terlihat dari bentuk-bentuk Seni Rupa. Banyak lukisan dan ukiran ornamen khas Suku Dayak yang ditemui di tiap sudut kota.

Ketika saya berkunjung ke Kota Palangka Raya saat bertepatan dengan Pekan Festival Budaya Isen Mulang 2022 dalam rangka HUT Kalteng ke-65 silam, saya mendapati sebuah pertunjukkan pameran Seni Lukis atau Pameran Drawing di sebuah situs UPT atau Gedung Kebudayaan Provinsi Kalimantan Tengah.

Pameran Seni Drawing ini dipersembahkan oleh Komunitas Perupa Kalimantan Tengah atau disingkat PEKAT. Pelaksanaan Pameran Drawing ini dilaksanakan sebagai peringatan Bulan Menggambar Nasional yang jatuh pada Bulan Mei 2022. Pergelaran Pameran ini memiliki tajuk berupa “Borneo dalam Drawing”, dan Event ini menjadi sebuah wadah untuk para Seniman yang ada di Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya. Pelaksanaan Pameran ini dilaksana oleh anggota PEKAT yang dipimpin koordinator Donny Paul.

Keseruan Pameran Seni Drawing PEKAT

Pameran Seni Drawing yang terlaksana sejak tanggal 14 Mei hingga 22 Mei 2022 tersebut mendapat beragam respon dan mengundang animo masyarakat untuk hadir ke UPT Taman Budaya Kalteng di Kota Palangka Raya. Kebetulan pelaksanaan Pameran ini berlangsung secara bersamaan dengan Pekan Festival Budaya Isen Mulang 2022 di Kota Palangka Raya. Lokasi Gedung tempat Pameran Seni Drawing ini berada dalam kompleks yang sama dengan pelaksanaan Lomba-lomba FBIM 2022, sehingga para pengunjung atau masyarakat banyak menikmati suguhan pertunjukkan kesenian yang tersaji di tiap sudut saat itu.

Saat mengunjungi Pameran Drawing, kita akan diminta mengisi buku tamu dan menaati peraturan untuk tidak menyentuh lukisan secara langsung. Kemudian para pengunung akan menelusuri selasar pameran yang disajikan beragam lukisan dengan berbagai jenis aliran dan media lukis. Selain pada media kanvas dan kertas, media lukisan yang ditemukan dapat berupa Piring, Anyaman Bambu (Tampah), Kain, hingga pada Body Motor Vespa. Sangat unik dan menarik ya!

Salah satu pengunjung yang datang ke Pameran

Menurut sumber yang diungkapkan oleh Koordinator PEKAT Donny Paul, pameran Seni ini diikuti oleh 100 peserta berkategori Seniman dan Pengrajin Seni Rupa. Para Seniman PEKAT ini berharap Pameran-pameran ini akan sering dilaksanakan sebagai wadah apresiasi bagi para Seniman khususnya yang bergelut di bidang Seni Rupa.

Selain penyajian Pameran Seni Drawing oleh Komunitas PEKAT, juga ditemui Pameran Seni Kriya berupa produk-produk lokal dengan corak khas Suku Dayak. Seni Kriya tersebut diperjual belikan oleh kelompok UMKM tertentu dan para Seniman Kriya yang ada di Kota Palangka Raya. Ada pun Seni Kriya yang saya temui antara lain berupa; Kain Batik bercorak Dayak, Anyaman Tikar dengan corak ornamen Dayak, Bandana Kepala yang disebut Lawung, pernak-pernik merchandise, barang-barang tekstil dan juga Mandau.

Lukisan Pameran “Borneo Dalam Drawing”

Mengenal Pelukis Terkenal di Kalimantan Tengah

Selama penyusuran saya saat menikmati beragam karya lukis dan sketsa di Gedung UPT Taman Budaya Kalteng, saya menemui banyak jenis lukisan tingkat tinggi dengan akurasi lukisan dan gradasi warna yang sangat indah. Lukisan-lukisan ini lebih menonjol dibandingkan lukisan lainnya, karena dipajang di selasar terpisah, serta beraliran Realisme dan Ekspresionisme. Ternyata lukisan-lukisan tersebut adalah karya seni yang dibuat oleh salah satu Pelukis Terkenal di Kalimantan Tengah bernama Pebruarison Lampang.

Karya-karya Lukis dari Pak Pebruarison Lampang cukup banyak dipajang di Aula Gedung UPT Taman Budaya Kalteng. Beliau ikut berpartisipasi untuk meramaikan Pameran Seni Lukis yang diselenggarakan selama Bulan Menggambar Nasional. Saat itu saya memiliki kesempatan untuk berbicara langsung dan mewawancara beliau. Saat berkenalan, beliau terbiasa dipanggil dengan nama panggilan Pak Lampang. Pak Lampang sudah beberapa kali memamerkan karya-karya lukisnya di Pameran Seni Lukis Kota tingkat Provinsi, hingga ke Regional Pulau Kalimantan. Selain melukis diatas media kanvas, Pak Lampang juga menghasilkan lukisan mural dengan media dinding. Banyak lukisan Pak Lampang yang ditemukan dibeberapa sudut bangunan Kota Palangka Raya dan sangat ikonik.

Kunjungan saya saat ini sangat berkesan dan penuh pengalaman, serta memiliki keberuntungan untuk mengenal langsung salah satu pelukis Terkenal di Kalimantan Tengah. Pak Pebruarison Lampang dengan sangat ramah telah banyak memberikan cerita dan ilmunya kepada saya. Beliau juga turut memberikan motivasi kepada anak-anak mudah untuk belajar mengabadikan karya-karya mereka dalam bentuk apa pun. Diakhir perbincangan kami, saya juga tidak lupa untuk meminta kontak beliau dan beberapa alamat akun sosmed-nya untuk saya apresiasi karya-karya lainnya.

Sumber: tegaraya.com

Penutup

Pameran Seni Lukis dan Drawing “Borneo dalam Drawing” telah selesai pada dan ditutup pada tanggal 22 Mei 2022. Kesan dan pengalamannya masih terasa hingga pergelarannya usai.Selama Pameran tersebut saya juga banyak berkenalan langsung dari anggota Komunitas PEKAT lainnya. Mereka banyak memaparkan cerita tentang rutinitas Para Seniman Lukis di Provinsi Kalimantan Tengah yang telah tergabung di Komunitas tersebut.

Pengurus Komunitas PEKAT memamparkan sebuah rencana mereka kepada saya bahwa pada beberapa bulan kedepan akan diselenggarakan Pameran Komersial Seni Lukis Provinsi Kal-Teng. Pameran Seni Lukis ini akan dirancang oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Kalimantantan Tengah bersama Komunitas PEKAT, yang bertujuan untuk mengakomodir penjualan karya-karya Seni Lukis bercorak Kebudayaan Dayak dan mengundang para penggemar Seni Lukis untuk membeli lukisan yang telah dipamerkan tersebut.

Demikian sekilas cerita singkat saya tentang pengalaman menelusuri Pameran Seni Drawing “Borneo dalam Drawing” pada tanggal 14-22 Mei 2022 di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Yuks mampir ke Kota Palangka Raya dan menelusuri kekayaan Seni dan Budaya di Kalimantan Tengah.

Guest Post dari Tomy Tegar, penulis blog seni & fotografi di tegaraya.com

Cheers,

Jastitahn