Melihat Saksi Bisu Perjuangan ‘Founding Father’ Indonesia di Museum Joang 45

Menteng adalah salah satu kawasan bersejarah yang ada di Indonesia. Daerah Menteng menjadi kawasan penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Banyak gedung yang dipakai dalam proses perundingan ataupun berbisnis, masjid yang dulunya adalah kantor Belanda, dan lain sebagainya.

Salah satu gedung bersejarah yang ada di kawasan Menteng ini adalah Gedung Joang 45, yang dulunya merupakan bangunan Schomper Hotel yang dibangun sekitar tahun 1920-1938, dan dikelola oleh seorang warga keturunan belanda. Kini bangunan tersebut dialih fungsikan menjadi sebuah Museum, yang bernama Museum Joang 45.

Museum Joang 45 adalah saksi bisu kebangkitan dan perjuangan rakyat Indonesia, juga sebagai tempat pembelajaran dan penyimpanan barang-barang bersejarah para Pahlawan Nasional. Di museum ini, kita bisa menjelajahi momen kemerdekaan Republik Indonesia dan bagaimana perjuangan meraih kemerdekaan yang dilakukan oleh pahlawan Nasional Indonesia.

Alamat Museum Joang 45

Jl. Menteng Raya No.31, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat – 10349

Harga Tiket Masuk Museum Joang 45

KategoriHarga Tiket Masuk
DewasaRp 5000
MahasiswaRp 3000
PelajarRp 2000
Tiket Masuk Museum Joang 45, 2022

Jam Operasional Museum Joang 45

Selasa – Minggu pukul 08.00 – 16.00

Koleksi Museum Joang 45

Museum Joang 45 menyimpan banyak koleksi sejarah perjuangan kemerdekaan yang akan membuat kita kagum terhadap jasa para pahlawan. Di museum ini dipamerkan sejumlah lukisan tentang peristiwa seputar proklamasi kemerdekaan Indonesia. Ada beberapa diorama yang menggambarkan suasana Gedung Menteng 31 pada masa kemerdekaan dan orasi Soekarno dalam Rapat Besar di Lapangan IKADA pada 19 September 1945. Ada juga arsip dokumentasi berupa foto-foto dan patung dada dari para tokoh pergerakan kemerdekaan. Di museum ini pun terdapat kendaraan kepresidenan yang digunakan Presiden dan Wakil Presiden pertama Indonesia, dan juga Mobil Peristiwa Pemboman di Cikini.

Fasilitas Museum Joang 45

Selain dokumentasi sejarah, Museum Joang 45 pun dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain:

  • Ruang pameran tetap dan temporer disertai pojok multi media.
  • Bioskop joang 45 yang khusus menayangkan film dokumenter dan film tentang perjuangan pada jaman dahulu.
  • Perpustakaan yang menyimpan referensi ilmiah, terletak di samping kanan gedung.
  • Children room sebagai ruang khusus untuk menunjang kreativitas anak
  • Foto studio yang menyimpan banyak kostum pahlawan yang bisa disewa oleh pengunjung yang ingin berfoto.
  • Toko souvenir.
  • Masjid sebagai tempat ibadah.
  • Kantin Joang yang menyediakan berbagai makanan yang lezat untuk para pekerja dan pengunjung museum,
  • Halaman belakang yang cukup luas dan teduh

Lengkap sekali bukan? Dengan fasilitas yang ada tersebut, kita bisa mengajak keluarga atau orang-orang tercinta untuk mengunjungi museum bersejarah ini.

Baca juga: Museum Layang-layang Indonesia

Manfaat Berkunjung ke Museum Joang 45

Sejarah kemerdekaan Indonesia merupakan hal penting yang harus kita ketahui. Ada banyak manfaat untuk kita belajar ketika kita berkunjung ke Museum ini, antara lain:

Mengenal kisah sejarah bangsa Indonesia

Kisah sejarah bangsa Indonesia begitu kompleks. Bahkan setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki sejarahnya masing-masing. Namun, yang paling penting untuk diketahui oleh kita ialah sejarah tentang kemerdekaan Indonesia, dimana menceritakan cikal bakal terbentuknya Indonesia hingga seperti sekarang ini.

Museum Joang 45

Memahami proses perjuangan para pahlawan

Seperti yang kita tau bahwa kemerdekaan tidak diperoleh dengan mudah, melainkan butuh perjuangan yang luar biasa. Dari perjuangan para pahlawan yang rela berkorban demi bangsa Indonesia, kita bisa belajar untuk lebih baik dalam menghadapi tantangan kehidupan ini. Ingatlah bahwa pengalaman adalah guru terbaik.

Museum Joang 45

Menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air

Membaca perjuangan para pahlawan Indonesia kala itu, tentunya akan membuat kita sadar bahwa memang sudah sepantasnya kita menanamkan rasa cinta terhadap tanah air. Mari kita tanam rasa cinta ini di dalam hati kita dan sebarkan semangat pada orang-orang di sekitar kita.

Sebagai Destinasi Wisata

Berkunjung ke museum ini bisa menjadi hiburan yang mengasyikkan sekaligus menjadi destinasi wisata yang cukup bagus.

Baca juga: Museum Kereta Api Indonesia

Cara Menuju Museum Joang 45

  • Jika kamu menggunakan KRL, kamu bisa turun di Stasiun Gondangdia, lalu jalan sekitar 300m
  • Jika kamu menggunakan Trans Jakarta, kamu bisa turun di Halte Kwitang Jalur Koridor 3, jurusan Harmoni – Pulogadung

Nah itulah beberapa ringkasan mengenai Museum Joang 45. Tertarik untuk mengunjunginya? Ayo rencanakan kunjungan ke museum ini yaa! Selamat berlibur dan selamat belajar tentang sejarah Indonesia ~

Cheers,

Jastitahn

Advertisement

Galeria Sophilia, Galeri Seni Klasik Eropa dan Seni Kuno China

Berbicara mengenai seni, tentunya tidak terlepas dengan sebuah karya yang menampilkan keindahan. Berbagai seni dipamerkan melalui sebuah galeri seni, dimana karya dari para seniman di pajang dan di tata sebaik mungkin untuk bisa dilihat dan dinikmati oleh masyarakat umum. Banyak anak muda saat ini berkunjung ke galeri seni, tak terkecuali aku. Aku bisa dikatakan sebagai seorang penikmat seni, dimana aku bisa menikmati seni yang terlihat oleh kedua mata dengan sangat damai dan terlena dalam kesyahduan.

Galeri seni yang ada di Jakarta bisa ku katakan cukup banyak, seperti Galeri Nasional Indonesia, 2Madison Art Gallery, Ruci Art Space, Bartele Gallery dan masih banyak lagi. Beberapa waktu lalu ada sebuah galeri unik yang aku temukan di kota ini. Galeri ini menampilkan berbagai karya seni lukisan barat terbaik dari 50 museum di dunia, seperti karya-karyanya Leonardo Da Vinci, Pablo Picasso, Vincent van Gogh, Goya, Raphael, dll. Nama galeri ini adalah Galeria Sophilia.

Alamat Galeria Sophilia

Calvin Tower Lt.6-7, Jl. Industri Raya Blok B14 Kav.1, Kemayoran, RW.10, East Pademangan, Pademangan, North Jakarta City, Jakarta 10720

Harga Tiket Masuk Galeria Sophilia

Harga tiket masuk untuk ke galeri ini adalah Rp 100.000

Waktu Operasional Galeria Sophilia

Hanya setiap hari Minggu, pukul 12.00 – 15.00

Tentang Galeria Sophilia

Galeri ini berada di di komplek Gereja pusat Reformed Injili Indonesia. Jadi jangan heran untuk menuju galeri ini, kita akan melewati beberapa ruangan ibadah yang sedang ramai dipenuhi jemaah. Awalnya galeri ini hanya buka setiap minggu ke-1 dan minggu ke-3 setiap bulannya. Namun karena banyaknya peminat yang datang, akhirnya per tanggal 19 Juni 2022 lalu, galeri ini buka setiap hari Minggu.

Venus de Milo

Adakah yang tau sebuah patung figur seorang wanita tanpa lengan di kedua sisi tangannya, berdiri dengan pose santai dalam bentuk komposisi yang spiral, dengan wajahnya tampak tenang namun dingin, pandangannya seakan ia sedang berada di dimensi yang lain? Yaa, namanya patung Aphrodite of Milos atau yang lebih dikenal dengan nama Venus de Milo, sebuah patung Yunani kuno dan merupakan salah satu karya patung Yunani kuno yang paling terkenal. Patung replika ini mempunyai efek dramatis nan halus ini berdiri di jantung Galeria Sophilia.

Venus de Milo

Lantai 6 Galeria Sophilia 

Galeri ini berada pada lantai 6 dan 7 Calvin Tower, dimana lantai 6 nya diisi oleh karya seni lukis barat terkemuka di dunia. Rasa kagum muncul karena keagungan dan keindahan yang menetap pada setiap karya seni, termasuk ruangan yang ada pada galeri itu sendiri; setiap lorong ditata begitu rapi dan setiap tempat dipergunakan untuk memajang berbagai macam koleksi, mulai dari lukisan dengan berbagai ukuran, jam meja era Victorian hingga patung yang sebesar badan pun turut menyambut di hampir setiap lorong yang dilewati.

Galeria Sophilia

Pilar putih yang menyokong di setiap ruang dan cahaya kuning keemasan dari lampu yang menyoroti koleksi Galeia Sophilia, berpadu dengan tone warna hijau sacramento dan merah currant yang dingin namun terkesan hangat.

Di galeri ini memiliki beberapa pemandu galeri di beberapa segmen penting yang menjelaskan singkat tentang lukisan yang menempel di dinding. Aku tidak begitu mengingat penjelasannya, hanya potongan-potongan kecil yang sekiranya tersimpan dalam memori ingatanku.

Mendengarkan Penjelasan Pemandu Galeri

Misalnya pada zaman Renaissance, terdapat lukisan sekolah Athena yang dilukis oleh Raphael antara 1509 dan 1511 di Istana Apostolik di Vatikan. Pada Lukisan ini menampilkan hampir semua filsuf Yunani yang penting. Penggunaan fitur perspektif banyak terletak dalam komposisi dan mata tertuju pada dua tokoh sentral Plato di sebelah kiri dan Aristoteles di sebelah kanan.

The School of Athens

Lukisan Vincent van Gogh

Lantai 7 Galeria Sophilia

Sedangkan pada lantai 7 nya berisi seni dan sejarah kebudayaan tiongkok selama 500 tahun. Seperti yang kita tau bahwa koleksi budaya tiongkok terkenal dengan berbagai koleksi keramik dan perunggunya. Terdapat pula baju perang yang digunakan oleh seorang kaisar, berwarna kuning yang memiliki 9 naga didalamnya. Tapi sayang sekali di lantai 7 ini, pengunjung dilarang untuk berfoto. Mungkin pihak Galeri ingin kita menghargai waktu untuk benar- benar belajar menikmati karya seni.

Dilantai ini pun terdapat beberapa jam tangan antik, seperti Rolex hingga Le Couture. Aku hanya bisa membayangkan ketika pemandu galeri menjelaskan bagaimana benda sekecil itu dapat membawa dampak yang meluas dalam kehidupan manusia. Tidak hanya menunjukkan waktu, jam antik koleksi pribadi Stephen Tong (seorang pendeta yang menginisasi terciptanya galeri ini) mempunyai fungsi yang beragam, seperti mengukur jarak melalui suara ledakan, mengukur detak jantung manusia hingga hanya bentuk yang semata estetik saja.

Melalui jam-jam tersebut aku mengira bahwa abad ke-20 merupakan abad perubahan peradaban yang drastis dengan temuan-temuan penerobosan.

Penutup

Aku semakin memahami bahwa ternyata penting bagi kita untuk mengetahui, mempelajari, menghargai dan membudidayakan kebudayan di setiap negara masing-masing sebagai bentuk peradaban manusia.

Walaupun sebagian besar koleksi lukisan dan patung di galeri ini adalah replika, namun yang aku kagumi adalah bahwa galeri ini ingin memperkenalkan koleksi lukisan terbaik dunia dan kebudayaannya menjadi lebih dekat kepada masyarakat.

Galeria Sophilia ini tidak hanya menjadi tempat pajangan barang antik, melainkan tempat yang menawarkan kesempatan untuk benar-benar melihat dan belajar menginterpretasikan makna seni dengan lebih jauh melalui pembelajaran sejarah, politik dan kejadian-kejadian yang pernah terjadi di berbagai penjuru dunia di waktu yang berbeda dan bagaimana hal- hal tersebut masih relevan hingga sekarang. 

Cheers,

Jastitahn