Nevertheless – lesson learned

Nevertheless – drama korea yang bergenre romance ini sedang ramai ramai diperbincangkan oleh banyak anak muda. Drama yang diperankan oleh Song Kang (sebagai Park jae on) dan Han So Hee (sebagai Yu-nabi), dan Chae Jong Hyeop (sebagai Yang Do-Hyeok) ini sangat mencuri perhatian. Drama ini sangat relate dengan kisah percintaan anak muda zaman now 😂

Ketika dihadapkan oleh 2 pilihan, maka pilihan manakah yang harus kita pilih? 

Sama halnya dengan Yu-nabi, kita seringkali bingung dalam menentukan sebuah pilihan. Bahkan menurutku, ada masa dimana kita memang seperti Yu-nabi. Dibuat dilema dengan keadaan yang dimana kita harus menentukan untuk keluar dari zona nyaman atau tidak. Zona nyaman yang membuat kita terperangkap tak berdaya, namun masih membuat kita ingin berada didalamnya. Atau keluar dari zona itu, dengan hal yang berbeda yang lebih baik. 

Dilema inilah yang kadang membuat kita kehilangan fokus dan semangat. Karena sedang dihadapkan dengan hati dan pikiran yang tidak sinkron. Kita sudah mengetahui sejak awal ketika kita memilih seorang seperti Park jae on, kemungkinannya kita akan sakit hati. Namun, masalahnya, kita masih ingin mecoba, bertahan dan berharap dengannya. Mencoba keluar dari masalah berulang kalipun dengan menghindar dan menjauh, akan terlena lagi dengan pesonanya yang membuat kita tidak bisa menolak.

Kalau bisa kita tarik secara realitanya,

Ketika kita belum berpikir kedepannya, mungkin kita akan memilih Park jae-on, seorang laki-laki dengan pesona yang bikin hati meleleh, yang sangat memikat hati, dan juga sering buat kita lupa diri. Ada kalanya kita lebih menyukai hal-hal yang terlihat dari luarnya aja, padahal jauh dari itu ada banyak hal yang sama pentingnya untuk dipertimbangkan. 

Disamping itu, ada sesosok Do-hyoek yang siap membuat kita bahagia, memiliki sikap yang sopan dan santun, dan selalu mencoba melindungi kita dengan caranya. Kita mungkin akan membutuhkan laki-laki seperti Dohyoek pada akhirnya. Laki-laki yang bisa memperhatikan dan menjaga kita dengan baik, yang akan berusaha untuk membuat kita selalu tersenyum atau mencari cara membuat kita tertawa. Bukankah begitu? 

Hidup memang lucu yaa? Yang dikejar lari, yang ditunggu hilang..

Ternyata untuk menuju kedewasaan membutuhkan sebuah proses. dan pada akhirnya pun kita akan mengambil keputusan berdasarkan pada fakta terbaik yang ada pada saat itu. Keputusan yang kita ambil tidak ada label yang menyatakan salah atau bener.

Biarlah diri kita bahagia dengan caranya, namun dengan menanggung segala resikonya sendiri 🤗 



Cheers,

Jastitahn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: