Lemo dan Londa, Kuburan yang Menjadi Tempat Wisata

Bagi sebagian orang, Toraja pasti sudah tidak terdengar asing di telinga. Yaa.. sebuah kabupaten yang terletak di Sulawesi Selatan ini terkenal karena budayanya yang unik dan otentik yang masih dipertahankan sampai saat ini. Lokasinya cukup jauh, sekitar 7-8 jam perjalanan dari Makassar.

Toraja terbagi ke dalam dua bagian, yaitu Toraja bagian selatan dengan pusat di Makale dan Toraja bagian utara dengan pusat di Rantepao. Makale dan Rantepao sendiri hanya berjarak kurang lebih setengah jam perjalanan.

Toraja terkenal dengan keunikan budayanya dalam hal menghormati kematian seseorang, baik dalam bentuk upacara adat ataupun dari cara penguburannya. Disini ada beberapa tipe penguburan seseorang, ada kuburan goa, gantung, pahat, tanah hingga patane (suatu ruangan yang dibuat seperti rumah untuk menaruh peti mayat). Nah karena keunikannya ini, makanya ga heran kalo kuburan pun bisa dijadikan destinasi wisata disini.

Lemo

Lemo adalah salah satu kompleks makam berupa kuburan yang melekat di dinding tebing bukit tinggi. Peti matinya biasanya di letakkan dalam tebing batu kapur. Cara penguburannya yaitu dengan menyediakan lubang yang dipahat secara manual. Katanya satu lubang bisa diisi oleh satu keluarga, lalu di tutup menggunakan kayu atau bambu.

Lemo

Disini ada banyak patung yang disebutnya Tau-tau. Katanya patung Tau-tau ini merepresentasikan orang yang sudah meninggalkan dan dianggap dapat mewadahi roh dari si mati dan biasanya terbuat dari kayu atau bambu. Tapi ternyata tidak semua orang Toraja bisa dibuatkan Tau-tau. Ia yang hanya yang bisa memenuhi persyaratan adat, seperti melakukan upacara Rambu Solo dengan minimal mengurbankan 24 kerbau yang harga satu kerbaunya bisa sampai puluhan bahkan ratusan juta.

Patung Tau-tau
Photo of Me on Lemo

Londa

Lanjut ke Londa yang letaknya tidak jauh dari Lemo. Londa ini adalah goa yang dipenuhi dengan tengkorak bahkan mayat manusia yang baru saja meninggal dunia. Hihh seram yaa kalau membanyangkan?

Tengkorak di Lemo

Ketika sampai di lokasi, ada patung Tau-tau serta peti mati jenazah terletak di depan Goa yang bisa langsung kita lihat. Disini patung Tau-taunya terlihat lebih real, dibuat mirip seperti manusia.

Waktu masuk ke dalam goa kita di ceritain sama abang guide yang bawain lampu tenteng. Ada tiga tingkatan dalam penyimpanan peti mati jenazah di goa ini. Katanya semakin tinggi letak peti mati tersebut, semakin tinggi pula jabatan atau posisi orang tersebut di masyarakat.

Diceritain juga ada tengkorak yang dikenal sebagai Romeo & Juliet-nya Toraja. Ceritanya mereka sepasang kekasih yang ternyata mereka adalah sepupu jauh, sehingga keduanya tidak direstui oleh keluarga mereka. Karena hal itu, akhirnya mereka berdua memilih untuk bunuh diri bareng. Kalau ga salah kata abangnya sekitar tahun 1972 kejadiannya.  

Romeo dan Juliet Toraja

Ada peraturan adat yang tidak memperbolehkan kita untuk memindahkan tengkorak atau peti dari tempat asalnya. Karena untuk memindahkannya dibutuhkan upacara adat terlebih dahulu, yaitu upacara Ma’nene.

Awalnya kita agak parno untuk masuk kedalam goa ini. Tapi ternyata pas masuk ga seseram yang dibayangin, karena mungkin rame-rame juga. dan akupun ga mencium bau amis dari mayat yang ada di goa ini. Karena katanya ada ramuan khusus yang diberikan sebelum mayatnya disimpan di dalam peti.

Ketinggian goa ini juga cukup pendek. Sehingga kita harus berhati-hati dalam melangkah

View Goa Londa dari Pintu Masuk

Cara Menuju ke Toraja

Naik Bis Eksekutif

Ini cara yang aku ambil kemarin. Karena timingnya enak, bisa menghemat waktu dan bisa tidur dijalan juga. Bisnya berangkat malam jam 9 dan sampe Toraja kurang lebih jam 5 pagi. Bisnya juga cukup nyaman, dengan harga 150 – 200 ribu.

Naik Pesawat

Sebenarnya ada juga pesawat dari Makassar ke Toraja yang nama bandaranya Pongtiku. Cuma sepertinya masih jarang ada jadwal terbangnya kesini.

Rental Mobil

Kamu bisa rental mobil kalau perginya banyakan. Enaknya bisa atur jamnya sendiri dan sekaligus bisa melihat pemandangan jalanan yang indah selama perjalanan ke Toraja.

Cheers,

Jastitahn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: