D’Castello, Kastil Cantik di Tengah Kebun Teh

D’Castello adalah tempat wisata yang konsepnya colorfull dengan arsitektur bangunan yang menjadi landmarknya adalah kastil layaknya di negeri dongeng.

Berbicara mengenai tempat wisata yang ada di setiap kota di Indonesia tentunya tak akan ada habisnya. Salah satunya adalah Subang. Beberapa waktu lalu, sempat ramai di sosial media, yang bahkan di posting oleh Pak Sandiago Uno juga. Ada sebuah kastil megah di tengah hamparan kebun teh. Yapp! Namanya D’Castello. 

D’Castello

D’Castello adalah tempat wisata yang konsepnya colorfull dengan arsitektur bangunan yang menjadi landmarknya adalah kastil layaknya di negeri dongeng.

Jam operasional D’castello

Setiap hari, pukul 08.00 sampai dengan 17.00 WIB.

Harga tiket Masuk D’Castello

Weekday Rp 25.000
Weekend dan Hari Libur Nasional Rp 30.000

Lokasi D’Castello

Jl. Palasari Dua – Babakan Gn. No.16, Kampung Cingangsing, Desa Cisaat, Kec.Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41281.

Area D’Castello

Begitu memasuki D’Castello ini, kita akan melihat bunga-bunga cantik berwarna warni disekeliling kita. Ada air mancur dan patung micky mouse raksasa dari rumput sistesis. 

Ada bangunan indoor yang diisi area food court dan foto studio. Food courtnya pun beraneka ragam dari makanan seperti kebab, burger, soto, nasi liwet maupun minuman seperti air mineral, jus maupun kopi.  

Selain itu di bagian paling ujung area D’Castello ini terdapat landmark kastil dengan taman bunga didepannya. Indah bangettt! Banyak spot untuk berfoto disini, ada yang konsepnya berupa sangkar burung berbentuk kerucut, yang didalamnya bisa kita masuki untuk duduk-duduk cantik. Atau juga bisa duduk ditepian menghadap kebun teh yang hijau.  

Baca juga: Seni Fotografi Arsitektur

Sayangnya waktu aku kesana D’Castello masih dalam proses pembangunan dan belum sepenuhnya selesai. Namun sudah cukup untuk mengobati rasa penasaran pengunjung yang datang kesini. 

D’Castello bisa jadi destinasi wisata liburan bareng keluarga nih. Selamat berlibur~

Cheers,

Jastitahn

Advertisement

Jalan-jalan ke Situs Gunung Suspension Bridge

Jembatan Gantung Situ Gunung yang berlokasi di kawasan Taman Nasional Gunung Pangrango, Sukabumi, Jawa Barat adalah jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara. Jembatan ini membentang di atas 243 meter, lebar 1,8 meter, dan ketinggian 121 meter.

Aku sudah pernah kesini waktu tahun 2019. Namun kali ini, aku mengunjungi kembali tempat ini dengan menggunakan motor bersama dengan partner ayo ku haha!

Kami berangkat pukul 06.30. Perjalanan ini cukup melelahkan tapi seru banget! Jalanan sudah cukup ramai walaupun masih pagi. Udara pagi yang menyejukkan masih terasa ketika melewati jalanan Bogor – Sukabumi. Hingga sampai di sukabumi kota kurang lebih pukul 09.30. Kami menyempatkan sarapan bubur dulu di Bubur Bunut Siliwangi.

Bubur Bunut Siliwangi
Bubur Bunut Siliwangi

Tiket Masuk Situs Gunung Suspension Bridge

Tiket masuk ke Situs Gunung Suspension Bridge terbagi menjadi beberapa, yaitu:

  1. Tiket VIP
    Harga Tiket VIP sebesar Rp 100.000, sudah termasuk jasa antar jemput menggunakan motor/ mobil, welcome drink (coffee dan snack), masker kain, melalui jalur khusus tanpa harus antri panjang untuk masuk ke Jembatan.
  2. Tiket Reguler
    Harga tiket Reguler sebesar 75 ribu dan 50 ribu sudah termasuk welcome drink saja dan jalur lebih jauh. Aku kurang tau kenapa tiket reguler ada dua harga beda, ga banyak nanya pada saat itu, tapi aku memustuskan untuk membeli tiket reguler yang 50 ribu.

Tempat pembelian Tiket Reguler pun berbeda dengan yang Tiket VIP.

Welcome Drink

Lalu kita langsung mulai menjelajah! Sebagai point awalnya, kita perlu jalan sedikit untuk sampai ke titik welcome drink ini. Disini welcome drinknya adalah singkong, ubi dan teh/kopi. Ada panggung teater yaang merupakan pertunjukan gamelan.

Jembatan Situ Gunung- Jalur Reguler
Jembatan Situ Gunung – Jalur Reguler

Situs Gunung Suspension Bridge

Dan yeayy! Sampai juga di jembatan gantung ini 😀 Sebelum kami melewati jembatan, kami harus memakai sabuk pengaman, yang bisa digunakan jika terjadi bahaya. Kemudian langsung melewati jembatan ini.

Jembatan Situ Gunung
Jembatan Situ Gunung

Aku cukup excited berada diatasnya!
Peraturan yang ada jika melewati jembatan ialah tetap berjalan tidak boleh diam ditempat, tidak boleh melompat, tidak boleh lari. Nah untuk kalian yang suka foto out of the box atau foto keren boleh saja tapi ingat tetap patuhi aturan yaa! Jadilah wisatawan yang bijak jangan hanya mikirin diri sendiri ingin punya foto bagus tapi bisa merugikan wisatawan lain.

Curug Sawer

Setelah melewati jembatan gantung, lokasi berikutnya adalah Curug Sawer. Curug ini tak jauh dari Jembatan Gantung Situ Gunung. Dari jembatan menuju ke Curug Sawer hanya sekitar 10 menit saja. Yang dimana akan melewati kawasan Glamping. Disana juga sudah tersedia mushola, toilet, ada yang jual souvenir dan juga kantin. Jadi buat kalian yang datang kesini gak perlu takut kelaparan karena ada banyak jual makanan, bagi yang salah pake sepatu ada juga yang jual sandal. Lengkap pokoknya. Semua tertata rapi sebagaimana mestinya.

Curug Sawer
Curug Sawer

Begitu sampai di curug sawer, ternyata airnya sangat deras. Dengan tinggi hanya sekitar 25 m saja dan berada pada ketinggian antara 900-1300 meter diatas permukaan laut. Aku baca dari beberapa blog mengenai cerita dan sejarah Curug Sawer ini. Pada zaman dulu curug ini termasuk angker dan sering digunakan untuk aktifitas ritual mistis. Konon katanya di curug ini digunakan untuk pertapa seseorang yang tinggal di kaki Gunung tersebut, dengan mengadakan Upacara Saweran di Sungai Cipada guna untuk mendapatkan berkah bagi dirinya. Ia bertapa selama bertahun-tahun hingga wafat. Kurang lebih begitu, cerita sekilas tentang dibalik nama Curug Sawer ini.

Curug Sawer
Curug Sawer

Buat yang mau berfoto dengan latar air terjun bisa banget tanpa harus turun ke batu-batu, karena sudah ada jembatan yang digunakan sebagai tempat berfoto. Tapi kalau yang ingin turun main air dan basah-basahan bisa juga turun. Namun tetap harus hati-hati yaa!

Selanjutnya untuk keluar dari kawasan curug Sawer ini, kami melewati jembatan kecil, yang dinamakan Jembatan Anggrek.

Tadinya kami mau lanjut untuk ke Danau Situ Gunung. Namun cuaca kali ini sedang tidak bersahabat 😦 hujan deras dong! Kami pun buru-buru untuk mencari tempat berteduh. Kami berteduh di resto De’Balcony yang viewnya jembatan gantung.

Jembatan Situ Gunung

Karena hujan tak kunjung reda, kami memustuskan untuk berjalan ke pintu keluar. Dan memang sampai berkabut banget.

Sekitar pukul 14:00 kami meninggalkan Situ Gunung dan mencari tempat makan. Kami memutuskan untuk singgah makan siang sebentar ke salah satu resto di sukabumi @mamih_ungu

Begitulah cerita singkat perjalanan ku ke sukabumi. Cerita perjalanan yang seru dan mengesankan! Terimakasih Sukabumi.

Cheers,

Jastitahn