Bahagia itu sederhana

Bahagia itu sederhana.
Tentang bagaimana kita bersyukur,
Tentang bagaimana kita belajar ikhlas,
Tentang bagaimana kita bersabar,
ridha atas segala ketentuan Allah dan percaya bahwa Allah teramat cinta sama kita.

Ada 5 hal yang bisa kamu lakukan agar bisa mendapatkan kebahagiaan yang sederhana:

  1. Jangan takut dan khawatir
    Perasaan takut dan khawatir merupakan pikiran kita yang paling tidak produktif. Padahal sebagian besar hal yang kita khawatirkan dan takutkan tidak pernah terjadi. Kita ga perlu takut untuk tak mendapat rezeki. Takutlah karena tak ada syukur yang dipanjatkan saat rezeki diberikan. Atau takutlah ketika jodoh kita tak sedikitpun mempunyai nilai keberkahan

  2. Jangan pernah menyimpan dendam
    Ciri orang yang bahagia adalah hatinya tidak memendam rasa sakit hati kepada siapapun. Karena bila berbuat salah kepada orang lain, ia segera meminta maaf, lalu beristighfar atas kesalahanya.
    Bila orang lain berbuat salah kepadanya, ia dengan lapang memaafkannya, melepaskan segala kesal yang tertanam dihatinya.
    Jangan sia-siakan energi kita dengan menyimpan dendam. Gunakanlah energi kita untuk hal-hal yang positif.

  3. Jangan hidup pada masa lalu
    Mungkin iya, terasa nyaman bagi kita mengingat hal-hal yang menyenangkan pada masa lalu. Tapi jangan kita terlena didalamnya.
    Mungkin juga terasa menyedihkan bagi kita ketika mengingat luka dan kenangan di masa lalu. Oleh karenanya, jangan terus memikirkan hal itu. Tetaplah hidup ke depan dan biarkan segala pengalaman dan kepahitan pada masa lalu menjadi pijakan kita untuk melangkah lebih baik.

  4. Selalu bersyukur
    Segalanya dalam jangkauan kita saat bersyukur akan apa yang telah kita dapatkan. Bersyukurlah atas semua yang telah kita dapatkan. Jangan fokus pada apa yang belum kita miliki, tapi pusatkanlah rasa syukur kita atas segala yang telah kita miliki.

  5. Berprasangka baik kepada Allah
    Siapa yang hidup tanpa masalah?
    Semua orang memiliki masalahnya sendiri. Tapi apapun yang terjadi dalam hidupmu, tetaplah berprasangka baik kepada Allah..

Dari kelima hal diatas, sudahkah kamu menerapkannya dalam kehidupanmu? Jika sudah, tetaplah konsisten untuk menjalankannya. Jika belum, maka saatnya kamu belajar untuk tetap bisa berbahagia dalam segala kondisi.

Nah, kelima hal diatas pun adalah tips yang dibagikan dalam buku yang aku baca. Menarik banget bukan? Masih banyak banget yang bisa kamu dapatkan dari buku ini. Tulisannya yang sederhana tapi juga jadi pembelajaran buat kita untuk terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri pada Allah.

Kamu bisa beli bukunya e-commerce kesayangan kalian, atau bisa juga disini -> Aku Tanpa Allah? Nothing!

Cheers,

Jastitahn

Makna Bahagia

Banyak sekali orang yang bertanya-tanya tentang makna bahagia.
Apakah bahagia itu karena harta belimpah, properti yang banyak dan rumah yang mewah?

Sebagian dari kita membayangkan bisa memiliki semua itu karena mengira dengan memiliki hal-hal itu mereka bisa bahagia.
Mereka mengira bisa bahagia bila memiliki tabungan dan deposito di berbagai bank.
Mereka juga mengira akan bahagia jika mempunyai rumah mewah nan megah dan berbagai properti lainnya di berbagai tempat.

Worry is itself an illness, since worry is an accusation against Divine Wisdom, a criticism of Divine Mercy

Said Nursi

Pada kenyataannaya,
Tidak setiap orang yang memiliki harta berlimbah dan kaya raya merasa bahagia.
Bahkan, banyak dari mereka justru menjadi budak dari harta kekayaan mereka sendiri.
Mereka hidup diliputi kesengsaraan.

Mengapa bisa demikian?

Mereka letih mengumpulkan harta kekayaan,
Mereka lelah menjaga harta kekayaan mereka,
Mereka dilanda rasa cemas, gelisah dan takut jika harta mereka berkurang atau habis.

Oleh apa?

Oleh rasa takut, resah dan gelisah, jika mobil mereka rusak atau hilang dicuri orang lain.

Tulisan diatas adalah salah satu part dari buku yang aku baca, yaitu Aku Tanpa Allah? Nothing! Buku ini berisikan tentang tulisan-tulisan indah dalam mengajak kita semua untuk merenungi seberapa dekat kita dengan Allah, sebesar apa cinta kita kepada Allah, dan sebesar apa pengakuan kita atas dosa-dosa kepada Allah. 

Overall, tulisan-tulisan dalam buku ini buat aku sadar bahwa diriku harus terus memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik dan senantiasa meningkatkan keimananku kepada-Nya. Banyak hal yang terjadi dalam hidupku, banyak hal tak terduga datang, banyak kesenangan dan kesedihan yang menghampiri, yang pada akhirnya aku berserah diri kepada Allah. Mengapa?

Kerana tanpa Allah, tanpa cinta-Nya, sungguh kita bukanlah apa-apa.


Buat kamu yang penasaran dengan isi bukunya, bisa beli melalui e-commerce kesayangan kamu atau bisa juga disini -> Aku Tanpa Allah? Nothing!

Cheers,

Jastitahn