Book Review – The Power of Now

Bagaimana kita bisa fokus hidup dimasa sekarang? Buku The Power Of Now berisi tentang bagaimana kita bisa terbebas dari rasa sakit di masa lalu dengan hidup sepenuhnya di masa sekarang.

Memanfaatkan waktu luang sering kali diisi dengan bermain sosial media hingga lupa waktu. Hal ini kadang membuat aku lupa kalau ada aktivitas-aktivitas lainnya yang sebenarnya bisa jauh lebih baik, salah satunya adalah membaca buku. Mulai beberapa bulan lalu, aku belajar menginvestasikan waktuku untuk setidaknya bisa membaca buku setiap hari. Walaupun beberapa kali sering juga terlewat hehe. Tapi ada satu buku yang menurut ku bagus, yaitu buku The Power of Now yang ditulis oleh Eckhart Tolle.

The Power of Now - Eckhart Tolle
The Power of Now – Eckhart Tolle

Buku The Power of Now menceritakan tentang bagaimana kita bisa fokus hidup dimasa sekarang. Tolle menyadarkan pembaca akan peran kita sebagai seorang creator of pain. Pada buku ini Ia menjabarkan bagaimana kita bisa terbebas dari rasa sakit di masa lalu dengan hidup sepenuhnya di masa sekarang.

Karena saat ini adalah di mana kita bisa menemukan kegembiraan, merangkul diri kita dan menemukan bahwa kita sudah cukup lengkap dan sempurna.

#1 Your Mind and Body Are Separate

Pikiran kita adalah sumber utama dari rasa sakit. Kalau kita memberikan makan ego kita terus menerus, kita akan menanggung lebih banyak rasa sakit. Pikiran kita sering memunculkan kenangan, dimana kenangan itu sering kali membuat kita menyesal di masa lalu dan khawatir tentang masa depan. Tolle menggaris bawahi bahwa kita hanya memiliki kendali atas masa kini.

Tubuh kitapun sama pentingnya. Cobalah fokus pada tubuh kita, karena tubuh mengerti apa yang terbaik untuk kita. Ia juga mengatakan bahwa tidak ada yang pernah menemukan pencerahan jika kita hanya memusatkan perhatian pada pikiran kita saja dan mengabaikan tubuh sendiri.

#2 Observe Your Relationship With Your Mind

Ketika kita berusaha melepaskan diri dari pikiran kita, kita harus sepenuhnya sadar akan kekuatan pikiran kita. Simplenya, mengamati hubungan kita dengan pikiran kita akan menciptakan celah aliran pada cara berpikir. Sehingga kita akan terbiasa menerima terlebih dahulu pikiran-pikiran yang muncul, tanpa harus langsung mengikutinya.

#3 Focus on the Present

Kita mungkin sering menghabiskan sebagian waktu kita untuk memikirkan masa lalu dan masa depan. Padahal life is just continuous stream of present moments over time. Masa lalu adalah kumpulan moment yang sudah berlalu. Dan masa depan dipenuhi moment saat ini yang belum terlewati.

Masa lalu dan masa depan hanyalah versi alternatif dari masa kini, sehingga tidak ada gunanya jika kita terus mengkhawatirkan nya. Jika kita bisa fokus pada saat ini, kita hanya akan menemukan atau berurusan dengan masalah kecil yang muncul. Kita bisa membaginya menjadi beberapa tantang kecil.

#4 Accept the Tragedies in Your Life

Banyaknya pengalaman hidup yang menyakitkan tidak sepenuhnya bisa kita hadapi dan terima pada saat itu terjadi. Pengalaman ini meninggalkan energi negatif dalam diri kita, yang membuat kita tidak bisa menerima hal tersebut dan terbawa hingga sekarang. Kita harus bisa belajar menerima peristiwa traumatis yang terjadi ini apa adanya. Karena dengan begitu, kita bisa mengurangi rasa sakitnya dan hidup dengan bahagia.

Baca juga: Belajar Berdamai Dengan Inner Child

#5 Be Permanently Alert

Kita harus memiliki tingkat kewaspadaan yang baik, karena dalam hidup akan ada sesuatu hal penting yang bisa terjadi kapan saja. Sehingga akan jauh lebih baik jika kita memperhatikan dan fokus pada masa sekarang.

#6 Your Ego is Destructive

Ego adalah bagian dari inner body yang sering mengontrol diri tanpa sepengetahuan kita. Ego inilah yang sering kali membuat kita sengsara akan perbuatan yang kita lakukan. Jika kita membiarkan ego menguasai diri kita, makan akan membawa banyak penderitaan dalam hidup.

#7 Detach to Find Peace

Menerima segala sesuatu dengan apa adanya adalah langkah awal untuk mencapai perdamaian. Maka lawanlah segala ego yang ada, bebaskan pikiran kita dari ekspetasi yang berlebihan dan sayangilah orang-orang disekitar dengan tulus.

Baca juga: How to Win Friends and Influence People

Being present and aware of your bodily reactions is key to understanding yourself. Being present requires youu to realize the influence of your kond and focus more on your body. The power of being present is the ability to surrender to the reality of pain ans still seek change. By accepting hardship, you can find peace and choose your actions freely

Eckhart Tolle

Nah itu dia review singkat dari buku The Power of Now. Semoga ringkasan yang aku buat ini cukup jelas dan bisa membuat kita belajar untuk lebih fokus memikirkan masa sekarang. Kalau kamu tertarik untuk membacanya lebih lengkap, kamu bisa membelinya disini yaa!

Cheers,

Jastitahn

Book Review: How to Win Friends and Influence People

Hai!

Aku mau review salah satu buku yang menurutku sangat menarik untuk dibaca, terutama bagi kamu yang menginginkan cara-cara fundamental dalam berhubungan dengan orang lain serta bagaimana agar kita dapat memengaruhi mereka.

Buku ini ditulis dari pengalaman penulis yang dikemas dengan ide yang dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa penting dalam keseharian. sehingga konsep yang ditulis dibuku ini tersampaikan dengan pembuktian yang relevan.

Buku How to Win Friends & Influence People karya Dale Carnegie ini tentang konsep bagaimana kita berhubungan dengan orang lain dan bagaimana kita dapat memberi pengaruh ke mereka dengan cara yang efektif. Dimulai dari bagaimana membuat impresi awal yang baik saat berhubungan dengan orang lain hingga bagaimana memberikan ketidaksetujuan akan sesuatu.

Dalam buku ini, terbagi menjadi 4 bagian yang dimana dalam setiap bagiannya memiliki prinsip-prinsipnya sendiri untuk bisa kita pelajari, dan menerapkannya dalam kehidupan kita untuk meningkatkan hubungan dan skill komunikasi dengan orang lain.

1. Teknik Fundamental Dalam Berhubungan Dengan Orang Lain

Pada bagian ini, terdapat 3 teknik fundamental yang di tuliskan oleh Dale. Salah satunya adalah pada prinsip 1, yaitu:

Jangan memberi kritik, menyalahkan atau komplain terhadap pemikiran atau tindakan orang lain

Menurut Dale, pada dasarnya orang-orang tidak menyukai kritik, komplain atau disalahkan akan tindakan atau pemikiran yang mereka utarakan. Permasalahan timbul ketika mereka bersikap defensif. Orang-orang akan cenderung tersinggung saat diberi tahu bahwa mereka salah. Karena tidak ada satu orang pun yang ingin dianggap salah karena setiap orang selalu melakukan tindakan yang menurut mereka benar sesuai dengan perspektif mereka.

Menurut penulis juga, hal yang lebih buruk yang dapat terjadi yaitu kecenderungan menyimpan dendam terhadap orang yang memberikan kritik terhadapnya, meskipun itu adalah kritik yang baik.

2. Cara Untuk Membuat Orang Suka Dengan Kita

Bagaimana cara membuat orang menyukai diri kita? Nah di buku ini, dituliskan ada 6 prinsip yang bisa kita gunakan. Hal simplenya seperti

  1. Tersenyum.
    Menurut Dale, kita dapat memberi tahu orang-orang kalau kita menyukai mereka, kalau mereka bisa membuat kita bahagia. Namun tanpa adanya senyum yang tulus, kata-kata kita tidak akan berarti apa apa. Bahkan jika kita tidak ingin tersenyum, paksalah diri kita untuk tersenyum. Bertindaklah seolah-olah kita bahagia, maka emosi terhadapnya kita akan mengikuti.
  2. Mengingat nama seseorang.
    Kenapa? Karena nama merupakan aspek penting seorang individu. Setiap orang akan merasa senang jika kita dapat mengingat nama mereka dan memanggil mereka dengan namanya. Hal ini akan membuat mereka merasa berharga dan penting.
  3. Menjadi pendengar yang baik
    Jadilah pendengar yang baik. Buatlah orang tersebut banyak berbicara tentang dirinya. Kita dapat menjadi pendengar aktif dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang dirinya. Orang-orang selalu senang membicarakan topik yang sesuai tentang dirinya.

3. Bagaimana Cara Agar Dapat Memberikan Pengaruh Terhadap Pemikiran Kita

Pada bagian ketiga berisi tentang bagaimana caranya kita dapat memperngaruhi orang lain dengan pemikiran kita. Di bagian ini, Dale menuliskan 12 prinsip yang efektif yang bisa kita gunakan. Diantaranya adalah

  1. Menghargai opini orang lain, jangan pernah mengatakan “Kamu Salah”
    Selalu hargai pemikiran dan opini dari orang lain. Jika kita ingin meyakinkan bahwa pemikiran kita adalah benar, maka jangan pernah katakan ke orang lain bahwa kamu salah. Salah satu teknik yang bisa digunakan untuk memberikan pengaruh terhadap opini kita adakah dengan mengakui adanya kemungkinan bahwa kita salah. Kita dapat mengatakan “Mungkin saya salah, mari kita lihat fakta yang ada”
  2. Mulai dengan cara yang ramah
    Kita tidak dapat memaksa seseorang untuk setuju dengan pemikiran kita, tapi kita dapat membawa pembicaraan itu jika kita bisa bersikap ramah dan lembut.
  3. Bersimpati dengan ide dan keiginan orang lain
    Setiap orang ingin ide dan keinginan mereka dihargai. Jangan pernah menganggap aneh atau salah terhadap ide atau keinginan mereka. Tunjukan rasa simpati terhadap apa yang menjadi iden dan keinginan mereka.

4. Bagaimana Seorang Pemimpin Dapat Memberikan Pengaruh

Bagaimana seorang pemimpin dapat memberikan pengaruh kepada tim nya tanpa harus menyinggung perasaanya? Didalam buku ini, Dale juga menuliskan 9 prinsip efektif, yang diantaranya adalah

  1. Mulai dengan pujian dan apresiasi
    Mulai percakapan dengan memberikan pujian dan apresiasi yang dapat dimulai dari hal kecil. Setiap peningkatan sekecil apapun merupakan pencapaian yang luar biasa bagi orang tersebut. Berilah pujian terhadap setiap peningkatkan yang dicapai sekecil apapun.
  2. Jika berbicara tentang kesalahan orang tersebut, mulai secara tidak langsung
    Jika kita ingin membicarakan tentang kesalahan teman bicara kita, kita bisa mulai dengan hal-hal baik atau pencapaian orang tersebut terlebih dahulu. Setelah itu kita bisa gunakan kata sambung “dan” ke kalimat yang menjadi masukan bagi teman bicara kita.
    Misalnya: Kita sangat bangga karena kamu dapat meningkatkan performa dari nilai yang didapat di semester ini dan jika kamu terus melanjutkan usaha dalam bidang X, kamu akan mendapatkan nilai yang lebih baik di semester selanjutnya.
  3. Bicara tentang kesalahan kita dahulu sebelum memberikan kritik terhadap orang tersebut
    Setiap orang ingin ide dan keinginan mereka dihargai. Jangan pernah menganggap aneh atau salah terhadap ide atau keinginan mereka. Tunjukan rasa simpati terhadap apa yang menjadi iden dan keinginan mereka.Kita dapat memberikan kritik dengan membicarakan mengenai kesalahan kita dahulu. Contoh, di buku ini penulis memberi contoh bagaimana mengajak orang untuk berhenti merokok dengan menceritakan kesalahan awal bagaimana dia memulai merokok, akibat dari merokok dan penyesalan karena telah merokok.

So far, menurutku buku ini bagus banget buat kita yang mau belajar tentang bagaimana berhubungan baik dengan orang lain serta bagaimana agar kita dapat memengaruhi mereka secara effisien. Walaupun ada beberapa part yang menurutku “sepertinya susah kalau menerapkan prinsip ini” kalau untuk diriku sendiri sekarang, tapi dengan pemaparan yang sederhana dan disertai dengan contoh-contoh yang relevan, membuat kita bisa melek mata untuk bisa belajar lebih baik lagi kedepannya. Tentunya kita jadi sadar kalau kita harus bisa melihat perspektif dari orang lain.

Ohya kamu bisa beli bukunya disini -> How To Win Friends and Influence People


Cheers,


Jastitahn