Menutup 2022 Dengan Rasa Syukur

Mari tutup tahun 2022 ini dengan rasa syukur yang mendalam dan sambut tahun 2023 dengan penuh suka cita.

Sudah sejauh mana kamu mencapai resolusi di tahun 2022 ini?

Beberapa waktu lalu, aku membaca pertanyaan ini melalui sebuah media sosial. Sempat berpikir apa saja resolusi yang berhasil dan tidak berhasil sejauh ini. Kenyataannya harapan memang tidak selalu berjalan mulus seperti yang diharapkan. Resolusi hanya menjadi sebuah motivasi untuk diri kita akan sebuah pencapaian yang diinginkan. Terlaksana atau tidaknya yang terpenting kita sudah berusaha dan mari berikan applause yang meriah pada diri sendiri karena sudah bertahan dengan sangat baik selama setahun ini.

Berbagai batu kerikil sering kali membuatmu tersandung. Beberapa kali terluka. Beberapa kali menangis. Beberapa kali terjatuh. Dan beberapa kali bangkit dan bergerak. Banyak hal yang terjadi selama setahun ini bukan? Entah memang seperti inilah kehidupan, dimana senang dan sedih datangnya selalu satu paket. Hanya bagaimana kita yang bisa menangani hal tersebut.

Kekecewaan yang hadir mungkin tidak hanya sekali dua kali, mungkin saja berkali kali. Tapi Kamu Hebat! Kamu bisa tetap tersenyum di kala badai sedang menghadang. Rasa syukur selalu menyelimuti diri ini. Walaupun sering kali rasanya bersyukur bukanlah hal yang mudah, namun kamu tetap belajar untuk itu. Karena nyatanya, Semakin kamu belajar bersyukur, semakin kamu diberikan kebahagiaan. 

Rasanya pencapaian tahun ini terasa sedikit, tapi kenapa yaa bisa tetap bahagia? Jelas, karena rasa syukur; bersyukur atas segala hal yang diberikan oleh Tuhan yang menciptakan kita.

Sedikit cerita tentang resolusiku ditahun ini, Alhamdulillah sebagian bisa tercapai. Salah satunya wishlist untuk bisa menjelajahi pulau Rote, pulau terselatan Indonesia. Namun disamping itu ternyata ada hal yang lebih berharga selain aku bisa traveling ke pulau yang aku impikan. Iyaa, aku bisa menjalankan lebih banyak beribadah kepada-Nya. Bagiku ini adalah salah satu pencapaian terbaik. Semakin mendekatkan diri kepada-Nya dengan konsisten menjalankan wajib dan sunnahnya, membuatku semakin sadar bahwa aku bukanlah apa apa tanpa-Nya.

Begitu sombongnya kita di dunia. Merasa hebat, merasa yang paling bisa, merasa paling mampu, dan lainnya. Padahal kita bukanlah apa-apa, kita hanya lah seonggok daging berbalut kulit yang kemana-mana membawa kotoran. Kita adalah hamba-Nya. Hamba yang tidak mampu apabila tidak dimampukan. Hamba yang tidak kuat apabila tidak dikuatkan. Ketika dosa-dosa tersembunyi. Aib-aib ditutupi. Segala cacat pun dipoles dengan begitu indahnya hingga tak tampak lagi.

“Aku malu saat dianggap baik. Padahal aku hanyalah seorang pendosa hebat. Hanya saja Allah sedang menutupi aibku.”

Menyadari hal ini membuatku tersungkur lemah tak berdaya. Amal-amal yang dibanggakan ternyata hanya bagaikan debu yang berterbangan. Kemampuan yang disombongkan ternyata menikam dari belakang. Apa yang benar-benar sudah kulakukan untuk-Nya?

Begitu banyak kejadian yang terjadi selama ini, membuat kita menjadi pribadi yang kuat yang terus bersyukur atas segala hal. Mari kita tutup tahun 2022 ini dengan rasa syukur yang mendalam. Atas segala rasa kecewa, sedih, khawatir, bingung, senang, bahagia dan berbagai rasa nano-nano yang datang dan terjadi selama setahun ini. Mari ikhlaskan segala hal yang bukan menjadi milik kita. Dan sambut tahun 2023 dengan penuh suka cita dan rasa syukur.

Cheers,

Jastitahn

Advertisement

I’m ready for 2022!

Sebelum menginjakkan kaki di tahun ini, aku beberapa kali mikir

“Duhh.. ngapain aja ya aku di tahun ini” “Ga ada yang spesial deh” “Kok gini-gini aja yaa kayanya”

Pada kenyataannya, setelah aku memikirkan ulang, tahun lalu adalah tahun terberat dalam hidupku. Tapi juga sekaligus tahun aku belajar banyak tentang kehidupan dan bahkan journey terbanyak pun ada di tahun ini.

Aneh ya kadang? Tapi iya benar, Kesedihan dan kebahagiaan itu datangnya satu paket.

Tahun lalu, aku merasa berada di titik terendah dalam hidupku. Disakitin, dikecewain, dikhianatin dan juga dicurangi oleh keadaan. Mungkin salahku, karena terlalu menyandarkan diri pada dunia. Sehingga akupun mendapatkan hal-hal seperti ini. Tapi alhamdulillah, aku bisa bangkit perlahan dari rasa belenggu itu. Dan pengalaman ini mengubah perspektifku akan berbagai hal.

Berbagai kekecewaan yang terjadi, membuat aku belajar tentang kehidupan yang hanya sementara ini. Tapi paling pentingnya, bisa membuatku menjadi lebih dekat dengan Allah.

Belajar berserah diri kepada-Nya atas kehidupan yang aku jalani, berprasangka baik kepada-Nya ternyata mengubah hidupku; membuat hidupku tenang dan selalu merasa dicukupkan atas apapun.

Rezeki yang alhamdulillah selalu dimudahkan, banyak kota bisa aku jelajahi mulai dari Sabang sampai dengan Sulawesi Selatan, tetap bisa menjalin hubungan baik dengan sahabat yang mungkin bisa keitung jari jumlahnya, dipertemukan orang-orang baik dan banyak hal membuat aku bersyukur dan selalu bersyukur setiap harinya atas segala nikmat yang berikan.

Iya, tahun ini benar-benar seperti roller coaster.

But Thanks God I did all of it.

Alhamdulillah aku merasa diriku saat ini bisa menjadi pribadi yang jauh lebih dewasa dan aku akan terus berproses untuk selalu menjadi lebih baik.

So, thank you 2021!

Aku gamau menyesali hal yang terjadi di tahunmu. Memang banyak kesedihan yang terjadi, tapi aku belajar dari semua itu, aku belajar sabar dan ikhlas, aku belajar untuk kedepannya agar aku bisa siap menjadi aku yang jauh lebih kuat, lebih tangguh, lebih hebat menurut versiku.

Thank you untuk keluargaku, sahabatku yang selalu ada untukku dan selalu mendengarkan segala keluh kesahku. I’m so blessed to having you all in my life.

Let’s create better things in 2022. I’m ready for it!

Cheers,

Jastitahn