Jalan-jalan ke Situs Gunung Suspension Bridge

Jembatan Gantung Situ Gunung yang berlokasi di kawasan Taman Nasional Gunung Pangrango, Sukabumi, Jawa Barat adalah jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara. Jembatan ini membentang di atas 243 meter, lebar 1,8 meter, dan ketinggian 121 meter.

Aku sudah pernah kesini waktu tahun 2019. Namun kali ini, aku mengunjungi kembali tempat ini dengan menggunakan motor bersama dengan partner ayo ku haha!

Aku berangkat pukul 06.30. Perjalanan ini cukup melelahkan tapi seru banget! Jalanan sudah cukup ramai walaupun masih pagi. Udara pagi yang menyejukkan masih terasa ketika melewati jalanan Bogor – Sukabumi. Hingga sampai di sukabumi kota kurang lebih pukul 09.30. Kami menyempatkan sarapan bubur dulu di Bubur Bunut Siliwangi.

Bubur Bunut Siliwangi
Bubur Bunut Siliwangi

Lalu, kami melanjutkan perjalanan ke Situs Gunung Suspension Bridge. Tiket masuk kesini sekarang terbagi menjadi beberapa, dengan dua pilihan tiket VIP dan tiket Reguler. Harga tiket VIP sebesar 100 ribu sudah termasuk jasa antar jemput menggunakan motor/ mobil, welcome drink (coffee dan snack), masker kain, melalui jalur khusus tanpa harus antri panjang untuk masuk ke Jembatan. Harga tiket Reguler sebesar 75 ribu dan 50 ribu sudah termasuk welcome drink saja dan jalur lebih jauh. Tempat pembelian tiket pun berbeda dengan yang VIP. Aku kurang tau kenapa tiket reguler ada dua harga beda, ga banyak nanya, aku memustuskan untuk membeli tiket reguler yang 50 ribu.

Dan yappp kita langsung mulai menjelajah! Kita perlu jalan sedikit untuk sampai ke titik welcome drink ini. Disini welcome drinknya adalah singkong, ubi dan teh/kopi. Ada panggung teater yaang merupakan pertunjukan gamelan.

Dan yeayy! Sampai juga di jembatan gantung ini 😀 Sebelum kami melewati jembatan, kami harus memakai sabuk pengaman, yang bisa digunakan jika terjadi bahaya. Kemudian langsung melewati jembatan deh.

Aku cukup excited berada diatasnya!
Peraturan yang ada jika melewati jembatan ialah tetap berjalan tidak boleh diam ditempat, tidak boleh melompat, tidak boleh lari. Nah untuk kalian yang suka foto out of the box atau foto keren boleh saja tapi ingat tetap patuhi aturan yaa! Jadilah wisatawan yang bijak jangan hanya mikirin diri sendiri ingin punya foto bagus tapi bisa merugikan wisatawan lain.

Kemudian setelah melewati jembatan gantung, lokasi berikutnya adalah Curug Sawer. Curug ini tak jauh dari Jembatan Gantung Situ Gunung. Dari jembatan menuju ke Curug Sawer hanya sekitar 10 menit saja. Yang dimana akan melewati kawasan Glamping. Disana juga sudah tersedia mushola, toilet, ada yang jual souvenir dan juga kantin. Jadi buat kalian yang datang kesini gak perlu takut kelaparan karena ada banyak jual makanan, bagi yang salah pake sepatu ada juga yang jual sandal. Lengkap pokoknya. Semua tertata rapi sebagaimana mestinya.

Begitu sampai di curug sawer, ternyata airnya sangat deras. Dengan tinggi hanya sekitar 25 m saja dan berada pada ketinggian antara 900-1300 meter diatas permukaan laut. Aku baca dari beberapa blog mengenai cerita dan sejarah Curug Sawer ini. Pada zaman dulu curug ini termasuk angker dan sering digunakan untuk aktifitas ritual mistis. Konon katanya di curug ini digunakan untuk pertapa seseorang yang tinggal di kaki Gunung tersebut, dengan mengadakan Upacara Saweran di Sungai Cipada guna untuk mendapatkan berkah bagi dirinya. Ia bertapa selama bertahun-tahun hingga wafat. Kurang lebih begitu, cerita sekilas tentang dibalik nama Curug Sawer ini.

Buat yang mau berfoto dengan latar air terjun bisa banget tanpa harus turun ke batu-batu, karena sudah ada jembatan yang digunakan sebagai tempat berfoto. Tapi kalau yang ingin turun main air dan basah-basahan bisa juga turun. Namun tetap harus hati-hati yaa!

Selanjutnya untuk keluar dari kawasan curug Sawer ini, kami melewati jembatan kecil, yang dinamakan jembatan anggrek.

Tadinya kami mau lanjut untuk ke Danau Situ Gunung. Namun cuaca kali ini sedang tidak bersahabat 😦 hujan deras dong! Kami pun buru-buru untuk mencari tempat berteduh. Kami berteduh di resto De’Balcony yang viewnya jembatan gantung.

Karena hujan tak kunjung reda, kami memustuskan untuk berjalan ke pintu keluar. Dan memang sampai berkabut banget.

Sekitar pukul 14:00 kami meninggalkan Situ Gunung dan mencari tempat makan. Kami memutuskan untuk singgah makan siang sebentar ke salah satu resto di sukabumi @mamih_ungu

Begitulah cerita singkat perjalanan ku ke sukabumi. Cerita perjalanan yang seru dan mengesankan!

Terimakasih Sukabumi.

Cheers,

Jastitahn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s