Mengenal Depok, Tanah Warisan VOC

Apa yang terbesit pertama kali dalam benakmu ketika membicarakan tentang Depok? 

Depok adalah sebuah kota yang letaknya berada di pertengahan antara Jakarta dan Bogor. Sebagai kota yang belakangan terakhir ini selalu tersorot dalam berita maupun viral di sosial media, membuat kota ini selalu diingat oleh masyarakat luas. Dari mulai punya pasien pertama covid-19 yang berasal dari Depok, baksos yang ditimbun, terjadinya begal, hingga viralnya citayam fashion week. Kota ini menjadi ramai diperbincangkan oleh banyak khalayak umum. Namun tahukah kamu bahwa Depok memiliki sejarah penting yang menarik di masa lalu? Yuk simak sejarah singkatnya dibawah ini.

Mengenal Sejarah Depok

Sejarah awal Depok terkait dengan perdagangan Kerajaan Sunda di pedalaman Jawa bagian barat dengan bandarnya, Sunda Kelapa. Perdagangan ini memanfaatkan jalur sungai, yaitu Ciliwung. Karena Depok sendiri berada di bagian tengah sungai Ciliwung dan menjadi tempat transit para pedagang Cina. 

Cornelis Chastelein merupakan sosok penting dalam pembangunan tanah Depok. Ia memulai karirnya pada usia 18 tahun sebagai pemegang tata buku kongsi dagang VOC yang bertugas di Hindia Belanda.  Pada tahun 1696, Ia membeli tanah di selatan Batavia, yang saat ini menjadi kawasan sebagian Kota Depok dan sebagian Jagakarsa, seluas 1224 hektare yang hendak dijadikannya sebagai lahan penghasil produk-produk pertanian yang dikelola sendiri bersama para budaknya. Chastelein membawa sekitar 150 budak yang mayoritas berasal dari Makassar dan Bali untuk memulai idenya membangun komunitas pribumi yang religius dan cerdas dalam mengelola kekayaan alam secara mandiri. Tidak seperti tuan tanah pada umumnya, Chastelein menganggap para budaknya sebagai anggota keluarga dibandingkan hubungan antara majikan dan budak. Ia mengajarkan agama Kristen kepada mereka, memberikan pendidikan, memberi tahu pengelolaan ekonomi.

Nama Depok sendiri sebenarnya belum diketahui secara pasti asal-usulnya. Namun saat Cornelis Chastelein masih menjabat, secara kebetulan Ia membentuk sebuah Organisasi Kristen yang pertama, dimana jika diartikan dalam bahasa Belanda ialah De Eerste Protestantse Organisatie van Christenen.

Pada tanggal 28 Juni 1714, Chastelein meninggal dunia. Ia memberikan surat wasiat kepada budaknya yang berisi tentang dimerdekakannya para budaknya dengan memberikan mereka 12 marga (Bacas, Isakh, Jonathans, Jacob, Joseph, Loen, Leander, Laurens, Soedira, Samuel, Tholense dan Zadokh) dan memberikan lahan serta bangunan di tanah Depok untuk dirawat serta menjaga komunitas mereka tetap utuh.

Para keturunan budak Chastelein yang sekaligus merupakan para pewaris tanah Depok menginginkan untuk mengenang jasa yang telah dilakukan oleh Chastelein yang membangun Tugu Cornelis Chastelein sebagai Monumen Pembebasan dan Perbudakan yang dibangun di depan Rumah Sakit Harapan Depok. 

Setelah Chastelein meninggal, Depok menjadi sebuah daerah mandiri “gemeente” (setingkat kotamadya) yang memiliki otonomi untuk mengurus administrasi tata wilayah dan ekonomi terlepas dari VOC maupun pemerintah Belanda saat itu. Wilayahnya dipimpin oleh seorang presiden yang dipilih dari keturunan 12 marga itu. 

Baca juga: Melihat Saksi Bisu Perjuangan ‘Founding Father’ Indonesia

Masa Kemerdekaan Indonesia 

Pada masa pergerakan nasional, ada sentimen sosial antara pribumi dan anggota komunitas Chastelein. Julukan “Belanda Depok” mengandung makna peyorasi karena komunitas Chastelein dianggap memiliki perawakan pribumi dengan kulit gelap, namun memiliki cara hidup dan berbahasa Belanda. Setelah Indonesia merdeka, keturunan bekas budak Chastelein dianggap tidak mendukung kemerdekaan Indonesia. Hingga terjadi peristiwa Gedoran Depok yang berakhir dengan penahanan warga Depok yang berbahasa Belanda.

Sebagian besar tanah diserahkan pada pemerintah RI pasca kemerdekaan pada tahun 1952. Namun ada beberapa tanah dan bangunan yang dikelola bersama oleh komunitas YLCC (Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein). Yayasan tersebut hingga kini menjadi perawat warisan berupa bangunan gereja, pemakaman Belanda, sekolah, dan hingga mengadakan berbagai kegiatan sosial.

Penutup

Nah begitulah sejarah singkat mengenai kota Depok yang kini menjadi kota yang dikenal oleh masyarakat luas. Banyaknya peninggalan jejak sejarah masih bisa ditemukan di sepanjangan Jl. Pemuda dan beberapa kawasan lainnya. Menelusuri sejarah Depok menjadi sebuah keunikan tersendiri dan membuatku ingin mengetahui lebih banyak kota ini sebagai kota tempatku tinggal. 

Hari ini ada, karena ada rangkaian peristiwa sejarah di masa lalu.

Cheers,

Jastitahn

Advertisement

5 Rekomendasi Coffee Shop Untuk Work From Cafe di Depok

Berbicara mengenai kopi memang tidak akan ada habisnya. Di setiap sudut kota, kini banyak tersedia coffee shop yang aesthetic yang menarik untuk dikunjungi. Entah untuk nongkrong bersama teman, buat konten menarik, ataupun sekedar ingin mengetahui suasananya saja. Coffee shop kini menjadi andalan anak muda zaman sekarang untuk berkumpul. Setiap coffee shop memiliki keunikannya sendiri, misalnya ada live music, ada berbagai pastry & bakery, menyuguhkan view langit senja di rooftop-nya, atau juga interiornya yang instagramable untuk bisa bernasis ria.

Semenjak pandemi yang terjadi dua tahun belakangan ini, banyak perusahaan yang akhirnya menerapkan sistem WFH alias work from home atau juga Hybrid, bisa dikantor ataupun dirumah. Keadaan ini membuat banyak pekerja mencari cara untuk bisa tetap bekerja dengan nyaman walaupun dalam jarak jauh, yang salah satunya adalah pergi ke coffee shop untuk bekerja atau yang kekiniannya disebut work from cafe.

Work from cafe ini juga beberapa kali aku lakukan selama dua tahun terakhir ini. Hal ini aku lakukan untuk mencari suasana yang berbeda agar tidak bosan dan tetap semangat dalam bekerja. Namun ku lakukan hanya sesekali, tidak setiap hari. Biasanya aku lakukan bersama temanku yang kerjanya juga remote. Dari situ aku dapat mengetahui keunikan dari nyamannya work from cafe dari beberapa coffee shop yang aku kunjungi. Berikut ini beberapa rekomendasi coffee shop sebagai tempat untuk work from cafe yang ada di Depok.

1. Koti

Koti adalah salah satu coffee shop yang nyaman untuk bekerja. Desainnya yang simple dilengkapi banyak meja dan kursi membuat bekerja sendiri pun terasa menyenangkan. Suasananya yang tenang namun tidak terlalu sepi, membuat Koti cocok untuk suasana bekerja yang membutuhkan fokus. Selain pilihan kopinya, tersedia main course dan snack sehingga kamu tidak perlu khawatir akan kelaparan ketika bekerja disana.

Alamat: Jl. Nusantara Raya No.282, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16432

KOTI
KOTI | http://www.instagram.com/koti282

2. Naqy’s Cafe & Bakery

Naqys’s Kitchen memiliki suasana yang lebih homey. Konsepnya seperti rumah yang cukup aesthetic membuat pengunjung betah untuk berada disini. Letaknya berada di dalam perumahan sehingga terasa jauh dari keramaian. Coffee shop ini memiliki speciality bakery dan pastry yang rasanya tidak perlu diragukan lagi.

Alamat: Jl. Pesona Kayangan Estate No.1, Mekar Jaya, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat 16411

NAQY'S CAFE & BAKERY
NAQY’S CAFE & BAKERY | http://www.instagram.com/naqys.cafe

3. Monty’s Kitchen & Coffee

Monty’s Kitchen menerapkan kesan industrial pada Interior bangunannya. Dilengkapi dengan berbagai pernak-pernik menarik di setiap sudutnya. Coffee shop ini memiliki space yang cukup luas sehingga cocok untuk bekerja dan berdiskusi bersama teman-temanmu. Harga setiap menu nya pun cukup affordable.

Alamat: Jl. Ir. H. Juanda No.46, Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16423

MONTY'S KITCHEN & COFFEE
MONTY’S KITCHEN & COFFEE | http://www.instagram.com/montyskitchencoffee

4. Oi Coffee & Eatery

Oi Eatery menerapkan konsep white scandinavian yang minimalis pada seluruh bangunannya sehingga memberikan kesan luas dan cerah. Coffee shop ini cocok sekali untuk kamu yang ingin bekerja sendirian, karena tersedia meja dan kursi yang cukup banyak berbentuk comunal workspace. Ambiance nya terasa nyaman, sehingga kamu juga akan merasakan tenang dan dapat fokus dalam bekerja.

Alamat: Ruko AVI River View, Jl. Komjen.Pol.M.Jasin No.1, Tugu, Kec. Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat 16451

OI COFFEE & EATERY
OI COFFEE & EATERY | http://www.instagram.com/oi.coffee.eatery

5. Starbucks Pancoran Mas

Starbucks terkenal sebagai tempat yang nyaman untuk bekerja. Dari banyaknya starbucks yang ada di Depok, aku paling menyukai Starbucks Pancoran Mas. Desainnya yang aesthetic dan ambiance-nya yang sangat nyaman untuk bekerja sendiri ataupun bersama teman. Namun kekurangan starbucks adalah tidak memiliki mushola sendiri, sehingga pengunjung perlu keluar untuk mencari mushola terdekat.

Alamat: Jl. Raya Sawangan No.23c, Mampang, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16433

Starbucks Pancoran Mas | Dokumen Pribadi

Itulah 5 rekomendasi Coffee Shop di Depok yang nyaman untuk bekerja. Setiap coffee shop memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kamu bisa memilihnya berdasarkan kebutuhan yang ingin kamu dapatkan. Sesekali melakukan work from cafe memang terasa menyenangkan! Kalau kamu, pernah bekerja di coffee shop yang disebutkan diatas kah? Atau sering juga melakukannya di kota mu? Share yuk! Happy working~

Cheers,

Jastitahn