Jalan-Jalan Ke Nami Island, Lokasi Syuting Drama Korea!

Siapa yang suka drama korea?
Drama Korea atau yang biasa disebut drakor atau K-Drama adalah sebuah serial drama yang berasal dari Korea Selatan, yang kini menjadi sebuah tontonan yang disukai oleh masyarakat darui berbagai latar belakang dan rentang usia di seluruh Dunia. Biasanya Drama Korea terdiri dari 16 episodes, dimana drama korea ini memiliki plot/alur cerita yang unik, peran aktor/aktrisnya yang menjiwai, dengan sinematografi yang bagus yang sekaligus menunjukkan indahnya lokasi di Seoul. Bahkan setiap lokasi yang digunakan dalam syuting Drama Korea akan menjadi tempat wisata yang dikunjungi oleh para wisatawan, salah satunya adalah Nami Island.

Welcome To Nami Island

Nami Island menjadi lokasi syuting drama korea Winter Sonata pada tahun 2002. Drama ini menjadi drama korea pertama yang tayang di TV Indonesia dan merupakan salah satu drama korea tersukses di beberapa negara. Drama Winter Sonata juga sering disebut sebagai produk yang memperkenalkan Korean Wave di berbagai negara di Asia.

Tahun 2018 lalu adalah salah satu tahun yang cukup membanggakan bagiku, dimana aku bisa menginjakkan kaki di Seoul, sebuah negara yang selalu aku idamkan sejak masa sekolah dengan hasil menabungku sendiri. Aku masih mengingatnya dengan jelas, bagaimana merasakan salju untuk pertama kalinya, rasa senang melihat Starfield Library, merasakan sholat dzuhur di Seoul Central Mosque, hingga menatap lama N Seoul Tower. Momen itu yang akan selalu aku ingat sampai sekarang, atau bahkan hingga nanti.

Me In Nami Island

Tentang Nami Island

Salah satu wisata wajib kalau ke Seoul adalah mengunjungi Nami Island. Nami Island adalah sebuah pulau mungil berbentuk setengah bulan. Nami Island terletak di wilayah Chuncheon-si, provinsi Gangwon-do, Korea Selatan. Pualu ini memiliki luas 460.000 meter persegi. Dulunya tempat ini merupakan sebuah daratan yang terbentuk karena dibanjiri oleh air yang naik di Sungai Han Utara sebagai hasil pembangunan Bendungan Cheongpyeong.

Nami Island

Alamat Nami Island

1 Namisum-gil, Namsan-myeon, Chuncheon, Gangwon-do, Korea Selatan

Tiket Masuk Nami Island

Biaya tiket masuk ke Nami Island adalah 15.000 won* (sekitar 170 ribu) untuk orang dewasa.

*Harga Tiket Nami Island 2022

Aktivitas Seru di Nami Island

Berkunjung ke Nami Island tentunya banyak aktivitas seru dan menyenangkan yang bisa kita lakukan. Bahkan berada di pulau ini akan membuatmu betah! Karena banyak spot-spot menarik yang bisa di jelajahi. Berikut beberapa aktivitas seru yang bisa di lakukan di Nami Island.

#1 Berkeliling Menggunakan Sepeda

Kamu bisa menikmati indahnya pulau yang luas dan romantis ini dengan berkeliling menggunakan sepeda. Ada penyewaan sepeda dengan beberapa tipe sepeda, sepeda biasa yang hanya untuk seorang, sepeda tandem untuk 2 orang atau sepeda roda empat untuk dua orang.

#2 Berfoto dengan Patung Winter Sonata

Pulau Nami menjadi terkenal karena drama Winter Sonata, sehingga di pulau ini dibuat patung Winter Sonata, pasangan pemeran utamanya, yaitu Choi Ji Woo dan Bae Yong Joon. Banyak wisatawan yang mengantre untuk berfoto dengan patung ini lho!

#3 Menikmati Kuliner di Resto Unik

Di Pulau ini kamu bisa menemukan resto yang memiliki desain yang unik. Bagi wisatawan muslim, ada resto halalnya kok dan fasilitas musholah. Kalau menyukai makanan korea, semua makanannya nikmat!

#4 Melihat Pepohan yang Menjulang Tinggi

Di Pulau Nami ini terdapat area dengan barisan pepohonan tertentu yang menjadi khasnya. Ada Jalan Gingko dan Jalan Metasquoia yang dipenuhi deretan pohon tinggi yang indah.

#5 Mengunjungi Unicef Hall

Nami Island memiliki Unicef Hall sebagai taman bermain anak-anak yang luas dan hijau baik outdoor dan indoor. Di indoor, anak-anak dapat puas bermain di tempat yang telah disediakan di picture book library maupun program bernama Nami EcoSchool.

Cara Menuju Nami Island

Ada 3 pilihan moda transportasi ke Nami Island dari Seoul, yaitu:

  1. Menggunakan Tour Bus. Setiap pukul 09.30 AM. ada Tour Bus yang berangkat dari Myeongdong (Dibelakang dari Shinsegae Department Store), Insa-dong (Dekat West Gate Tapgol Park), di depan Nongdaemun Market, dan Namdaemun (Sungnyumen Square Bus Stop). Tour Bus ini ada setiap hari.
  2. Menggunakan Taksi / Sewa Mobil. Jika kalian tidak mau repot tetapi dana juga cukup banyak, bisa memilih opsi ini, banyak sekali penyewaan Mobil di Seoul.
  3. Menggunakan Subway Train. Waktu perjalanan sekitar 1,5 – 2 jam. Naik subway dari Seoul Station ke Hoegi Station. Tiba di Heogi station transit ke Jungnang Line menuju Sangbong Station. Di Sangbong Station transit ke line hijau bernama ITX kemudian turun di Gapyeong Station. Dari Gapyeong Station naik shuttle bus lalu turun di pemberhentian bis Nami Island.

Penutup

Mengunjungi Nami Island di berbagai musim tentunya sama indahnya. Entah pada musim dingin dimana kita akan berjalan diatas tumpukan salju yang lembut, di musim semi kita bisa menikmati moment indah bunga sakura yang sedang mekar, musim semi kita bisa berjalan diantara pepohonan yang berwarna hijau ataupun musim gugur yang ditemani dedaunan yang berwarna merah dan jingga atau juga kuning.

Berbagai aktivitas seru yang bisa dilakukan di pulau ini menjadi momen berharga yang tak akan dilupakan. Kalau kamu berencana untuk ke Korea Selatan, jangan lupa masukan Nami Island sebagai list wisata kamu yaa! Selamat berwisata~

Cheers,

Jastitahn

Advertisement

Pasar Baru Walking Tour

Berjalan-jalan sambil belajar mengenai sejarah gedung/tempat yang dilewati adalah salah satu hal yang menyenangkan. Setelah sebelumnya melakukan walking tour ke Glodok dan Menteng, keinginan ku untuk melakukan hal seperti ini lagi semakin bertambah. Beberapa kali research untuk menemukan rute rute yang bisa di jelajahi. Ternyata banyak sekali kawasan di Jakarta yang memiliki nilai sejarah dan cocok untuk di coba. Nah kali ini, aku bersama temanku melakukan walking tour ke Pasar Baru. Yeayyy!

Apa yang bisa kita lihat di kawasan Pasar Baru ini?

Waah ternyata cukup banyak! Dari mulai sekolahan, kantor berita, tempat ibadah dan lainnya. Berikut ini perjalanan walking tour ku di Pasar Baru.

1. Stasiun Juanda

Titik awal untuk walking tour Pasar Baru adalah Stasiun Juanda. Stasiun Juanda adalah stasiun KRL yang melayani jalur Jakarta Kota-Bogor, yang mulai beroperasi pada tahun 1992. Kamu pasti sudah tau kalau Stasiun ini memiliki warna khas biru yang menyegarkan mata.

Stasiun Juanda

2. Sekolah Santa Ursula

Dari stasiun Juanda, kamu bisa berjalan ke arah timur untuk melihat sekolah Santa Ursula. Dulunya sekolah ini adalah sebuah kapel. Pada masa penjajahan Belanda, mereka menyebarkan agama kristen dan mendatangkan 7 Biarawati. Biarawati inilah yang akhirnya menginisiasi terbentuknya sekolah perempuan, yang sekarang bernama Sekolah Santa Ursula.

Sekolah Santa Ursula

3. Gedung Filateli

Disebelah Sekolah Santai Ursula, terdapat sebuah bangunan khas Belanda yang mirip dengan Stasiun Jakarta Kota. Gedung ini dibangun pada tahun 1860-an. Awalnya gedung ini digunakan Belanda sebagai kantor pos dan telegram sebagai alat komunikasi pada masa itu. Namun sejak Indonesia berhasil merebut kemerdekaan, gedung ini berubah fungsi menjadi Museum Perangko Jakarta atau Gedung Filateli. Seiring berjalannya waktu, kini Museum ini dialihfungsikan menjadi sebuah public space kekinian yang dinamakan Pos Bloc Jakarta.

Gedung Filateli Jakarta

4. Gedung Kesenian Jakarta

Selanjutnya, disamping Gedung Filateli Jakarta terdapat sebuah Gedung dengan gaya art deco. Dimana dalam perjalanannya, gedung kesenian ini banyak merubah nama. Pada tahun 1809, gedung ini bernama Mini Simple Theater yang pada waktu itu masih beratapkan rumbia. Lalu, berganti nama lagi menjadi Showburg. Setelah Jepang mengambil alih kekuasaan pada tahun 1943, gedung ini dijadikan sebagai markas angkatan darat, sehingga banyak terjadi kerusakan gedung bahkan kehilangan patung-patung di dalamnya. Sayang banget ya! Tapi setelah Jepang pergi, gedung ini kembali dijadikan gedung pertunjukan dengan nama Gedung Kesenian Jakarta.

Gedung Kesenian Jakarta

5. Galeri Foto Jurnalistik Antara

Setelah melihat gaya arsitektur Gedung Kesenian Jakarta, kamu perlu menyebrang melalui jembatan penyebrangan yang berada disebelah halte Trans Jakarta Pasar Baru. Namun tidak jauh dari gerbang belakang Pasar Baru, ada sebuah Galeri yang merupakan Galeri Foto Jurnalistik Antara.

Sebelum menjadi Galeri Foto Jurnalistik Antara, dulunya galeri ini dijadikan sebagai Kantor Berita Antara yang dinasionalisasi dalam melakukan penyebaran berita tentang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke berbagai penjuru dunia. Kemudian gedung ini diresmikan menjadi sebuah galeri yang didalamnya terdapat berbagai koleksi, seperti foto, buku, hingga benda-benda bersejarah seperti mesin tik dan sepeda pada tahun 1992.

Kalau beruntung, biasanya galeri ini menampilkan karya karya dari para Jurnalistiknya Antara dalam periode tertentu.

Baca juga: Bandung Walking Tour

6. Pasar Baru

Siapa sih yang gatau Pasar Baru? Dulunya kawasan Pasar Baru ini merupakan kampung orang-orang India. Tapi semenjak Belanda mendatangkan etnis Tionghoa dari Macau untuk menghidupkan sektor ekonomi di Batavia, peradaban India lama-lama memudar.

Pasar Baru pada masanya adalah pusat perbelanjaan kaum elite. Ibaratnya kalau mau dianggap sosialita, belanjanya harus di Passer Baroe. Biasanya pelanggan di Pasar Baru adalah orang-orang Belanda yang tinggal di Weltevreden. Pada gerbang Pasar Baru terdapat angka 1820 yang menandakan tahun berdirinya pusat perbelanjaan ini. Toko-toko di sini dibangun dengan gaya arsitektur Tiongkok dan Eropa.

Memasuki Pasar Baru ini, banyak terdapat  bangunan bersejarah, seperti Toko Kompak, toko sepatu Toronto dan Canada, toko sepatu Sin Lie Seng, Klenteng Sin Tek Bio, gedung bekas tempat produksi jamu Nyonya Meneer, hingga kuliner yang legendaris.

Pasar Baru

7. Gereja Pniel

Masih di kawasan Pasar Baru, ada sebuah Gereja tua yang dibangun sejak tahun 1913 – 1915. Gereja ini dinamakan Gereja Pniel atau disebut juga Gereja Ayam. Kok dinamakan Gereja Ayam? Iyaa, karena dipuncak kubahnya terdapat petunjuk arah mata angin dengan simbol ayam. Gereja ini merupakan perluasan dari kapel kecil yang sudah ada sejak 1850.

Gereja Pniel

Nah, begitulah kira-kira rute walking tour Pasar Baru. Sebenarnya masih banyak tempat yang bisa dikunjungi di kawasan ini. Mungkin lain kali akan ku coba eksplor lebih dalam lagi. Tertarik kah kamu untuk mencobanya? Atau sudah pernahkah kamu mencoba walking tour di kotamu? Sharing yuk! Selamat menjelajah~

Cheers,

Jastitahn