Nongkrong dan Ngopi Santai di Omah Kopi 78

“Ngopi yuk!” adalah dua kata yang sering kali di lontarkan oleh anak muda sekarang. Kata ini menjadi seruan ajakan untuk bertemu dengan seorang teman di sebuah coffee shop. Bahkan tak hanya itu, keberadaan coffee shop saat ini seakan menjadi tempat untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti bekerja, mengerjakan tugas, atau sekedar me time sambil membaca buku.

Dari sekian banyak coffee shop di setiap sudut kota, sudah pasti ada beberapa yang menjadi favorit bagi setiap orang. Tak terkecuali aku, yang suka bertemu dengan teman-teman untuk membahas bisnis ataupun ngobrol ngalor ngidur dari A – Z. Salah satu coffee shop favoritku adalah Omah Kopi 78, yang terletak di Depok.

Alamat Omah Kopi 78

Omah Kopi 78 berlokasi di Jl. Gg. Kecapi No.78, Leuwinanggung, Kec. Tapos, Kota Depok, Jawa Barat 16456

Awal Mula Berdirinya Omah Kopi 78

Omah Kopi 78 adalah sebuah kedai kopi yang memiliki konsep unik jadoel seperti ala rumahan. Omah Kopi 78 ini dimiliki oleh seorang Ibu yang kerap disapa Ibu Adelia, yang menyukai tanaman hias. Awalnya Ia memenuhi lahan ini dengan tanaman hias sebagai bisnisnya. Di lahan ini pun terdapat warung-warung kecil. Kemudian Ia mendapat saran dari seorang temannya untuk belajar tentang kopi, karena saat itu belum ada warung-warung kopi seperti sekarang ini. Singkat cerita, akhirnya Ibu Adelia tertarik dan mulai membangun warung kopi yang dinamakan Omah Kopi 78.

Bangunan Omah Kopi 78

Begitu memasuki tempat ini, bangunannya memang bernuansa lawas dan didominasi perabotan kayu. Dinding kasir dan coffee bar nya pun menggunakan kayu yang berasal dari bantalan rel kereta api, dan dindingnya disertai dengan aneka pajangan antik.

Omah Kopi 78
Kasir dan Coffee Bar Omah Kopi 78

Berjalan mengikuti arah petunjuknya, kita akan melihat sebuah Danau yang berisi ikan-ikan. Disekeliling Danaunya ini terdapat banyak Gazebo yang terbuat dari kayu, sebagai tempat untuk kita duduk. Kita bisa memilih Gazebo mana yang mau kita tempati. Dalam satu Gazebo terdapat satu meja, yang kira-kira bisa diisi oleh 4 orang. Setiap Gazebo terdapat stop kontak dan lampu untuk menerangi ketika malam hari. Terasa eksklusif sekali bukan?

Danau di Omah Kopi 78
Omah Kopi 78
Gazebo Omah Kopi 78

Di ujung jalan, ada sebuah bangunan bertingkat. Bangunan ini bertuliskan Omah Kopi 78, yang diatasnya bisa kita tempati, karena terdapat meja dan kursi. Dari atas bangunan ini, kita bisa melihat view Danau yang ada dibawahnya. Sungguh menyejukkan!

Omah Kopi 78

Selain terdapat Danau ditengah, disisi lainnya ada kolam teratai. Beberapa teratai tumbuh indah didalamnya. Di sekelilig tempat ini pun banyak ditanami pohon-pohon. Sehingga rasanya teduh sekali dan kita bisa menikmati suasana nyaman disini.

Omah Kopi 78
Kolam Teratai Omah Kopi 78

Menu Omah Kopi 78

Menu yang ada di Omah Kopi 78 ini tergolong lengkap. Mulai dari kopi, teh, snack hingga makanan berat. Harganya pun affordable kok! Untuk makanannya sendiri, menurutku tidak ada yang fail sih yaa! Aku beberapa kali mencoba makanannya dan rasanya memang enak! Bahkan terakhir saya berkunjung bersama teman, dia kepingin pesan lagi pesan lagi hehe :D. Beberapa menu yang pernah saya pesan adalah Ice Caramel Latte, Mango Yakult, Sate Taichan, Chicken Cordon Blue, Kentang Goreng, Pempek Kapal Selam, dll.

Konsep Pemesanan Omah Kopi 78

Konsep Pemesanan disini cukup menarik. Begitu sampai di pintu masuk, akan ada staf yang memberikan buku menu dan memberi tahu untuk pesannya silahkan chat melalui whatsapp yang tertera di bawah. Nomer yang tertera disertai dengan barcode yang bisa kita scan untuk langsung menuju halaman chat pemesanan. Lalu, staf akan menjawab chat tersebut. Dan kita hanya tinggal menunggu pesanan kita datang.

Penutup

Nongkrong dan ngopi santai di Omah Kopi 78 menjadi satu hal yang membuatku ingin terus kembali te tempat ini. Walaupun lokasinya cukup jauh dari rumahku, namun rasanya nyaman sekali jika berkumpul disini. Apalagi menunya pun enak-enak! Buat kamu yang berada di Depok atau sekitarnya, kalau ingin mencoba suasana ngopi yang teduh, nyaman bisa datang ke kedai kopi ini yaa. Omah Kopi 78 ini buka setiap selasa – minggu, mulai pukul 11.00 – 22.00. Selamat berkuliner~

Cheers,

Jastitahn

Advertisement

Dharma Boutique Roastery, Kedai Kopi Unik di Semarang

Dharma Boutique Roastery, sebuah kedai kopi unik yang terletak di Semarang ternyata memiliki sejarah penting akan perkopian di Indonesia lho!

Berkembangnya coffee shop di berbagai tempat saat ini, seakan coffee shop menjadi salah satu list tempat yang bisa di datangi ketika berkunjung ke sebuah kota. Salah satunya kota Semarang yang memiliki kedai kopi unik dengan sejarah penting akan perkopian di Indonesia, namanya Dharma Boutique Roastery.

Tidak seperti kedai kopi pada umumnya, bagian depan Dharma Boutique Roastery hanya sebuah bangunan berjendela kecil dengan satu pintu besi bercat abu-abu sebagai pintu masuk. Didalamnya, kita bisa melihat halaman rumah Belanda yang menyatu dengan kedai kopinya.

Alamat Dharma Boutique Roastery

Dharma Boutique Roastery ini berlokasi di Semarang, tepatnya di Jl. Wotgandul Barat No.14, Kranggan, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50137

Tentang Dharma Boutique Roastery

Biji Kopi Dharma Boutique Roastery

Kedai Kopi Dharma Boutique Roastery ini bisa terbilang cukup kecil. Di dalamnya hanya ada satu ruangan yang berisi puluhan toples biji kopi, baik yang jenisnya Arabica maupun Robusta. Kedai kopi ini sebenarnya fokus menjual biji kopi, sehingga tidak memiliki banyak menu yang ditawarkan, hanya ada kopi hitam saja. Tapi sekarang konsepnya berganti jadi slow bar dan menjadi ruang interaksi. Kedai kopi ini pun hanya menyediakan empat meja untuk pengunjung sehingga terasa eksklusif.

Area Dharma Boutique Roastery
Sumber: Kompas.com

Pengunjung yang ingin meminum kopi di tempat, bisa memilih biji kopi yang tersedia, bahkan diperbolehkan untuk mencium aromanya terlebih dahulu. Kemudian dilakukan penggilingan dengan mesin yang ada dan di seduh secara manual (manual brewing) tanpa mesin espresso dan siap disajikan ke pengunjung. Kita bisa melihat tahapan proses tersebut secara seksama.

Sudut cantik Dharma Boutique Roastery

Sudut ruang yang ada di kedai kopi ini pun cukup menarik. Kita bisa memotret area yang ada di area ini, juga rumah Belanda yang berada disampingnya.

Waktu kesini, sedang ada wartawan media yang mencari tahu informasi tentang kedai kopi ini bersama pemiliknya langsung, yaitu Pak Basuki. Beruntungnya, aku dan temanku diajak untuk melihat pabrik kopi yang ternyata berada di belakang kedai ini.

Baca juga: Coffee Shop Kekinian di Malang

Tentang Pabrik Kopi Margo Redjo

Bagian depan Pabrik Margo Redjo

Pemilik Pabrik ini adalah kakeknya Pak Basuki, yang bernama Tan Tiong Ie. Pada tahun 1924, kakeknya kembali ke Semarang dan melihat akan potensi kopi yang cukup besar, dimana belum ada pemrosesan untuk kopi robusta pada saat itu. Sehingga kakeknya membuka pabrik kopi yang dinamakan Margo Redjo dan mulai mengoperasikannya.

Mesin Kopi tahun 1927

Singkatnya, pabrik kopi ini sukses dan banyak melakukan ekspor ke berbagai negara. Hingga kakenya membeli mesin kopi besar dari Belanda tahun 1927. Mesin kopi ini bisa memuat 100kg biji kopi, dimana kecepatannya dalam mengoperasikan penyangrai-an kopi hanya membutuhkan waktu 20 menit.

Pada tahun 1930, produksi kopi mulai turun dikarenakan adanya krisis ekonomi di Amerika Serikat, yang efeknya menyebar ke seluruh dunia dan juga berpengaruh pada pabrik Margo Redjo sebagai ekspor kopi terbesar pada saat itu. Beberapa tahun setelah krisis ekonomi tersebut pun terjadi perang dunia. Sehingga menyebabkan krisis yang semakin parah.

Ditambah lagi ketika Jepang masuk ke Indonesia, produksi kopi ini berhenti total, karena pasokan gas batubara dari Nederlands Indische Gas Maatschappij dihentikan. Sementara mesin kopi yang dioperasikan membutuhkan gas batubara. Akhirnya mesin penggilingan kopi dinyatakan drop karena tidak bisa digunakan lagi.

Sejak saat itu perubahan permintaan pasar mulai bergeser dari biji kopi ke kopi sachet yang lebih murah dan tahan lama. Penggilingan kopi pun tidak lagi masif. Tapi pabrik ini tidak pernah benar-benar berhenti, hanya saja produksi terus menurun dan tidak bisa lagi bersaing.

Pak Basuki pun mengatakan bahwa sekitar 200 ton atau sekitar 60 persen ekspor kopi yang dilakukan Indonesia pada saat itu, diproduksi oleh pabrik kopi Margo Redjo. Waah mengesankan sekali bukan?

Mesin-mesin pembuat kopi Pabrik Margo Redjo

Mesin penyangrai-an kopi yang memuat 100kg biji kopi pun masih ada sampai sekarang. Bahkan mesin kopi lainnya seperti mesin penggilingan pun juga masih tersedia. Pabrik kopi Margo Redjo membuat sejarah tentang kopi di Indonesia.

Rumah Pemilik Dharma Boutique Roastery

Datang ke kedai kopi ini menjadi satu pengalaman yang menarik bagiku. Bisa melihat biji kopi Indonesia yang beragam, melihat proses pembuatan kopi secara manual, hingga melihat mesin kopi besar yang masih terjaga hingga kini. Menyenangkan sekali rasanya!

Buat kamu yang berkunjung ke Semarang, bisa coba datang ke kedai kopi Dharma Boutique Roastery ini yaa! Buka dari pukul 09.00 – 16.00. Kamu tidak hanya mendapatkan kenikmatan kopi disini, tapi juga akan wisata kopi lho!

Cheers,

Jastitahn