Situs Megalitikum Gunung Padang: Destinasi Roadtrip ke Cianjur

Bagi kamu yang menyukai perjalanan menggunakan motor alias touring motor, tentu akan selalu mencari kota atau tempat yang akan dituju. Apalagi jika perjalanan tersebut dilakukan berbarengan oleh beberapa motor, pastinya akan lebih seru dan mengasyikkan.

Jika kamu tinggal di wilayah Jabodetabek, Cianjur adalah salah satu kota yang bisa masuk kedalam destinasi touring motor mu. Salah satu destinasi yang bisa dikunjungi di Cianjur adalah Situs Megalitikum Gunung Padang. Apa itu Situs Megalitikum Gunung Padang?

Situs Megalitikum Gunung Padang adalah Cagar Budaya Nasional yang berupa bangunan punden berundak yang berukuran panjang besar dan tertua di Indonesia. Untuk mencapai situs ini, pengunjung yang datang harus mendaki ratusan anak tangga, karena situs ini berada pada ketinggian 895 MDPL.

Situs Megalitikum Gunung Padang

Alamat Situs Megalitikum Gunung Padang

Situs Megalitikum Gunung Padang berada di kabupaten Cianjur, yang kira-kira berjarak sekitar 30 KM dari pusat kota Cianjur dan bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam. Situs Megalitikum Gunung Padang tepatnya berada di Kp. Gunung Padang, Karyamukti, Kec. Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 43263

Sejarah Situs Megalitikum Gunung Padang

Situs Megalitikum Gunung Padang merupakan situs sejarah yang berusia 10 ribu tahun. Penemuan pertama kali situs gunung ini dimuat pada Rapporten van de Oudheidkundige Dienst (ROD, “Buletin Dinas Kepurbakalaan”) tahun 1914. Namun situs ini sempat terlupakan selama bertahun-tahun. Hingga pada tahun 1979 ada beberapa warga sekitar menemukan keberadaan tumpukan batu-batu persegi besar, yang kemudian mulai diteliti oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Balai Arkeologi Bandung.

Situs Megalitikum Gunung Padang

Area situs ini memiliki luas kurang lebih 3 hektare, sehingga menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara. Keadaan lokasi situs yang berbukit-bukit curam, sulit dijangkau, dan memiliki banyak batu andesit besar berbentuk persegi, membuat warga sekitar menganggap situs ini sebagai tempat keramat.

Nama Gunung Padang

Nama Gunung Padang berasal dari Nagara Siang Padang. Arti Padang dalam bahasa Sunda adalah terang atau cahaya. Masyarakat setempat menghubungkan nama Gunung Padang dengan Jabal Nur di Arab Saudi yang memiliki arti sama, yaitu gunung yang bercahaya.

Situs Megalitikum Gunung Padang

Daya Tarik Situs Megalitikum Gunung Padang

Situs Megalitikum Gunung Padang memiliki daya tarik tersendiri, dan berkaitan dengan angka lima. Daya tariknya terdiri dari lima teras, dikelilingi lima bukit, menghadap lima gunung, setiap batu memiliki lima sisi, dengan pemandangan alam yang indah dan kebudayaan situs lokal.

Memiliki 5 Teras

Menurut cerita turun menurun dari warga sekitar, punden berundak dengan lima teras mengandung makna yang sangat dalam.

Teras 1

Pada teras 1 ini, ada yang namanya Eyang Pembuka Lawang. Di teras ini, terdapat dua menhir besar yang sekarang hanya tinggal satu yang masih berdiri tegak. Secara filosofis, dijadikan sebagai simbol membuka dan mempersiapkan hati sebelum memasuki areal pemujaan tersebut. Kemudian ada yang namanya Gunung Masigit/ Masjid, dimana terdapat dua menhir yang miring seperti orang bersujud. Arah sujudnya mengarah ke Gunung Gede.

Teras 2

Teras 2 disebut Mahkuta Dunia. Pada situs ini banyak orang salam pemahaman, karena orang bersemedi dan tirakat di tempat tersebut untuk meminta sesuatu, contohnya adalah kekayaan.

Padahal sebetulnya bukan seperti itu. Mahkuta Dunia sebenarnya simbol kehormatan dunia, yang berarti buat apa kita punya kekayaan berlimpah kalau tidak berbagi dengan orang lain. Karena di Mahkuta Dunia itu ada batu yang dinamakan Batu Lumbung, simbol sikap saling berbagi.

Teras 3

Pada teras ini, terdapat batu yang dinamakan Telapak Kujang. Kujang adalah senjata pusaka masyarakat Sunda. Batu itu tepat berada di sentral Situs Gunung Padang. Waktu zaman dahulu batu tersebut berdiri, namun sekarang sudah runtuh.

Nama senjata pusaka Kujang berasal dari kata ku-ujang, yang artinya oleh kamu. Oleh karena itu arti dan makna yang ada di Gunung Padang harus dipegang teguh oleh diri kita sendiri.

Teras 4

Pada teras ini, terdapat Batu Kanuragan/ Batu Ujian dengan simbol kekuatan. Banyak orang berpikir bahwa jika berhasil mengangkat batu tersebut maka doanya akan terkabul, namun itu adalah pemahaman yang salah. Dasar alasan Batu Kanuragan terletak di teras ke 4 memiliki arti yaitu anda dipersilahkan untuk melanjutkan perjalanan ke tingkat kelima atau tingkat tertinggi, asalkan mampu menaiki untuk mencapai tingkat-tingkat sebelumnya.

Teras 5

Pada teras 5, terdapat tempat yang seperti singgasana raja. Konon cerita warga setempat mempercayai bahwa singgasana tersebut adalah Singgasana Prabu Siliwangi yang memiliki fungsi sebagai tempat istirahat dengan suasana tempat yang hening.

Mengenai orientasi situs Gunung Padang yang mengarah ke Gunung Gede, mempunyai makna spiritual yang dalam karena tempat itu adalah tempat peribadatan dan berkumpul manusia pada masa lalu. Sedangkan pada zaman dahulu, Gunung Gede dianggap sebagai simbol kiblat menghadap pemujaan Kepada Yang Maha Agung.

Harga Tiket Masuk Situs Megalitikum Gunung Padang

Harga tiket masuk ke Situs Gunung Padang adalah sebagai berikut:

Tiket masuk: Rp5.000
Tiket parkir:
Motor: Rp5.000
Mobil: Rp10.000
Bus: Rp20.000

Selain tiket masuk, pengunjung juga dapat menyewa jasa pemandu wisata dengan biaya Rp100.000. Jasa pemandu wisata ini akan membantu pengunjung untuk memahami sejarah dan makna dari Situs Gunung Padang.

Situs Megalitikum Gunung Padang

Penutup

Menjadikan Situs Megalitikum Gunung Padang sebagai destinasi tujuan dalam touring motor adalah satu hal yang patut dicoba. Akses jalan yang sudah bagus, dengan pemandangan indah di sekelilingnya membuat perjalanan semakin menyenangkan. Kamu juga bisa mampir ke Terowongan Lampegan, salah satu terowongan pertama di Jawa Barat yang dibangun di desa Cibokor tahun 1879–1882 yang letaknya tidak jauh dari Situs Megalitikum Gunung Padang ini.

Mengunjungi situs ini seakan membawa kita kembali ke masa lampau dengan kembali mengingat kisah jaman pra-sejarah dan secara tidak langsung membuat kita semakin menghargai sejarah Bangsa Indonesia.

Adakah dari kamu yang sudah pernah kesini atau tahu mengenai situs ini? Share yuk dikolom komentar! Happy traveling~

Cheers,

Jastitahn

19 thoughts on “Situs Megalitikum Gunung Padang: Destinasi Roadtrip ke Cianjur

  1. gunung padang jadi piramid tertua lebih tua dari piramida giza mesir aja udah bikin penasaran banget..

    objek wisata yg kaya gini emang opsi wisata terjangkau tapi dapet semua.. pengetahuan, view, sejarah..

    Like

  2. Waktu membaca tempatnya di Gunung Padang saya nganggapnya ada di Padang, eh ternyata di Cianjur. Tempatnya cukup menantang untuk dikunjungi,apalagi harus meniti banyak anak tangga. indonesia memang sangat kaya dangan peninggalan sejarah ya, Kak.

    Like

  3. Terima kasih informasi dan sharingnya, Mbak. Karena Cianjur bersebelahan dengan Bogor juga, jadi yang paling aku tahu ya soal kawasan Puncaknya. Tapi ternyata kita bisa eksplor sisi lain Cianjur dari wisata sejarahnya ini ya. Bolehlah masuk rekomendasi next trip nih.

    Like

  4. wah baru tahu aku tentang situs megalitikum ini. tapi sayang kayaknya banyak yang hancur ya peninggalannya. buat yang suka sama wisata sejarah bisa banget nih jalan-jalan ke sini kalau ke jabar

    Like

  5. Lihat batunya bikin takjub dan kadang berpikir, kok bisa ya orang menyimpulkan kalau ini udah ribuan tahun. Tapi sayangnya jauh banget dari jawa ya, kalau deket udah pasti aku kunjungi ini.

    Like

  6. Ini memang sempat hits banget ya sejak awal kemunculan dan begitu banyak pembahasan di media. Tertarik sekali untuk mengunjungi langsung situs megaltikum Gunung Padang ini. Next time, sepertinya bisa berkesempatan buat lihat apalagi biaya masuk pun masih kategori terjangkau nih.

    Like

  7. terimakasih sudah mendeskripsikan situs gunung padang. Jadi bisa membayangkan suasana disana. Melihat susunan batu-batu itu, sepertinya memang man made yah, artinya pernah ada peradaban yang tinggi di sana. Sayangnya kita tidak tahu seperti apa manusia hidup di zaman saat wilayah itu berpenghuni.

    Like

  8. Masih penasaran mengapa bebatuannya begitu. Menurutku sih ini harusnya membentuk pola atau bangunan sesuatu, tidak seperti ini. Mungkin arkeolog sedang proses penyelidikan dalam hal ini.

    Like

Leave a comment