Museum De Tjolomadoe, Museum Pabrik Gula Berkonsep Modern

Museum De Tjolomadoe berada di Jalan Adi Sucipto No. 1 Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Museum ini pada awalnya merupakan sebuah pabrik gula yang bernama Pabrik Gula Colomadu yang didirikan pada 1861. Kini De Tjolomadoe diubah menjadi objek wisata baru, landmark bersejarah, dan sebagai pusat konvensi.

Museum De Tjolomadoe
Museum De Tjolomadoe

Harga Tiket Masuk & Jam Operasional

Harga tiket masuk Museum adalah Rp 35.000
Jam Operasional: pukul 11.00 – 18.00 (Selasa- Kamis) atau 11.00 – 20.00 (Jumat – Minggu). Sedangkan Senin tutup, seperti museum pada umumnya.

The Transformation of Colomadu Sugar Factory
The Transformation of Colomadu Sugar Factory

Pengunjung yang datang kesini dapat belajar sejarah tentang bagaimana pabrik gula ini beroperasi pada saat itu. Dari mulai mendapatkan bahan baku, proses pembuatan gula, hingga pendistribusian.  

Disini terdapat 5 stasiun yang bertransformasi menjadi corner De Tjolomadoe yakni St. Gilingan, St. Penguapan, St. Karbonatasi, St. Betali dan St. Ketelan. Dimana stasiun ini, adalah stasiun kerja dalam proses pembuatan gula.

Selain terdapat museum yang menjadi objek wisata utama, De Tjolomadoe menyediakan outlet-outlet seni dan kerajinan untuk mendukung UMKM lokal serta melestarikan budaya melalui produk yang dijual, seperti lukisan, batik, dan sebagainya. Dan juga terdapat resto dan cafe didalamnya.

Berkunjung kesini, cukup membuatku senang. Melihat bagaimana pabrik gula beroperasi dari zaman dahulu, disertai dengan mesin-mesin besar yang digunakan pada saat itu, penataan ruang yang modern dan atraktif, membuat aku semakin menyadari bahwa hari ini ada karena ada masa lalu yang telah menjadi bagian dari sejarah.  

Baca juga: Museum Fatahillah Jakarta

Nah kamu tertarik untuk mengunjungi serunya destinasi De Tjolomadoe? Yuk jadikan list wisatamu kalau berkunjung ke Solo!

Cheers,

Jastitahn

Jalan-jalan ke Kota Tua Jakarta´┐╝

Salah satu hal yang menyenangkan bagiku adalah berkunjung ke sebuah museum. Entah kenapa, dari dulu aku cukup excited jika ada temanku yang mengajakku, atau temanku yang mengiyakan ajakanku. Mungkin bagi sebagian orang museum terdengar kuno, dan berpikir mau ngapain kalo kesana. Tapi menurutku, museum jadi salah satu tempat untukku belajar sejarah negara kita yang mungkin aku belom tau selama ini. Walaupun ya kenyataannya pun setelahnya aku akan lupa persisnya seperti apa, tapi sebagian kepingan memori tentangnya akan tetap ada dalam pikiranku.

Well, akhir oktober kemarin setelah aku menjelejahi wisata pecinaan Glodok, aku bersama temanku berkunjung ke kota tua Jakarta; tentunya ya museum Fatahillah! Senangnya bukan main! Nah yaa sesederhana itu kan ternyata bahagia? Hehe dan karena pun masih sepi, jadi cukup leluasa untuk bisa kesana kesini tanpa ragu karena tak ada sekumpulan manusia didalamnya.

Untuk masuk ke museum, tentunya wajib meng-scan barcode pada aplikasi peduli lindungi, kemudian bayar untuk tiket masuknya. Tiketnya pun ternyata masih murah! Untuk pelajar/mahasiswa sebesar Rp 3000 dengan menunjukkan kartu pelajar/mahasiswa, dan untuk umum sebesar Rp 5000. Untuk membeli tiket masuk museum, sekarang ini harus menggunakan kartu jakCard/ jak-lingko. Nah buat yang belum punya, bisa membeli terlebih dahulu di lokasi sebesar Rp 35.000 dengan isi saldo Rp 20.000 didalamnya.

Mengexplore Museum Fatahillah ini cukup menyenangkan dan menghibur diri! Apalagi setelah sekian lama aku tidak ke museum lagi karena sibuknya rutinitas bekerja. Seruuu!

Museum Fatahillah



Selain ke museum Fatahillah, aku dan temanku juga masuk ke museum Wayang. Ya tentunya isi didalamnya tentang perwayangan yang ada di Indonesia dongg!

Sisanya, aku berjalan dari ujung ke ujung menyusuri kota tua Jakarta di bawah sinar matahari yang menyengat.

Overall, perjalanan kali ini memang sangat sederhana. Tapi bagiku menyenangkan! Nah untuk nextnya kira kira kemana lagi yaa? sharing pengalaman kamu yuk!

Cheers,

Jastitahn