Pasar Papringan, Pasar Pemberdayaan Masyarakat Temanggung

Temanggung adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang menghadirkan wisata lokal yang unik, yaitu Pasar Papringan. Aku cukup penasaran dengan pasar ini. Dan tepat sekali ketika berkunjung ke Semarang beberapa waktu lalu, aku menyempatkan untuk bisa datang ke Pasar Papringan ini. Alhamdulillahnya, Pasar Papringan ini pun sedang buka. Berangkat dari Semarang yang kurang lebih ditempuh dalam waktu dua jam, akhirnya bisa sampai dan menjelajahi Pasar Papringan ini.

Pasar Papringan adalah pasar pemberdayaan masyarakat Temanggung yang merupakan salah satu program pengembangan desa yang diinisiasi oleh komunitas Spedagi (sepeda pagi). Pasar Papringan sendiri diambil dari dua kata, yaitu “Pasar” yang artinya tempat untuk jual beli, dan “Papringan” yang artinya kebun bambu.

Alamat Pasar Papringan

Pasar Papringan berada di desa Ngadiprono. Tepatnya di alamat Dusun Ngadiprono, Ngadiprono, Ngadimulyo, Kedu, Temanggung, Jawa Tengah.

Keunikan Pasar Papringan

Pasar Papringan ini memiliki banyak keunikan. Datang ke tempat ini, seakan kita mau berlama-lama disini 😀 membuatku terpukau dengan konsep dan suasanya pasarnya.

Hanya Buka Setiap Minggu Wage dan Minggu Pon

Pasar papringan tidak buka setiap hari atau setiap minggu, melainkan pasar ini ada hanya ketika Minggu Wage dan Minggu Pon saja mulai pukul 06.00 – 12.00. Unik sekali bukan? Untuk lihat jadwalnya, bisa cek melalui instagramnya @pasarpapringan. Disana mereka sudah menghighligt kapan saja jadwal pasar ini buka.

Belanjanya Tidak Pakai Uang

Untuk masuk kedalam Pasar Papringan ini kita hanya diwajibkan untuk menukarkan uang yang kita miliki dengan uang pring. Satu keping uang pring senilai dengan Rp 2.000. Uang pring ini kita gunakan untuk membeli makanan/minuman atau produk lainnya yang ada di pasar ini. Harganya beragam, mulai dari 1 pring – 7 pring.

Menghadirkan Kearifan Lokal

Pasar ini menjual makanan/ minuman olahan kuliner khas dan tradisional. Mulai dari kuliner jadul, pernak-pernik kerajinan tangan, hingga hasil pertanian. Beberapa makanannya seperti sego jagung putih, kupat tahu, sego gono, sate jamur, dawet ireng, lontong mangut dan masih banyak lagi.

Baca juga: Rekomendasi Kuliner Semarang

Kulineran Dibawah Rimbun Bambu

Pasar Papringan ini dikelilingi oleh pohon bambu yang seakan menambah kesejukan saat kita berkuliner disini. Merasakan sejuk dan sunyi dibawah rindangnya pohon bambu juga dapat menyegarkan pikiran.  

Dihibur dengan kesenian tradisional khas Temanggung

Selain kulineran, di Pasar ini ada keseniannya juga. Kesenian tersebut berupa tari, musik karawitan, musik tradisional sampai dengan permainan – permainan yang hampir terlupakan. Tentunya pertunjukan pertunjukan seni di pasar ini akan membangkitkan kembali kenangan masa tradisional dahulu.

Menarik sekali bukan Pasar Papringan ini? Seakan membawa kita ke masa lalu, menikmati berbagai makanan dan minuman tradisional yang diiringi dengan alunan musik karawitan. Rasanya menyenangkan sekali ingin mencoba semua makanan yang ada disini. Kalau kamu berkunjung ke daerah Temanggung ataupun daerah yang dekat dari sini, bisa datang ke Pasar Papringan yaa!

Cheers,

Jastitahn

Sedapnya Kuliner Semarang

Perjalanan membawamu bertemu denganku, ku bertemu kamu..

Sebaris lirik dari Tulus, ternyata ga hanya untuk bertemu pasangan. Tapi juga bertemu dengan kuliner enak yang ada disuatu tempat hehe yapps! Perjalanan yang aku lakukan, tentunya tidak terlepas dengan kuliner. Aku selalu excited mencicipi kuliner yang ada di kota yang aku kunjungi. Kebetulan waktu kemarin aku ke Semarang, aku bisa mencicipi beberapa kuliner ini.

Nasi Pindang Kudus & Soto Sapi Gajahmada

Mencoba menu utamanya, yaitu nasi pindang dan soto sapi. Untuk nasi pindangnya diberi irisan daging-daging tipis diguyur kuah pindang lengkap dengan daun melinjo. Penyajiannya pun di atas piring dengan alas daun pisang. Sedangkan soto sapinya berisikan nasi yang disiram soto panas berisi daging sapi, toge, tomat, soun, irisan bawang putih goreng dan seledri. Yang membedakan soto ini dengan soto yang lain adalah irisan daging sapinya seperti daging yang untuk sop jadi empuk dan sedap. Harga 1 porsi nya Rp 20.000. Rasanya nikmat!

Rating: 3.5/5

Tahu Gimbal H.Edy

Tahu gimbal merupakan racikan tahu khas Semarang. Yang isinya berupa potongan tahu goreng yang diberi gimbal atau bakwan udang yang digoreng melebar lalu dipotong-potong. Dilengkapi irisan halus kol segar lalu ditaburi dengan bawang merah goreng dan seledri cincang. Disiram kuah kacang yang dicampur kecap manis. Plus bisa dilengkapi dengan telur goreng. Waah menurutku tahu gimbal adalah varian panganan tahu terenak sejauh ini 😀

Rating: 4.5/5

Baca juga: Kuliner Khas Yogyakarta

Sop Kakap Bu Ndut

Kalau makanan yang satu ini, banyak di rekomendasikan oleh warga twitter di berbagai thread kuliner Semarang. Sop kakap ini sebenarnya menggunakan rempah-rempah pada umumnya. Ikan kakap segar setelah dibersihkan dipotong dadu, kemudian dimasukkan ke dalam air yang telah diberi bumbu tersebut. Namun sepertinya ada bumbu rahasia yang membuat sop ini terasa sempurna.

Rating: 5/5

Es Mangkuk Pak Yono

Es mangkuk pak yono ini salah satu tempat legendaris di Semarang. Terdiri dari empat scoop es krim dengan varian rasa coklat, stroberi, alpukat, dan durian. Uniknya  es krim ini diberi irisan panekuk alias pancake. Ditambahkan pula aneka topping seperti agar-agar, dan irisan roti tawar.

Rating: 3.5/5

Dharma Boutique Roastery

Kalau ini adalah salah satu hidden kedai kopi di Semarang. Tempatnya berada di rumah tua, yang ternyata dulunya bekas pabrik kopi tahun 1928. Kalau kamu pecinta manual brew, datang ketempat ini pasti senang dengan berbagai varian single origin disini. Secangkirnya hanya Rp 15.000 – Rp 20.000 aja!

Rating: 4/5

Baca juga: Kopi Kawa Daun Sumatera Barat

Nah itu dia beberapa kuliner yang aku datangi dalam perjalananku ke Semarang. Adakah kuliner lainnya yang harus dicoba di kota ini? Share yuk di kolom komentar! Selamat berkuliner~


Cheers,

Jastitahn