Book Review: How to Win Friends and Influence People

Hai!

Aku mau review salah satu buku yang menurutku sangat menarik untuk dibaca, terutama bagi kamu yang menginginkan cara-cara fundamental dalam berhubungan dengan orang lain serta bagaimana agar kita dapat memengaruhi mereka.

Buku ini ditulis dari pengalaman penulis yang dikemas dengan ide yang dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa penting dalam keseharian. sehingga konsep yang ditulis dibuku ini tersampaikan dengan pembuktian yang relevan.

Buku How to Win Friends & Influence People karya Dale Carnegie ini tentang konsep bagaimana kita berhubungan dengan orang lain dan bagaimana kita dapat memberi pengaruh ke mereka dengan cara yang efektif. Dimulai dari bagaimana membuat impresi awal yang baik saat berhubungan dengan orang lain hingga bagaimana memberikan ketidaksetujuan akan sesuatu.

Dalam buku ini, terbagi menjadi 4 bagian yang dimana dalam setiap bagiannya memiliki prinsip-prinsipnya sendiri untuk bisa kita pelajari, dan menerapkannya dalam kehidupan kita untuk meningkatkan hubungan dan skill komunikasi dengan orang lain.

1. Teknik Fundamental Dalam Berhubungan Dengan Orang Lain

Pada bagian ini, terdapat 3 teknik fundamental yang di tuliskan oleh Dale. Salah satunya adalah pada prinsip 1, yaitu:

Jangan memberi kritik, menyalahkan atau komplain terhadap pemikiran atau tindakan orang lain

Menurut Dale, pada dasarnya orang-orang tidak menyukai kritik, komplain atau disalahkan akan tindakan atau pemikiran yang mereka utarakan. Permasalahan timbul ketika mereka bersikap defensif. Orang-orang akan cenderung tersinggung saat diberi tahu bahwa mereka salah. Karena tidak ada satu orang pun yang ingin dianggap salah karena setiap orang selalu melakukan tindakan yang menurut mereka benar sesuai dengan perspektif mereka.

Menurut penulis juga, hal yang lebih buruk yang dapat terjadi yaitu kecenderungan menyimpan dendam terhadap orang yang memberikan kritik terhadapnya, meskipun itu adalah kritik yang baik.

2. Cara Untuk Membuat Orang Suka Dengan Kita

Bagaimana cara membuat orang menyukai diri kita? Nah di buku ini, dituliskan ada 6 prinsip yang bisa kita gunakan. Hal simplenya seperti

  1. Tersenyum.
    Menurut Dale, kita dapat memberi tahu orang-orang kalau kita menyukai mereka, kalau mereka bisa membuat kita bahagia. Namun tanpa adanya senyum yang tulus, kata-kata kita tidak akan berarti apa apa. Bahkan jika kita tidak ingin tersenyum, paksalah diri kita untuk tersenyum. Bertindaklah seolah-olah kita bahagia, maka emosi terhadapnya kita akan mengikuti.
  2. Mengingat nama seseorang.
    Kenapa? Karena nama merupakan aspek penting seorang individu. Setiap orang akan merasa senang jika kita dapat mengingat nama mereka dan memanggil mereka dengan namanya. Hal ini akan membuat mereka merasa berharga dan penting.
  3. Menjadi pendengar yang baik
    Jadilah pendengar yang baik. Buatlah orang tersebut banyak berbicara tentang dirinya. Kita dapat menjadi pendengar aktif dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang dirinya. Orang-orang selalu senang membicarakan topik yang sesuai tentang dirinya.

3. Bagaimana Cara Agar Dapat Memberikan Pengaruh Terhadap Pemikiran Kita

Pada bagian ketiga berisi tentang bagaimana caranya kita dapat memperngaruhi orang lain dengan pemikiran kita. Di bagian ini, Dale menuliskan 12 prinsip yang efektif yang bisa kita gunakan. Diantaranya adalah

  1. Menghargai opini orang lain, jangan pernah mengatakan “Kamu Salah”
    Selalu hargai pemikiran dan opini dari orang lain. Jika kita ingin meyakinkan bahwa pemikiran kita adalah benar, maka jangan pernah katakan ke orang lain bahwa kamu salah. Salah satu teknik yang bisa digunakan untuk memberikan pengaruh terhadap opini kita adakah dengan mengakui adanya kemungkinan bahwa kita salah. Kita dapat mengatakan “Mungkin saya salah, mari kita lihat fakta yang ada”
  2. Mulai dengan cara yang ramah
    Kita tidak dapat memaksa seseorang untuk setuju dengan pemikiran kita, tapi kita dapat membawa pembicaraan itu jika kita bisa bersikap ramah dan lembut.
  3. Bersimpati dengan ide dan keiginan orang lain
    Setiap orang ingin ide dan keinginan mereka dihargai. Jangan pernah menganggap aneh atau salah terhadap ide atau keinginan mereka. Tunjukan rasa simpati terhadap apa yang menjadi iden dan keinginan mereka.

4. Bagaimana Seorang Pemimpin Dapat Memberikan Pengaruh

Bagaimana seorang pemimpin dapat memberikan pengaruh kepada tim nya tanpa harus menyinggung perasaanya? Didalam buku ini, Dale juga menuliskan 9 prinsip efektif, yang diantaranya adalah

  1. Mulai dengan pujian dan apresiasi
    Mulai percakapan dengan memberikan pujian dan apresiasi yang dapat dimulai dari hal kecil. Setiap peningkatan sekecil apapun merupakan pencapaian yang luar biasa bagi orang tersebut. Berilah pujian terhadap setiap peningkatkan yang dicapai sekecil apapun.
  2. Jika berbicara tentang kesalahan orang tersebut, mulai secara tidak langsung
    Jika kita ingin membicarakan tentang kesalahan teman bicara kita, kita bisa mulai dengan hal-hal baik atau pencapaian orang tersebut terlebih dahulu. Setelah itu kita bisa gunakan kata sambung “dan” ke kalimat yang menjadi masukan bagi teman bicara kita.
    Misalnya: Kita sangat bangga karena kamu dapat meningkatkan performa dari nilai yang didapat di semester ini dan jika kamu terus melanjutkan usaha dalam bidang X, kamu akan mendapatkan nilai yang lebih baik di semester selanjutnya.
  3. Bicara tentang kesalahan kita dahulu sebelum memberikan kritik terhadap orang tersebut
    Setiap orang ingin ide dan keinginan mereka dihargai. Jangan pernah menganggap aneh atau salah terhadap ide atau keinginan mereka. Tunjukan rasa simpati terhadap apa yang menjadi iden dan keinginan mereka.Kita dapat memberikan kritik dengan membicarakan mengenai kesalahan kita dahulu. Contoh, di buku ini penulis memberi contoh bagaimana mengajak orang untuk berhenti merokok dengan menceritakan kesalahan awal bagaimana dia memulai merokok, akibat dari merokok dan penyesalan karena telah merokok.

So far, menurutku buku ini bagus banget buat kita yang mau belajar tentang bagaimana berhubungan baik dengan orang lain serta bagaimana agar kita dapat memengaruhi mereka secara effisien. Walaupun ada beberapa part yang menurutku “sepertinya susah kalau menerapkan prinsip ini” kalau untuk diriku sendiri sekarang, tapi dengan pemaparan yang sederhana dan disertai dengan contoh-contoh yang relevan, membuat kita bisa melek mata untuk bisa belajar lebih baik lagi kedepannya. Tentunya kita jadi sadar kalau kita harus bisa melihat perspektif dari orang lain.

Ohya kamu bisa beli bukunya disini -> How To Win Friends and Influence People


Cheers,


Jastitahn


Advertisement

Author: Jastitahn

an ordinary girl who loves traveling and sharing with other people

13 thoughts on “Book Review: How to Win Friends and Influence People”

  1. Waaah.. pernah baca buku ini, dulu di masa muda semangat sekali ingin mempraktekkannya. Tapi setelah berumur, hal-hal itu terasa bukan lagi trik-trik belaka, tapi memang harus dibiasakan dengan tulus, agar kita menjadi orang yang benar-benar baik, bukan berpura-pura baik. Walau sudah lupa dengan poin-poinnya, tapi rasanya merupakan hal biasa yang patut dilakoni dalam berinteraksi dengan siapapun.

    Like

  2. Saya akan berusaha lagi khususnya dibagian mengingat nama. Saya cenderung mengingat wajah daripada nama. Btw, bukunya bagus ternyata dilihat dari poin2 penting yang Kakak sampaikan. Saya sudah beli di Tokopedia siang ini. Tinggal tunggu sampai hihihi…

    Like

  3. Waduuh, saya lemah dalam mengingat nama, terutama teman-teman yang sudah lama ga ketemu
    Dari kemarin-kemarin saya tertarik sama buku ini, terima kasih mba sudah mereview

    Like

  4. Sepertinya buku yang menarik ya, saya jadi ingin membaca lebih lanjut. Lagi butuh banget buku-buku pengembangan diri untuk bacaan selama Ramadhan terutama abis subuh agar ga ngantuk. Terima kasih sudah berbagi review ya mba.

    Like

  5. yap bener banget, ternyata hal sesimple ingat nama orang aja bisa membuat kita disukai orang lain

    Like

  6. Menjadi pendengar yg baik ini kadang tantangan banget buat aku. Kita sudah ngalahin ego memberi kesempatan org lain berbicara. Tp ada yg tipe kalau sdh ngomong susah dipotong dan lama bgt. Sampai aku udah ga fokus lg ngedengerinnyaa hehe… Msh kurang sabar berarti ya? Hoho…

    Like

    1. Yapss jadi pendengar yang baik emang tantang buat diri sendiri. Kadang susah juga ga motong pembicaraan orang lain kalo udah gereget mau ngomong haha gapapa tapi kak sedikit sedikit, kan namanya juga berproses 😀

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s